Apa Itu Anemia? Ini Pengertian, Gejala, dan Penyebabnya

Apa Itu Anemia? Ini Pengertian, Gejala, dan Penyebabnya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 01 Des 2022 16:40 WIB
Ilustrasi anemia
Foto: Getty Images/iStockphoto/juststock/ilustrasi anemia
Jakarta -

Pernah merasakan sulit konsentrasi saat belajar hingga prestasi menurun? Atau kelelahan dan mudah sakit kepala? Siswa sebaiknya jangan menyepelekan karena mungkin itu adalah gejala anemia.

Melansir laman Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu Lampung, anemia adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh berada di bawah kisaran normal.

Secara laboratoris, anemia dijelaskan sebagai penurunan kadar hemoglobin (protein kaya zat besi) serta hitung eritrosit dan hematokrit di bawah normal.

Akibat dari kurangnya hemoglobin ini, oksigen menjadi sulit untuk mencapai sel dan jaringan di dalam tubuh.

Kriteria Anemia

Dalam buku "Buku Ajar Asuhan Keperawatan Dengan Gangguan Sistem Hematologi" karya Wiwik Handayani, dijelaskan bahwa seseorang yang dinyatakan anemia jika sudah di bawah batas hemoglobin (Hb) yang sudah ditetapkan.

Batas tersebut sangat dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dan ketinggian tempat tinggal dari permukaan laut. Batasan yang digunakan dari kriteria WHO, yakni:

- Laki-laki dewasa Hb <13gr/dl

- Perempuan dewasa tidak hamil Hb <12gr/dl

- Perempuan hamil Hb <11gr/dl

- Anak usia 6-14 tahun Hb <12gr/dl

- Anak usia 6 bulan-6 tahun Hb <11gr/dl

Untuk kriteria anemia di klinik, rumah, sakit atau praktik klinik pada umumnya dinyatakan anemia, jika terdapat kondisi:

- Hb Hb <10gr/dl

- Hematokrit <30%

- Eritrosit <2,8 juta/mm kubik.

Gejala Anemia

Sebagian orang yang mengalami anemia bisa jadi tidak memperlihatkan gejala atau tanda apa pun. Namun, tidak menutup kemungkinan anak
atau remaja dapat mengalami gejala anemia seperti di bawah ini:

- Kulit yang terlihat pucat

- Mengalami perubahan suasana hati

- Terlihat sangat lelah

- Kepala terasa sangat pusing

- Detak jantung lebih cepat dari biasanya

- Mengalami jaundice (kulit dan mata menjadi kuning).

4 Penyebab Umum Anemia pada Remaja

1. Kurangnya Asupan Zat Besi

Penyebab paling umum dari anemia adalah ketika kekurangan zat besi baik dari makanan atau asupan suplemen.

Adapun kebutuhan zat besi di masa remaja adalah sekitar 8 mg hingga 15 mg setiap harinya. Oleh karena itu, perlu diperhatikan ketika remaja mulai melakukan diet. Perhatikan asupan gizi serta nutrisinya dengan baik karena hal ini juga bisa memicu anemia.

2. Karena Pendarahan

Anemia juga bisa terjadi karena pendarahan yang diakibatkan oleh cedera, menstruasi yang cukup berat, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan lainnya.

Maka dari itu, anemia pada remaja lebih sering dialami anak perempuan karena setiap bulannya ia mengalami menstruasi.

3. Sel Darah Merah Rusak

Kondisi ini biasa disebut dengan anemia hemolitik. Kondisi ini termasuk saat sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel darah merah dengan sendirinya.

Anemia hemolitik juga disebabkan karena adanya kelainan sel darah merah oleh faktor keturunan. Sebagai contoh, anemia sel sabit juga thalasemia.

4. Produksi sel darah merah terlalu lambat

Kondisi satu ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

- Anemia aplastik, saat tubuh berhenti membuat sel darah merah karena infeksi atau penyakit.

- Kekurangan vitamin B12 dari makanan, suplemen, hingga tubuh yang tidak bisa menyerap vitamin ini.

Nah, itulah penjelasan mengenai anemia serta gejala dan penyebabnya. Semoga menambah wawasan detikers ya!



Simak Video "Perkembangan Terakhir Indra Bekti: 2 Kali Dioperasi, Mulai Siuman"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia