Mengapa Buaya Suka Berenang di Air Kotor? Ini Alasannya

Mengapa Buaya Suka Berenang di Air Kotor? Ini Alasannya

Nikita Rosa - detikEdu
Senin, 05 Des 2022 08:00 WIB
Seekor buaya yang berenang di Sungai Tarcoles, Kosta Rika, sungai yang paling kotor di Amerika Tengah. Foto diambil 21 November 2022. (Photo by EZEQUIEL BECERRA/AFP via Getty Images)
Foto: AFP via Getty Images/EZEQUIEL BECERRA
Jakarta -

Sebanyak 2.000 buaya tinggal di salah satu sungai paling tercemar di Amerika Tengah. Kelompok itu tinggal di sana meski sampah rumah tangga dan pabrik mengalir setiap harinya. Mengapa buaya suka berenang di air kotor?

Sungai Tarcoles setiap hari dibanjiri oleh sampah dan air limbah dari rumah tangga dan pabrik San Jose. Diketahui, perairan itu merupakan saluran pembuangan ibu kota Kosta Rika.

Meski dilanda sampah ban dan plastik, buaya-buaya ini telah beradaptasi dengan sungai 'beracun' itu.

"Ini adalah daerah yang sangat terkontaminasi, tapi ini tidak mempengaruhi populasi buaya," kata Ivan Sandoval, seorang ahli biologi dari National University of Costa Rica dalam Science Alert dikutip Selasa (29/11/2022).

Sungai Tarcoles adalah sungai paling tercemar di Kosta Rika, dan salah satu yang paling tercemar di Amerika Tengah. Logam berat, nitrit, nitrat, dan kotoran manusia dalam jumlah besar dapat ditemukan di situ.

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), hanya ada sekitar 5.000 spesies buaya yang tersisa di dunia setelah puluhan tahun perburuan dan hilangnya habitat. Meski hidup di lingkungan kotor, populasi buaya di Kosta Rika disebut 'sehat dan kuat'.

Reptil besar ini tampaknya tidak terpengaruh oleh sekitar 150 jenis bakteri yang terdeteksi di sungai. Sandoval menjelaskan jika karnivora seperti buaya memiliki kemampuan bertahan hidup dalam kondisi yang sangat sulit, itulah mengapa buaya bisa bertahan di air kotor.

"Mereka tidak perlu mengubah apa pun dalam jutaan tahun, mereka dirancang dengan sempurna," ungkapnya.

Warga Setempat Khawatir Akan Perlindungan Buaya

Meski di perairan beracun, populasi buaya ini tetap menarik wisatawan. Buaya sungai merupakan daya tarik utama bagi pengunjung asing. Mereka mengikuti tur perahu untuk melihat makhluk tersebut dari dekat.

Beberapa memberi makan hewan, meski dilarang, dan Sandoval khawatir para buaya terlalu terbiasa dekat dengan manusia.

Juan Carlos Buitrago, 48, yang menjadi kapten salah satu perahu wisata, mengatakan dia dan penduduk setempat lainnya secara teratur menarik ratusan ban dan sampah plastik dari air. Ia berharap sungainya akan berhenti dicemari.

"Kita tidak bisa menyembunyikan polusi," katanya.

Menurut Badan Lingkungan PBB, Kosta Rika memiliki integritas lingkungan yang mengesankan, sepertiga wilayahnya ditandai untuk perlindungan, 98 persen energi terbarukan, dan 53 persen wilayah tutupan hutan.

Namun, hukum tidak selalu diterapkan secara ketat, seperti kasus di Sungai Tarcoles.

Pengacara dan pemerhati lingkungan Walter Brenes, 34, mengatakan bahwa semua aturan dan peraturan di Kosta Rika tidak menyelesaikan masalah.

Menurutnya, Kosta Rika perlu menerapkan kebijakan yang bisa melindungi buaya dan satwa liar lainnya.



Simak Video "Kemunculan Buaya di Pantai Padma Legian yang Bikin Kaget"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia