Asal-usul Emoji Kepala Batu, Patung "Teman yang Dicuri"

Asal-usul Emoji Kepala Batu, Patung "Teman yang Dicuri"

Trisna Wulandari - detikEdu
Sabtu, 03 Des 2022 15:00 WIB
Patung kepala batu Moai di Pulau Paskah peninggalan orang Rapa Nui.
Patung kepala batu Moai di Pulau Paskah peninggalan orang Rapa Nui, asal-usul emoji kepala batu. Foto: Wikimedia Commons
Jakarta -

Emoji kepala batu ๐Ÿ—ฟatau emoji Moai umum digunakan di media sosial Twitter hingga TikTok. Tahukah detikers, emoji ini berasal dari patung-patung di Pulau Paskah yang salah satunya dicuri?

Menurut Emoji Guide, sosok kepala batu Moai beralis tebal, hidung besar, dan telinga panjang ini punya arti kekuatan, ketabahan, tidak putus asa, dan tekad kuat. Emoji kepala batu juga kadang digunakan untuk menggambarkan tekad kuat atas perilaku atau niat yang konyol dan lucu.

Di Jepang, orang-orang juga menggunakan emoji kepala batu untuk merujuk patung Moyai di dekat stasiun Shibuya, Tokyo, Jepang. Namun, asal patung Moai aslinya jauh dari Jepang, yaitu di Pulau Paskah, Chili, Amerika Selatan.

Asal-usul Emoji Kepala Batu Patung Moai

Ahu Tongariki dengan patung kepala batu Moai di Pulau Paskah.Ahu Tongariki dengan patung kepala batu Moai di Pulau Paskah. Foto: Wikimedia Commons

Sekitar tahun 300-1200, orang-orang Rapa Nui, Polinesia menemukan Paskah saat menyusuri perairan dengan kano.

Orang Rapa Nui lalu mendirikan ratusan patung-patung Moai. Salah satu patung batu raksasa Moai berukuran setinggi 9 meter dan berat 82 ton.

Tanpa teknologi roda maupun hewan pengangkut, mereka menggunakan teknik pengungkit dengan alas miring dari batu-batu kerikil dan teknik mengayun, seperti dikutip dari History Extra.

Saking beratnya, patung terbesar setinggi 21 meter dan berat 145 ton tidak bisa berdiri. Patung ini diberi julukan El Gigante, seperti dikutip dari History.

Terdapat sekitar 900 patung Moai di lebih dari 300 ahu atau anjungan upacara di sepanjang pantai, lengkap dengan monumen arkeologi lain dan panel seni cadas.

Fungsi Patung-patung Moai

Patung Moai yang kini berada di dasar laut karena erosi di Pulau Paskah.Patung Moai yang kini berada di dasar laut karena erosi di Pulau Paskah. Foto: Wikimedia Commons

Patung-patung batu Moai rupanya merupakan bagian dari komplek kuil terbuka. Kuil luar ruangan ini juga mencakup platform ahu dan terasnya, yang juga dari batu, seperti dikutip dari laman Google Arts & Culture.

Bagi orang Rapa Nui, ahu dan patung Moai merupakan sumber kekuatan dan energi sipiritual yang keramat dengan larangan tersirat. Area di bawah ahu juga dijadikan kuburan bagi warga Rapa Nui, terletak langsung di pantai, dan sangat rentan terhadap erosi pantai dengan banyak yang runtuh ke laut.

Ahu dan moai sebagai monumen sakral bagi orang Rapa Nui juga menjadi pusat identitas dan pusat ekonomi pariwisata. Kebakaran pada 2022 lokasinya di pantai membuatnya rentan runtuh ke laut. Rusak dan hilangnya ekspresi budaya Rapa Nui yang unik ini juga berdampak pada kehidupan dan mata pencaharian warga setempat.

Patung Moai "Teman yang Dicuri"

Satu patung Moai kini berada di British Museum. Patung tersebut bernama Hoa Hakananai'a, salah satu patung terbaik dari basalt yang langka.

Ratu Victoria dari Inggris memberikan patung ini ke museumnya pada 1869. Sebelumnya, ia dihadiahi patung tersebut dari Angkatan laut Inggris, setelah dibawa HMS Topaze dari Rapa Nui satu tahun sebelumnya.

Bagi warga Pulau Paskah, patung batu tersebut merupakan salah satu leluhurnya, meskipun hanya terlihat sebagai artefak suku bagi pengunjung museum.

Karena itu, patung di Inggris itu mereka namai Hoa Hakananai'a, yang artinya "teman yang hilang" atau teman yang dicuri."

Warga Pulau Paskah telah meminta secara resmi pengembalian patung Hoa Hakananai'a. Namun, pihak museum menolaknya.



Simak Video "Ini Asal-usul dan Arti Emoji Kepala Batu "
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia