Sel Darah Putih: Struktur, Fungsi, Jenis, dan Jumlahnya dalam Tubuh

Sel Darah Putih: Struktur, Fungsi, Jenis, dan Jumlahnya dalam Tubuh

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 01 Des 2022 15:40 WIB
Ilustrasi ilmu fisiologi.
Foto: camilo jimenez/Unsplash/ Ilustrasi Sel Darah Putih: Struktur, Fungsi, Jenis, dan Jumlahnya dalam Tubuh Manusia
Jakarta -

Sel darah putih atau leukosit pada umumnya mempunyai ukuran lebih besar daripada sel darah merah.

Dalam sirkulasi darah, sel darah putih terlihat seperti sel yang tidak bergerak saat tidak ada zat asing. Namun, apabila ada zat asing, maka sel ini akan langsung bergerak dan bekerja.

Seperti apa struktur, jenis, fungsi, dan jumlahnya? Simak pemaparannya sebagaimana dirangkum dari buku Biologi SMP Kelas VIII Seri Evaluasi Si Teman oleh Tim Matrix Media Literata dan Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem Hematologi oleh Wiwik Handayani dan Andi Sulistyo Haribowo.

Struktur Sel Darah Putih

Sel darah putih memiliki bentuk yang dapat berubah-ubah. Leukosit mampu bergerak dengan perantaraan kaki palsu atau pseudopodia.

Secara struktur, sel darah putih memiliki beragam inti sel, sehingga bisa dibedakan menurut inti selnya dan warnanya bening.

Leukosit dibentuk di sumsum tulang dari sel-sel bakal. Jenis-jenis golongan sel ini adalah sel yang tidak bergranula, yakni limfosit T dan B, monosit dan makrofag, juga golongan yang bergranula seperti eosinofil, basofil, dan neutrofil.

Fungsi Sel Darah Putih

1. Sebagai serdadu tubuh yang membunuh dan memakan bibit penyakit atau bakteri yang masuk ke tubuh jaringan RES (sistem retikulo endotel).

Sel darah putih adalah pertahanan utama infeksi. Berkaitan dengan fungsi ini, maka leukosit bersifat fagosit atau mampu mencerna zat asing atau kuman penyakit. Kemampuan ini sendiri disebut fagositosis.

2. Sebagai pengangkut yang membawa zat lemak dari dinding usus melalui limpa terus ke pembuluh darah.

Jenis-Jenis Sel Darah Putih

1. Agranulosit

Agranulosit mempunyai granula kecil dalam protoplasmanya dan berdiameter sekitar 10-12 mikron. Berdasarkan warnanya, granulosit terdiri dari:

  • Neutrofil: granula tidak berwarna yang memiliki inti sel terangkai, terkadang seperti terpisah-pisah, protoplasmanya banyak berbintik-bintik halus, dan banyaknya sekitar 60-70%.
  • Eosinofil: granula berwarna merah dengan pewarnaan asam, ukuran dan bentuk nyaris sama dengan neutrofil, tetapi granula dalam sitoplasmanya lebih besar. Jumlahnya kira-kira 24%.
  • Basofil: granula berwarna biru dengan pewarnaan basa, ukurannya lebih kecil dari eosinofil tetapi intinya lebih teratur, dalam protoplasmanya terdapat granula-granula besar, dan banyaknya sekitar 0,5% di sumsum merah.

2. Granulosit

Granulosit terdiri dari:

  • Limfosit: mempunyai nukleus besar bulat dan menempati sebagian besar sel limfosit berkembang dalam jaringan limfe. Ukurannya antara 7-15 mikron.

Jumlahnya 20-25% dan bertugas membunuh serta memakan bakteri yang masuk ke tubuh. Jenisnya ada dua, yaitu limfosit T dan B.

  • Monosit: ukurannya lebih besar dari limfosit, memiliki protoplasma besar, warnanya biru sedikit abu-abu, dan memiliki bintik-bintik sedikit kemerahan.

Inti sel monosit berbentuk bulat dan panjang. Monosit dibentuk di sumsum tulang, masuk ke sirkulasi dalam bentuk imatur dan mengalami pematangan menjadi makrofag setelah masuk ke jaringan.

Fungsi monosit adalah sebagai fagosit dan jumlahnya 34% dari total komponen di sel darah putih.

Jumlah Sel Darah Putih dalam Tubuh

Diterangkan dalam Biologi SMP Kelas VIII Seri Evaluasi Si Teman, jumlah leukosit bergantung pada usia, jenis kelamin, serta kondisi tubuh. Pada orang dewasa yang sehat, jumlah sel darah putih kurang lebih 6.000-10.000/L.

Sel darah putih dibuat di sumsum merah, limpa, dan kelenjar limpa (kelenjar getah bening).



Simak Video "Perkembangan Terakhir Indra Bekti: 2 Kali Dioperasi, Mulai Siuman"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia