Pakar UGM: Peneliti Telah Berusaha Memprediksi Gempa, tapi....

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 23 Nov 2022 12:30 WIB
Seismograph with paper in action and earthquake - 3D Rendering
Peneliti Telah Berusaha Memprediksi Gempa, Tapi Ada Faktor Lain. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9)
Jakarta -

Pusat Studi Bencana (PSBA) UGM mengingatkan adanya gempa susulan selepas gempa Cianjur pada Senin (21/11). Gempa dengan magnitudo 5,6 itu mengguncang kabupaten Cianjur dan menyebabkan rusaknya bangunan hingga menelan korban jiwa.

Kepala Pusat Studi Bencana (PSBA) UGM, Dr. Muhammad Anggri Setiawan, mengatakan, setiap kejadian gempa besar selalu diikuti dengan gempa-gempa susulan dengan skala yang relatif lebih kecil.

"Walaupun lebih kecil, tetap harus waspada," pesannya dalam laman UGM dikutip Rabu (23/11/2022).

Untuk masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan dengan lereng curam, ada kemungkinan jika gempa susulan dapat memicu tanah di sekitarnya semakin tidak stabil. Terlebih jika terjadi hujan lebat yang menimbulkan risiko terjadinya longsor.

"Saya kira perlu dilakukan evakuasi warga untuk daerah-daerah yang berdekatan dengan tebing tinggi," paparnya.

Peneliti Telah Berusaha Memprediksi Gempa, tapi...

Anggri menjelaskan para peneliti di Indonesia telah berusaha untuk memprediksi gempa.

"Hal ini bisa dilakukan dengan menghitung seberapa cepat pergerakan bidang patahan atau sesar dengan acuan bahwa gempa merupakan siklus karena jika pernah terjadi saat ini, pasti pernah terjadi di masa lalu dan akan terjadi di masa depan," katanya.

Meski begitu, metode ini menurutnya tidak sepenuhnya akurat karena aktivitas alam sangat dinamis, tapi dengan tersedianya data dasar maka dapat dijadikan acuan terbaik untuk skenario mitigasi di masa depan.

Mitigasi Bencana Saat Ini

Hingga saat ini, tercatat ada 268 korban meninggal dunia dan 151 korban hilang menurut data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (22/11) pukul 20.07 WIB. Anggri mengatakan dalam tahap kondisi tanggap darurat sekarang ini, posisi BPBD akan sangat diperlukan dalam menangani korban dan pengungsi.

"Sedianya BPBD melakukan kaji cepat ke seluruh wilayah terdampak untuk pemetaan kebutuhan pengungsi secara menyeluruh," kata Anggri.

Menurutnya, fokus sementara untuk tanggap darurat sebaiknya untuk penanganan korban gempa hingga mendapatkan tempat yang aman. Tambahnya, perlu juga diperhatikan terkait pemenuhan kebutuhan dasarnya.

"Setiap bencana dan dampak yang ditimbulkan memerlukan waktu penanganan yang berbeda umumnya mengacu kepada penyediaan bahan logistik tanggap darurat dan melihat perkembangan situasinya," jelasnya.



Simak Video "Kapolri Pastikan Beri Trauma Healing untuk Para Korban Gempa Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia