Mengenal Gempa Intraslab, Pemicu Gempa Garut M 6,1

Mengenal Gempa Intraslab, Pemicu Gempa Garut M 6,1

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Minggu, 04 Des 2022 11:00 WIB
Seismograf, alat pencatat getaran gempa. Ilustrasi gempa bumi
Foto: Seismograf, alat perekam getaran gempa (Robby Bernardi/detikcom)
Jakarta -

Gempa berkekuatan M 6,1 terjadi di Garut pada Sabtu, 3 Desember 2022. Gempa yang terjadi pada kedalaman 118 km itu menyebabkan kerusakan bangunan di daerah Kabupaten Garut dan Cianjur.

Dalam situs Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi dikatakan bahwa penyebabnya ialah aktivitas penunjaman atau subduksi yang biasa disebut gempa intraslab.

Lantas, apa itu gempa intraslab yang mengguncang Garut?

Pengertian Gempa Intraslab

Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus pakar Tektonik Indonesia, Gayatri mengatakan bahwa gempa intraslab umumnya dirasakan secara merata. Itu berarti, sumber gempa berada di bagian dalam dari zona subduksi.

Pemicu gempa intraslab adalah lempeng samudra yang menunjam mengalami pecah, retak atau patah. Ini disebabkan oleh proses dehidrasi batuan di dalam bumi, seperti yang disebutkan pada situs Geologi yang diampu almarhum geolog Indonesia, Rovicky Dwi Putrohari.

Berbeda dengan Megathrust, Intraslab Lebih Merusak

Rovicky juga menjelaskan bahwa gempa intraslab berbeda dengan megathrust, karena gempa ini memiliki karakteristik getaran yang merata dan lokasi sumber yang relatif dalam tidak berpotensi menyebabkan tsunami.

Tak sampai disitu, gempa intraslab juga memiliki kecenderungan tidak diikuti dengan gempa susulan. Sebab, lempeng samudra bersifat lebih liat sehingga mudah kembali pada posisi awal. Lain halnya dengan megathrust yang melibatkan sejumlah sesar kecil yang dangkal, sehingga kerap diikuti oleh gempa susulan yang kekuatannya kecil pula.

Meski begitu, gempa jenis ini lebih merusak lho detikers. Pasalnya, lokasi episenter gempa intraslab lebih mendekati daratan dan pusat populasi. Berdasarkan penelitian pada 2016 silam, mekanisme gempa intraslab memiliki periode kejadian yang lebih singkat.

Singkatnya periode itu menyebabkan gempa lebih sering terjadi dibandingkan dengan megathrust dan memiliki energi seismik yang besar.

Akankah Ada Gempa Susulan di Garut?

"Gempa garut tadi dikategorikan intraslab, yaitu gempa dalam lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Eurasia. Tipikal gempa ini: rupture yang sempit, durasi singkat, dan stress drop yang tinggi," kata Dr Dimas Sianipar, pakar gempa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dikutip pada Minggu (4/12/2022).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa gempa intraslab memiliki frekuensi gelombang seismik yang relatif lebih tinggi. Meski begitu, Dimas mengatakan potensi gempa susulan cenderung sangat sedikit, sejauh ini masih terpantau aman.

Gempa Garut Tidak Berkaitan dengan Gempa Cianjur

Pakar BMKG lainnya, Daryono juga menuturkan kalau gempa yang terjadi di Garut tidak berkaitan dengan gempa Cianjur, sebab sumbernya berbeda.

"Gempa garut tidak ada kaitan dengan gempa Cianjur, karena beda sumber. Gempa Garut akibat deformasi dalam slab lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Jabar di kedalaman 109 km. Gempa ini kita menyebutnya Intraslab Earthquake," ungkat Daryono melalui cuitan akun Twitternya.

Ia juga memaparkan bahwa gempa intraslab bersumber di plat samudra dengan batuan homogen, ductile, elastic yang miskin gempa susulan. Sementara gempa Cianjur berpusat di kerak Bumi permukaan, sehingga batuannya heterogen, brittle, rapuh dan jika patah akan banyak terjadi gempa susulan.



Simak Video "Kapolri Pastikan Beri Trauma Healing untuk Para Korban Gempa Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]
(aeb/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia