Perahu Kuno Punjulharjo: Sisa Kejayaan Maritim yang Sezaman dengan Sriwijaya

Perahu Kuno Punjulharjo: Sisa Kejayaan Maritim yang Sezaman dengan Sriwijaya

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 30 Nov 2022 16:40 WIB
Situs perahu kuno di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang.
Foto: Febrian Chandra/detikJateng/Perahu Kuno Punjulharjo: Sisa Kejayaan Maritim yang Sezaman dengan Sriwijaya
Jakarta -

Salah satu bukti kejayaan maritim pada masa Nusantara dapat dilihat melalui perahu kuno Punjulharjo. Peninggalan yang ditemukan di Rembang ini diperkirakan berasal dari abad ke-7 berdasarkan analisis radiokarbon dengan sampel tali ijuk kapal.

Artinya, usianya sezaman dengan Kerajaan Sriwijaya dan Mataram Kuno.

Sementara, diberitakan dalam detikJateng sebelumnya, Sekretaris Desa Punjulharjo, Ubaidillah mengatakan usia peninggalan tersebut lebih tua dari Candi Borobudur yang dibangun sekitar abad ke-8.

Ditemukan saat Hendak Membangun Tambak

Perahu kuno Punjulharjo ditemukan pada Juli 2008 silam. Seorang penduduk Desa Punjulharjo menemukannya saat menggali tanah di pantai untuk membangun tambak garam.

Konservasinya sendiri dilakukan selama tujuh tahun dari 2011 sampai 2018.

Disebutkan dalam laman Kebudayaan Kemdikbud, perahu dengan panjang 17,9 meter dan lebar 5,6 meter itu terlihat dari kedalaman 2 meter dalam posisi membujur timur barat.

Namun, pada sebuah publikasi ilmiah berjudul "Evaluasi Konservasi Perahu Kuno Punjulharjo dan Pengembangan Objek di Masa Depan dalam Perkuatan Identitas" karya Asyhadi Mufsi Sadzali, disebutkan juga versi lain mengenai ukurannya. Artefak ini disebut memiliki panjang 15 meter dan lebar 5 meter.

Ukurannya yang besar ini menunjukkan bahwa pada masa lalu, peninggalan bersejarah tersebut difungsikan untuk keperluan pelayaran jarak jauh.

Penelitian mengenai perahu kuno Punjulharjo juga melibatkan beberapa peneliti luar negeri seperti Pierre-Yves Manguin. Dia merupakan seorang ahli maritim dari Ecole française d'Extrême-Orient Prancis.

Perahu ini disebutnya sangat unik dan menarik karena keutuhan dan kelengkapan bagian-bagiannya.

Artefak tersebut dilengkapi dengan tumbuku atau tonjolan pada bagian dalam yang berlubang-lubang dan fungsinya untuk mengikat, haluan, buritan, lunas kapal, dan sebagainya. Maka, dapat dikatakan bahwa teknologi perahu Nusantara pada abad ke-7 sudah demikian canggih.

Beralih Status

Sejak tahun 2022 ini, perahu Kuno Punjulharjo beralih status dari cagar budaya menjadi situs budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Mutaqin melalui sub koordinator Sejarah, Museum, dan Cagar Budaya Dinbudpar Kabupaten Rembang, Retna Dyah Radityawati menjelaskan hal ini pada pekan lalu (24/11/2022) melalui situs Pemerintah Kabupaten Rembang.

"Jadi mulai tahun 2022 ini perahu kuno di Punjulharjo statusnya sudah tidak benda lagi, tetapi berubah menjadi situs, " kata Retna Dyah.

Pergantian status tersebut menunjukkan perahu kuno ini dinilai penting. Penetapannya sebagai situs dilakukan setelah pemetaan wilayah.

Nantinya, kawasan perahu kuno Punjulharjo akan dikembangkan menjadi zona inti, penyangga, dan pengembangan.



Simak Video "Pengunjung Pertama Candi Borobudur Tahun 2023 Disambut Dua Gajah Cantik"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia