Atmosfer: Pengertian, Urutan Lapisan, dan Manfaatnya

Atmosfer: Pengertian, Urutan Lapisan, dan Manfaatnya

Putri Tiah Hadi Kusuma - detikEdu
Kamis, 01 Des 2022 08:00 WIB
Ilustrasi lapisan atmosfer Bumi.
Urutan lapisan atmosfer dan manfaatnya. Foto: Sumber Belajar Kemdikbud
Jakarta -

Atmosfer adalah lapisan gas yang menyelubungi planet sehingga membantu keberlangsungan makhluk hidupnya. Tanpa adanya lapisan atmosfer di Bumi, di siang hari Bumi akan sangat panas dan malam hari akan sangat dingin.

Berkat adanya lapisan atmosfer, manusia bisa hidup dengan nyaman dan aman di Bumi meskipun jarak planet ini dengan Matahari cukup dekat dibandingkan dengan planet-planet lain.

Lapisan atmosfer juga berperan menjaga bumi dari benturan benda-benda langit yang menabrak bumi serta menjaga siklus, seperti dikutip dari buku Explore Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII oleh Sadiman, SPd.

Pengertian Atmosfer

Dikutip dari Sumber Belajar Kemendikbud, kata atmosfer berasal dari kata bahasa Yunani, yakni atmos yang berarti uap air dan gas dan saphira yang diartikan sebagai selimut.

Dapat disimpulkan, atmosfer merupakan lapisan gas yang menyelimuti suatu planet, termasuk Bumi. Biasanya, ketebalan atmosfer kurang lebih 1.000 km, sedangkan atmosfer yang berada di Bumi mempunyai ketinggian sekitar 560 km di atas permukaan laut. Massa atmosfer Bumi yaitu 59 x 1.014 ton.

Mengutip buku Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta oleh Hartono, komposisi atmosfer terbentuk dari beberapa gabungan gas yang berlapis-lapis dan tidak berwarna. Gas-gas tersebut antara lain nitrogen (78,03%), oksigen (20,99%), argon (0,94%), karbon dioksida (0,03%) dan gas lainnya (0,01%).

Unsur-unsur lain seperti Neon (Ne), Helium (He), Ozon (O3), Hydrogen (H2), Krypton, Metana, dan Xenon.

Urutan Lapisan Atmosfer Bumi

Atmosfer terdiri atas sejumlah lapisan. Setiap penamaan pada lapisan atmosfer dibedakan berdasarkan karakteristik temperaturnya.

Berikut penjelasan mengenai lapisan-lapisan atmosfer, sebagaimana dikutip dari buku Geografi: Menyingkap Fenomena Geosfer dan buku Geografi oleh Troels Raadam:

1. Lapisan Troposfer

Troposfer merupakan lapisan pertama dari atmosfer dan juga lapisan terbawah. Di daerah tropis, troposfer memiliki ketinggian 16 km, sedangkan di daerah kutub tingginya 8 km. Troposfer menjadi tempat terjadinya gejala hujan, angin, iklim, cuaca dan petir.

Setiap ketinggian 100 m, temperaturnya akan menurun rata-rata 0,5oC. Sementara itu di daerah tropis, temperaturnya rata-rata turun 0,6oC.

Kenapa suhu pada lapisan troposfer semakin menurun dengan semakin tingginya suatu tempat?

Radiasi matahari diserap sedikit oleh lapisan troposfer dalam bentuk gelombang pendek. Sebagian besar panas diterima langsung oleh permukaan tanah.

Di permukaan tanah terjadi pertukaran panas melalui konduksi, konveksi, dan sublimasi yang dilepaskan oleh uap air. Lapisan troposfer bawah lebih sering melakukan pertukaran panas. Akibatnya, udara semakin dingin, jika semakin jauh dari permukaan tanah.

2. Lapisan Stratosfer

Lapisan stratosfer berada di ketinggian sekitar 50 km, terletak di atas lapisan troposfer. Lapisan stratosfer di daerah kutub lebih tebal dan terkadang tidak terdapat di khatulistiwa. Rata-rata suhu terendah mencapai -55oC dan suhu maksimum pada bagian puncak mencapai -3oC

Lapisan stratosfer dikenal sebagai lapisan atmosfer yang mengandung ozon (O3). Ozon berperan menyerap radiasi ultraviolet yang membahayakan di bumi.

Namun, ozon tersebut sebagian telah rusak. Sebab, pengaruh aktivitas manusia, seperti gas pembuangan industri, kendaraan yang mengandung CFC, CO2, dan N2O mengurangi kuantitas ozon. Faktor alam juga menyumbang kerusakan ozon, seperti oksida nitrogen yang dibuang dari tanah ke udara.

3. Lapisan Mesosfer

Lapisan mesosfer terletak di atas lapisan stratosfer dengan ketinggian mencapai 80 km. Suhu di lapisan mesosfer berkurang seiring naiknya ketinggian, yaitu rata-rata 0,40oC setiap naik ketinggian 100 m. Pada umumnya, meteor yang masuk ke bumi akan terbakar pada lapisan ini.

4. Lapisan Thermosfer

Ketinggian lapisan thermosfer mencapai 80 km dari permukaan bumi dengan temperatur mencapai 1.700oC. Bagian bawah thermosfer mengandung molekul nitrogen dan oksigen.

Lapisan paling bawah di thermosfer adalah ionosfer pada ketinggian 75-375 km. Di dalam ionosfer, gas-gas mengalami ionisasi. Partikel-partikel mendapatkan penambahan dan pengurangan elektron sehingga bermuatan listrik. Proses ionisasi menghasilkan warna-warni yang indah, yang disebut aurora.

Ionosfer dikenal sebagai lapisan yang mampu memantulkan gelombang radio yang penting bagi komunikasi radio jarak jauh.

5. Eksosfer

Eksosfer terletak di atas lapisan thermosfer. Lapisan paling atas dari atmosfer ini mencapai ketinggian yang tidak diketahui. Karena hal itu, tidak ada batas yang jelas antara eksosfer dengan ruang angkasa.

Manfaat Atmosfer

Mengutip buku IPS Terpadu Jilid 1B oleh Sri Pujiastuti, berikut manfaat atmosfer:

  1. Menjaga temperatur bumi agar tetap hangat. Atmosfer menjaga agar suhu antara siang dan malam hari tidak terlalu jauh.
  2. Melindungi Bumi dari jatuhnya benda-benda langit, seperti meteor, komet, dan benda langit lainnya
  3. Menahan radiasi Matahari yang berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup yang berada di bumi
  4. Memantulkan gelombang radio yang penting dan berguna untuk perhubungan dan komunikasi di Bumi.


Simak Video "Siap-siap! Bakal Ada Gerhana Matahari Langka di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia