3 Jenis Puisi Rakyat Beserta Ciri dan Contohnya

3 Jenis Puisi Rakyat Beserta Ciri dan Contohnya

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 30 Nov 2022 20:20 WIB
Ilustrasi anak membaca puisi atau syair
3 Jenis Puisi Rakyat Beserta Ciri dan Contohnya. (Foto: Getty Images/iStockphoto/photosvit)
Jakarta -

Puisi rakyat adalah bagian dari warisan budaya Indonesia. Puisi rakyat adalah karya berupa puisi, syair, pantun, dan gurindam dengan nilai pesan moral, agama, dan budi pekerti.

Puisi lama biasanya disampaikan dari mulut ke mulut dan biasanya tidak diketahui penulis atau pengarangnya. Ciri khas puisi lama juga terkesan kaku memiliki aturan seperti jumlah kata dalam tiap baris, jumlah baris dalam tiap bait, dan juga pengulangan kata yang bisa di awal atau di akhir sajak atau yang dikenal dengan sebutan rima.

Menurut Modul Bahasa Indonesia 7: Puisi Rakyat oleh Kemdikbud, ada tiga jenis puisi rakyat di Indonesia. Apa saja, ya?

3 Jenis Puisi Rakyat

1. Gurindam

Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari India. Istilah gurindam berasal dari bahasa India, yaitu kirindam berarti "mulamula" atau "perumpamaan".

Gurindam kaya akan nilai agama dan moral. Bahkan, orang-orang di zaman dahulu menjadikan gurindam sebagai norma dalam kehidupan.

Ciri-ciri Gurindam

Gurindam memiliki ciri khas sebagai berikut:

  • Terdiri atas dua baris dalam sebait.
  • Tiap baris memiliki jumlah kata sekitar 10-14 kata.
  • Tiap baris memiliki rima sama atau bersajak A-A, B-B, C-C, dan seterusnya.
  • Merupakan satu kesatuan yang utuh.
  • Isi gurindam biasanya berupa nasihat, filosofi hidup atau kata-kata mutiara
  • Baris pertama berisi soal, masalah, atau perjanjian.
  • Baris kedua berisi jawaban, akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama (isi atau maksud gurindam terdapat pada baris kedua).

Contoh Gurindam

Kemudian, contoh gurindam dilansir dari HaiBunda yaitu:

  • Barang siapa mungkirkan janji
    Namanya tentu menjadi keji
  • Kalau mulut tajam dan kasar
    Boleh ditimpa bahaya besar
  • Jika ilmu tidak sempurna
    Tiada berapa ia berguna

2. Pantun

Jenis puisi rakyat selanjutnya adalah pantun. Pantun adalah sesuatu ucapan yang teratur, arahan yang mendidik, dan bentuk kesantunan.

Pantun termasuk puisi Melayu yang mengakar di masyarakat. Pantun dikenal dengan banyak nama di berbagai bahasa di Nusantara seperti tonton (bahasa Tagalog), tuntun (bahasa Jawa), pantun (bahasa Toba).

Ciri-ciri Pantun

Ciri-ciri pantun yaitu:

  • Tiap bait terdiri dari 4 baris atau 4 larik.
  • Tiap baris terdiri atas 8-12 suku kata.
  • Rima akhir tiap baris adalah a-b-a-b.
  • Baris 1 dan 2 adalah sampiran.
  • Baris 3 dan 4 adalah isi.

Contoh Pantun

Sedangkan contoh gurindam seperti dilansir dari detikSulsel adalah:

  • Liburan ke Batu hari Minggu
    Upaya menghilangkan kau punya cemas
    Makanlah selalu tepat waktu
    Agar tubuh tak mudah lemas
  • Jalan-jalan ke pasar di pagi hari
    Pulangnya beli bolu meranti
    Saat mandi jangan lupa menggosok gigi
    Agar gigi tidak bolong lagi
  • Pergi ke pasar naik motor
    Pulangnya beli batagor
    Kalau kamu ingin bertambah pintar
    Jangan pernah malas untuk belajar

3. Syair

Syair berasal dari Persia dan dibawa masuk ke Nusantara bersama dengan masuknya Islam ke Indonesia. Istilah syair berasal dari bahasa arab yaitu syi'ir atau syu'ur yang berarti "perasaan yang menyadari", kemudian kata syu'ur berkembang menjadi syi'ru yang berarti puisi dalam pengetahuan umum.

Dalam perkembangannya, syair mengalami perubahan dan modifikasi sehingga menjadi khas Melayu, tidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair negeri Arab.

Ciri-ciri Syair

Ciri-ciri syair antara lain:

  • Setiap bait terdiri dari empat baris.
  • Setiap baris terdiri atas 8-14 suku kata.
  • Bersajak a-a-a-a.
  • Semua baris adalah isi.
  • Bahasa yang digunakan biasanya berupa kiasan.

Contoh Syair

Adapun contoh Syair yang dilansir dari Buku Bahasa Indonesia Kelas IX oleh Agus Supriatna adalah:

Berhentilah kisah raja Hindustan
Tersebutlah pula suatu perkataan
Abdul Hamid Syah Paduka Sultan Duduklah Baginda bersuka-sukaan.

Abdul Muluk putera Baginda
Besarlah sudah bangsa muda
Cantik menjelis usulnya syahda
Tigas belas tahun umurnya ada.

Parasnya elok amat sempurna
Petak majelis bijak laksana
Memberi hati timbang gulana
Kasih kepadanya mulia dan hina.

Itulah tiga jenis puisi rakyat beserta ciri dan contohnya. Mudah dipahamikan, detikers?



Simak Video "Ciri-ciri Kanker Payudara Stadium 0-4"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia