Dikenal Tahan Banting, Kenapa Kecoak Bisa Mati saat Badannya Terbalik?

Dikenal Tahan Banting, Kenapa Kecoak Bisa Mati saat Badannya Terbalik?

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 02 Des 2022 19:40 WIB
Cara mengusir kecoak dengan bahan alami
Foto: iStock/ Ilustrasi Dikenal Tahan Banting, Kenapa Kecoak Bisa Mati saat Badannya Terbalik?
Jakarta -

Kecoak menyukai tempat yang lembap dan gerah. Serangga tersebut juga tergolong sangat kuat.

Kecoak mampu bertahan pada lingkungan dengan paparan radiasi yang mampu membunuh seseorang dalam 10 menit. Alasan terkuat mengapa binatang tersebut begitu kuat adalah proses selulernya yang lambat dan tubuhnya yang kecil.

Bahkan, saat kepalanya terpotong, tubuh kecoak akan tetap hidup sampai 10 hari karena mereka tidak banyak makan dan bisa bernapas melalui sisi tubuh, bukan mulut. Mengutip Discovery Place Science, kecoak pun bisa menahan napas di air dalam waktu 30 menit.

Dikatakan dalam laman Peta, serangga ini hidup sejak zaman Paleozoikum, sekitar 400 juta tahun yang lalu. Mereka pun tidak banyak berubah sejak waktu itu.

Pada saat cukup lapar, kecoak dapat memakan apa saja, misalnya sabun batangan, cat berbahan dasar kanji, dan sebagainya. Bisa dikatakan, kecoak adalah hewan yang mampu bertahan lama karena kemampuan mereka bertahan di kondisi ekstrem.

Namun, kenapa binatang ini justru bisa mati hanya karena posisi tubuhnya terbalik?

Alasan Kecoak Bisa Mati saat Terbalik

Biasanya kecoak akan terbalik setelah mendapatkan semprotan serangga. Racun serangga dapat mengacaukan sirkuit internal kecoak, sistem saraf mereka.

Setelah sistem saraf itu kacau, gerakan kecoak pun tidak terkoordinasi, lalu terhuyung-huyung dalam kondisi teracuni, dan terbalik.

Lebih dalam dijelaskan di The New York Times, jenis racun insektisida terutama organofosfat, adalah zat yang mampu menyebabkan kejang otot dan membuat kecoak terbalik.

Racun saraf ini menghambat enzim kolinesterase yang memecah neurotransmitter yang disebut dengan asetilkolin.

Kelebihan zat kimia tersebut dalam sistem saraf bisa menyebabkan kejang dan mengganggu koordinasi otot kecoak.

Dijelaskan dalam Live Science, apabila serangga seperti kecoak tidak bisa kembali ke posisi semula karena sudah terlalu lemah dan sistem sarafnya tidak berfungsi dengan baik, maka binatang tersebut akan tetap menempel di punggungnya.

Pada saat terbalik itu, mereka tidak mendapatkan nutrisi atau melindungi diri dari pemangsa. Maka dari itulah seperti halnya kecoak dapat mati dalam posisi ini.



Simak Video "Ilmuwan Ungkap Cara Kecoak Bertahan Hidup dari Serangan Asteroid"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia