Apa Itu Paradoks? Begini Pengertian dan Contohnya

Apa Itu Paradoks? Begini Pengertian dan Contohnya

Putri Tiah - detikEdu
Kamis, 01 Des 2022 09:40 WIB
Ilustrasi contoh gaya gesek menulis atau anak belajar
Ilustrasi belajar (Foto: Getty Images/iStockphoto/Hakase_)
Jakarta -

Dalam kehidupan kita sehari-hari, sepintas kita pernah mendengar atau menemukan sebagian orang ada yang menyebutkan kata paradoks.

Namun, apa detikers tahu apa yang sebenarnya disebut paradoks ini? Daripada detikers bingung, simak penjelasan tentang paradoks di bawah ini

Pengertian Paradoks

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, paradoks adalah pernyataan yang seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran.

Mengutip dari jurnal ilmiah bahasa dan sastra, yaitu Paradoks dalam Antologi Puisi Rupi Kaur The Sun and Her Flowers oleh I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini, di dalam jurnal ini dijelaskan dari mana istilah paradoks bermula dan apa kegunaan dari paradoks.

Paradoks diyakini berasal dari bahasa Yunani, "paradoxon" yang berarti "contrary to expectations, existing belief or perceived opinion." Paradoks menjadi suatu gaya bahasa yang menarik karena mengajak pembaca untuk berpikir lebih luas dan kritis terhadap ungkapan yang disampaikan. Paradoks menampilkan kondisi yang bertentangan tetapi biasanya mengandung kebenaran.

Menurut Morner & Rausch, paradoks digunakan sebagai media menyampaikan pernyataan retorika yang mengisyaratkan pertentangan, namun sesungguhnya memuat kebenaran. Paradoks bisa mengundang perhatian pembaca karena harus menelaah proposisi pertentangan yang eksplisit dan implisit.

Mengutip dari buku Language Logic Prinsip-Prinsip Penalaran Berbahasa oleh Agustina Gereda, paradoks merupakan suatu situasi yang timbul dari sejumlah premis yang diakui kebenarannya yang bertolak dari suatu pernyataan dan akan tiba pada konklusi yang mengandung konflik dan kontradiksi.

Contoh Paradoks

1. Paradoks Pembohong (Liar Paradox)

Epimenides adalah orang Kreta yang berkata semua orang di Kreta pembohong. Apakah pernyataan itu benar? Sebagaimana dikutip dari buku Logic Prinsip-Prinsip Penalaran Berbahasa oleh Agustina Gereda. Rangkaian dari premis akan tiba pada dua konklusi yang bertentangan.

Jika yang dikatakan Epimenides benar, ia bukan pembohong.
Jika Epimenides bukan pembohong, apa yang dikatakannya tidak benar.
Jika yang dikatakannya tidak benar, ia pembohong.
Jika yang dikatakan tidak benar, ia pembohong
Jika ia adalah pembohong dan bukan orang jujur. (Konklusi pertama)

Jika yang dikatakan Epimenides tidak benar, ia adalah pembohong.
Jika ia pembohong, apa yang dikatakannya tidak benar
Jika apa yang dikatakannya tidak benar, itu berarti ia adalah orang jujur
Jadi ia adalah orang yang jujur dan bukan pembohong. (konklusi kedua)

Apa yang dikatakan Epimenides, secara serentak mengandung kebohongan dan kebenaran. Jika kebohongan, ia benar-benar pembohong, dan jika kebenaran, ia adalah seorang yang jujur.

Sama halnya dengan dilema, paradoks biasa digunakan dalam perdebatan untuk mematahkan argumentasi lawan dengan menempatkannya ke dalam situasi yang sulit dan serba salah.

2. Paradoks Pinocchio (Pinocchio Paradox)

Dongeng Pinocchio yang terkenal dengan hidung yang bisa memanjang jika berbohong. Dalam Pinocchio Paradox, dari segi perkataan atau perbuatan atau kedua-duanya yang mengandung dua premis tidak boleh menjadi benar jika diletakkan sekali pada waktu yang sama.

Contohnya apabila Pinocchio berkata, "hidung aku akan menjadi panjang sekarang"

Jika hidungnya menjadi panjang, maka itu berarti bahwa ungkapannya tadi tidak berbohong. Tetapi jika dia tidak berbohong bagaimana hidungnya bisa menjadi panjang?

Jika hidungnya tetap pendek maka itu berarti bahwa ungkapannya tadi menipu. Jika dia menipu bagaimana bisa hidungnya tetap pendek?

3. Semakin banyak kalian gagal, semakin besar kemungkinan kalian untuk berhasil.

4. Semakin banyak kalian belajar, semakin kalian menyadari betapa sedikit yang kalian ketahui.



Simak Video "Heboh Juru Bahasa Isyarat HUT Ke-77 RI Ikut Joget 'Ojo Dibandingke'"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia