Revolusi Industri: Sejarah dan Perkembangan Revolusi Industri 1.0 hingga 4.0

Revolusi Industri: Sejarah dan Perkembangan Revolusi Industri 1.0 hingga 4.0

Putri Tiah Hadi Kusuma - detikEdu
Jumat, 02 Des 2022 09:20 WIB
Security CCTV camera, surveillance technology and show application Artificial Intelligence AI tools icon on screen display.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Sitthiphong
Jakarta -

Revolusi industri 4.0, frasa yang sudah banyak berlalu lalang akhir-akhir ini. Tapi apa sih yang dimaksud dengan revolusi industri?

Pengertian Revolusi Industri

Mengutip dari buku Pendidikan Kristen dan Revolusi Industri 4.0 oleh Nahason Bastin, revolusi industri adalah proses transisi ke manufaktur baru di Eropa dan Amerika Serikat (AS), pada periode antara 1760 hingga 1820 dan 1840. Transisi ini termasuk beralih dari produksi tangan ke mesin, manufaktur kimia baru dan proses produksi besi, mesin, peningkatan tenaga uap dan tenaga air dan lahirnya sistem pabrik mekanis. Revolusi industri juga menyebabkan peningkatan laju pertumbuhan.

Melansir dari situs Universitas Binus, revolusi industri adalah keadaan saat banyak aspek kehidupan terpengaruh oleh perubahan global tersebut. Proses produksi ataupun jasa yang pada awalnya sulit, menghabiskan banyak waktu, dan menelan biaya mahal berubah menjadi lebih cepat dan lebih murah dalam prosesnya.

Revolusi industri apabila dihubungkan dengan konsep ekonomi, akan menjadi salah satu cara bagi manusia berupaya menghadapi kelangkaan. Revolusi industri dapat menciptakan penurunan, bahkan menghilangkan kelangkaan tersebut. Dengan demikian, biaya, waktu, tenaga yang dibutuhkan sebelumnya cukup besar dapat menjadi tidak ada dan bisa dialihkan ke hal yang lain.

Perkembangan Revolusi Industri

Revolusi industri sudah tercatat dalam sejarah terjadi sebanyak tiga kali dan manusia pada masa kini sedang mengalami revolusi yang keempat.

Oleh karena itu, mari mengulas sejarah revolusi industri 1.0, 2.0, 3.0 dan 4.0 dengan mengutip jurnal ilmiah berjudul Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 sampai 4.0 oleh Amalia Annisa.

1. Revolusi Industri 1.0

Kereta uap atau mesin uap pertama kali diperkenalkan pada tahun 1804. Nah, penasaran seperti apa rekam jejaknya?Kereta uap atau mesin uap pertama kali diperkenalkan pada tahun 1804. Nah, penasaran seperti apa rekam jejaknya? Foto: Getty Images

Pada revolusi industri pertama terjadi perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi dan teknologi. Jika pada masa itu masih banyak pekerjaan yang mengandalkan tenaga manusia dan hewan meskipun memiliki banyak kendala yang cukup besar akibat keterbatasan ketersedian tenaga-tenaga yang dihasilkan.

Namun, setelah adanya revolusi industri 1.0 semuanya berubah ketika ditemukannya sebuah alat penenun benang mekanik pada tahun 1784 oleh James Watt. Hal ini menyebabkan tenaga manusia maupun tenaga hewan tidak lagi dibutuhkan yang mengakibatkan banyaknya pengangguran meski jumlah produksinya meningkat. Penemuan mesin uap ini meningkat penghasilan perkapita negara menjadi enam kali lipat.

Perubahan pada moda transportasi, seperti transportasi laut yang menggunakan tenaga angin meski angin tidak dapat diandalkan sepenuhnya. Maka dengan penemuan mesin uap James Watt, kapal dapat berjalan 24 jam dengan mengandalkan mesin uap.

2. Revolusi Industri 2.0

Usai diresmikan oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat, pabrik Toyota Plant 2 di Karawang Jawa Barat, langsung menjalankan aktivitasnya. Di sinilah mobil terbaru Toyota Etios Valco diproduksi dan dihasilkan.Usai diresmikan oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat, pabrik Toyota Plant 2 di Karawang Jawa Barat, langsung menjalankan aktivitasnya. Di sinilah mobil terbaru Toyota Etios Valco diproduksi dan dihasilkan. Foto: Rachman Haryanto

Revolusi industri 2.0 terjadi di awal abad ke-19 sampai abad ke-20 ditandai dengan munculnya listrik yang membuat hasil produksi jauh lebih murah daripada sebelumnya. Akan tetapi, kendala lain yang ditemukan pada masa tersebut, menyangkut masalah dalam proses produksi, yaitu pada bagian proses transportasi.

Guna mempermudah proses produksi di dalam pabrik yang biasanya cukup luas, dibutuhkan alat transportasi yang dapat mengangkut barang berat, seperti mobil sangat dibutuhkan. Sebelum masa revolusi industri 2.0 proses pengerjaan perakitan mobil hanya dilakukan di tempat yang sama.

Di tahun 1913 terciptanya sebuah Lini Produksi yang menggunakan ban berjalan. Penemuan tersebut mengakibatkan produksi mobil yang sebelumnya dirakit oleh banyak orang kini dapat diproduksi secara masal. Hal itu disebabkan, proses produksi diubah total dengan memberikan latihan kepada pekerja agar dapat bekerja menekuni satu bidang dan terorganisir sesuai dengan spesialisasinya, bekerja mengurus satu bagian saja.

3. Revolusi Industri 3.0

Di kehidupan moderen, peran robot semakin diperlukan untuk membantu aktivitas manusia. Seperti yang terjadi di pabrik mobil Ford di Kln, Jerman.Di kehidupan moderen, peran robot semakin diperlukan untuk membantu aktivitas manusia. Seperti yang terjadi di pabrik mobil Ford di Kln, Jerman. Foto: Ford

Penemuan pada revolusi 3.0 berupa mesin penggerak, yang dapat berpikir secara otomatis seperti komputer dan robot.

Pada masa revolusi ini, terciptanya teknologi komputer menjadi pertanda cikal bakal kemudahan pekerjaan. Jika revolusi sebelumnya masih dikendalikan oleh manusia, maka pada revolusi industri 3.0 sudah menggunakan sistem otomatisasi yang dikontrol oleh komputer.

Di samping itu, sistem komunikasi juga telah berubah menjadi teknologi digital sehingga penyebaran akses informasi semakin cepat. Hal inilah yang membuat revolusi 3.0 memiliki sebutan, yaitu revolusi digital.

Berbagai penemuan seperti semikonduktor, disusul transistor, dan integrated chip membuat ukuran komputer semakin kecil, kebutuhan konsumsi daya listrik semakin sedikit.

4. Revolusi Industri 4.0

Menu GoFood di aplikasi GojekMenu GoFood di aplikasi Gojek Foto: dok. Gojek

Zaman revolusi industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Era revolusi industri 4.0 telah menjadi topik perbincangan semua kalangan. Mulai dari pemerintah, masyarakat, bahkan perusahaan pun berusaha mengerahkan berbagai macam strategi untuk menghadapinya

Perubahan pada industri 4.0 telah mengembangkan teknologi berkelanjutan seperti internet, komputerisasi, microchip, internet of things (IoT), deep learning, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), machine learning.

Hal yang pertama kali dirasakan dalam revolusi industri 4.0 adalah internet. Semua komputer tersambung ke sebuah jaringan raksasa. Fisik komputer makin kecil dan berubah menjadi sebesar genggaman tangan manusia. Kemampuan software semakin meningkat sehingga dapat merevolusi setiap proses mulai dari produksi hingga distribusi.

Sistem machine learning dapat mengumpulkan data historis sehingga terbentuk algoritma pada mesin pencarian.

Pengembangan IoT bersamaan dengan teknologi-teknologi baru seperti dalam bidang robotik, sains, dan lain sebagainya, membawa pengaruh yang cukup banyak bagi kehidupan di dunia. Banyak aktivitas seperti pekerjaan dan gaya hidup manusia yang berubah menjadi lebih praktis.

Contohnya teknologi yang belum pernah ada sebelumnya, seperti aplikasi ojek online, tarik tunai lewat ponsel, belanja lewat marketplace. Ojek online selain menjadi transportasi, pengembangan software dibuat berbagai macam fitur untuk tarik tunai, memesan makanan hingga menjadi kurir antar barang. Sama dengan ojek online, marketplace juga mengembangkan software sama seperti ojek online dengan penambahan fitur-fitur canggih yang bisa mempermudah aktivitas keseharian.

Sudah siapkah bekal hidup detikers di revolusi industri 4.0 ini?



Simak Video "Google Dikabarkan Uji Coba Chatbot Pesaing ChatGPT"
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia