6 Pertempuran dalam Mempertahan Kemerdekaan, Ambarawa hingga Medan Area

6 Pertempuran dalam Mempertahan Kemerdekaan, Ambarawa hingga Medan Area

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 30 Nov 2022 07:30 WIB
Tentara Keamanan Rakyat (TKR) bersama rakyat mengibarkan bendera merah putih setelah berhasil mengalahkan tentara sekutu dalam sosiodrama pertempuran Palagan Ambarawa, pada peringatan HUT Ke-72 RI di Lapangan Pancasila Semarang, Jawa Tengah, Kamis (17/8). Sosiodrama melibatkan sekitar 300 personel dari TNI, pelajar, dan sejumlah elemen masyarakat. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/foc/17.
Foto: ANTARA FOTO/R. Rekotomo/ilustrasi pertempuran ambarawa
Jakarta -

Setelah resmi memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia masih harus menghadapi Belanda dan para sekutu yang berusaha mengambil alih tanah air. Alhasil, terjadi beberapa pertempuran di berbagai daerah di Indonesia guna untuk mempertahankan kemerdekaan.

Dalam laman resmi Kemdikbud RI dijelaskan, bahwa pasca Perang Dunia Kedua, Jepang mengakui kekalahan dari Sekutu. Oleh karena itu, Sekutu mulai mengambil alih daerah kekuasaan Jepang.

Kemudian Belanda yang beraliansi dengan tentara Sekutu berusaha merebut kembali Indonesia. Hal ini dimulai pada 29 September 1945 ketika AFNEI (Allied Forces Netherland East Indies) mulai mendarat di Tanjung Priok di bawah pimpinan Letjen Sir Philip Christison.

Pasukan Sekutu diboncengi NICA (Netherland Indies Civil Administration) pimpinan Van Der Plass sebagai wakil Van Mook. Mereka dengan terang-terangan ingin menegakkan kembali kekuasaan Hindia-Belanda.

Oleh karena itu, terjadilah beberapa pertempuran dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Berikut ini daftarnya.


6 Pertempuran dalam Mempertahan Kemerdekaan:

1. Pertempuran Ambarawa

Pertempuran ini diawali dari kedatangan pasukan Sekutu di bawah pimpinan Brigjen Bethel di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945. Pasukan Sekutu yang sedang menuju Magelang membuat kerusuhan hingga meneror rakyat lokal.

Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di bawah pimpinan Kol. Sudirman kemudian melakukan pengejaran dan pengepungan. Pertempuran yang kelak dikenal dengan "Palagan Ambarawa" pun tak terhindarkan dan terjadi selama empat hari (12-15 Desember 1945).

Pertempuran diakhiri dengan kemenangan TKR pada 15 Desember 1945. Tanggal tersebut dijadikan Hari Juang Kartika TNI-AD.

2. Pertempuran Bandung Lautan Api

Peristiwa Bandung Lautan Api dimulai ketika pasukan Sekutu diboncengi NICA tiba di kota Bandung pada tanggal 13 Oktober 1945.

Pasukan Sekutu mulai menduduki kota Bandung dengan alasan melucuti dan menawan tentara Jepang. Lalu pada 27 November 1945, mereka mengeluarkan ultimatum kepada para pejuang agar meninggalkan area Bandung Utara, namun para pejuang menolak.

Pemerintah pusat Jakarta kemudian turun tangan dan membuat keputusan bahwa Tentara Republik Indonesia (TRI) bersedia mengosongkan Bandung.

Namun, sebelum meninggalkan Bandung, pada tanggal 23-24 Maret 1946 para pejuang menyerbu pos-pos Sekutu dan membumihanguskan kota Bandung dengan api.

3. Pertempuran Surabaya

Pertempuran Surabaya atau Battle of Surabaya diawali dengan kedatangan Sekutu dibawah Komando Brigjen A.W.S. Mallaby di Surabaya, pada tanggal 25 Oktober 1945.

Selang beberapa hari, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1945 terjadi pertempuran antara rakyat Surabaya melawan Sekutu yang menewaskan Brigjen A.W.S. Mallaby.

Sekutu mengultimatum rakyat bersenjata di Surabaya menyerahkan diri pada tanggal 9 November 1945 sebelum pukul 18.00. Jika tidak dipenuhi, Sekutu akan menyerang Surabaya pada tanggal 10 November 1945.

Dengan kobaran semangat dari Bung Tomo, rakyat Surabaya justru melakukan perlawanan terhadap Sekutu. Terjadilah pertempuran berdarah pada 10 November 1945 di mana tanggal tersebut akhirnya ditetapkan menjadi Hari Pahlawan.

4. Pertempuran Puputan Margarana

Pertempuran juga terjadi di daerah Bali dalam mempertahankan kemerdekaan. Pertempuran ini melibatkan pasukan TKR divisi Sunda Kecil di bawah pimpinan Kolonel I Gusti Ngurah Rai dengan pasukan Belanda yang ingin menguasai wilayah Bali.

Peperangan terjadi pada 20 November 1946 dini hari sampai dengan siang hari. Pasukan I Gusti Ngurah Rai berhasil memaksa bertahan hingga titik darah penghabisan, namun sayang mereka harus gugur. Pertempuran ini pun disebut sebagai Puputan Margarana.

5. Peristiwa Merah Putih di Biak

Mengutip buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) oleh Nana Supriatna, dkk, pada 14 Maret 1948, terjadi serangan rakyat Biak terhadap kamp NICA, yaitu tangsi Sorido di Biak, Papua.

Saat itu, persenjataan NICA lebih baik, sehingga perlawanan itu mengalami kegagalan. Dua orang pemimpin serangan tersebut dihukum mati dan para pelaku penyerangan lainnya dihukum seumur hidup.

6. Pertempuran Medan Area

Tentara Sekutu yang diboncengi NICA juga mendarat di Medan pada tanggal 9 Oktober 1945. Pasukan yang dipimpin oleh T.E.D. Kelly menyusul pasukan pimpinan Westerling yang sudah datang sebelumnya ke Medan.

Melihat kondisi itu, para pemuda Medan segera membentuk TKR. Lalu. tanggal 13 Oktober 1945 terjadi pertempuran yang dikenal dengan nama Medan Area.

Nah, itulah sederet pertempuran yang terjadi dalam mempertahankan kemerdekaan di berbagai daerah di Indonesia.



Simak Video "Kamera Drone Abadikan Pertempuran Sengit di Luhansk"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia