Sejarah Kartu Merah dan Kuning Digunakan di Sepakbola, Guru Ini Penemunya

Sejarah Kartu Merah dan Kuning Digunakan di Sepakbola, Guru Ini Penemunya

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 28 Nov 2022 20:00 WIB
VIGO, SPAIN - AUGUST 17: Estrada Fernandez, the referee, shows a red card to Luka Modric of Real Madrid during the Liga match between RC Celta de Vigo and Real Madrid CF at Abanca-BalaĆ­dos on August 17, 2019 in Vigo, Spain. (Photo by Octavio Passos/Getty Images)
Foto: (Getty Images)/ Ilustrasi Sejarah Kartu Merah dan Kuning Digunakan di Sepakbola, Guru Ini Penemunya
Jakarta -

Kartu merah dan kartu kuning di dunia sepakbola diciptakan oleh seorang guru sekolah asal Inggris bernama Kenneth George Aston atau Ken Aston. Di sela-sela kesibukannya menjadi pengajar, Aston melakoni peran sebagai wasit.

Kartu yang diciptakan Aston itu seketika populer. Setiap orang langsung bisa menyaksikan keputusan yang dibuat oleh wasit.

Namun, sejarah kartu merah dan kartu kuning dalam sepakbola tidak dapat dilepaskan dari peristiwa Battle of Santiago tahun 1962 yang ricuh.

Penggunaan Kartu Merah dan Kartu Kuning Pertama Kali

Kartu merah dan kartu kuning pertama kali digunakan dalam Piala Dunia tahun 1970 di Meksiko.

Namun, penggunaannya dilatarbelakangi oleh sebuah pertandingan delapan tahun sebelumnya, yang kemudian peristiwanya dikenal sebagai Battle of Santiago tahun 1962. Pertandingan ini lantas disebut demikian karena permainan berbuntut kacau.

Battle of Santiago 1962 sebetulnya adalah pertandingan antara Chili dan Italia. Aston mendapat kesempatan untuk bertindak sebagai wasit dalam pertandingan sepakbola tersebut.

Battle of Santiago 1962

Pada pertandingan antara Chili dan Italia pada Piala Dunia 1962, hanya membutuhkan 12 detik untuk pelanggaran pertama terjadi. Demikian dikutip dari History of Football William Byrd School.

Pada menit ke-8, Aston hendak mengeluarkan pemain Italia, Giorgio Ferrini karena menendang pemain lawan. Namun, Aston tak dapat berbicara dalam bahasa Italia dan tidak ada cara untuk membuat pemain tersebut keluar.

Hal tersebut berarti bahwa para rekan satu tim dan petugas pengaman harus ikut mengeluarkan Ferrini.

Masih di pertandingan yang sama, seorang pemain asal Chili, Leonel Sanchez meninju Mario David, tetapi Aston tidak mengirimnya keluar. David amat marah akan hal ini sampai-sampai dia menendang Sanchez di depan wasit.

Pada adu fisik yang kedua, Aston meminta David meninggalkan lapangan dan lagi-lagi dia tidak punya cara untuk menyuruh keluar.

Pertandingan ini berdampak besar bagi Aston. Kendati begitu, juga memberikannya ide tentang bagaimana menunjukkan kepada semua orang ketika dia ingin mengeluarkan pemain dari permainan.

Terinspirasi dari Lampu Lalin

Situasi kurang lebih serupa terjadi saat perempat final Piala Dunia 1966 yang digelar di Stadion Wembley, Inggris antara Argentina melawan tuan rumah yang dipimpin wasit Rudolf Kreitlein dari Jerman Barat.

Dalam pertandingan yang berlangsung dalam tensi tinggi tersebut, Argentina harus kehilangan kaptennya Antonio Rattin yang dikeluarkan wasit.

Sementara dua bintang Inggris, Jack dan Bobby Charlton disebut mendapatkan peringatan yang kemudian dituliskan di buku catatan wasit menurut laporan dari Guardian. Hanya saja versi televisi yang menyiarkan tak ada bukti keduanya mendapatkan peringatan tersebut.

Pada saat perjalanan pulang dari sebuah pertandingan di Wembley Stadium tersebut, Aston berhenti di dekat sebuah lampu lalu lintas di Kensington High Street. Dia menyadari warna lampu bisa digunakan dalam pertandingan sepakbola.

Waktu itu, dia hanya fokus ke warna kuning dan merah. Jika menggunakan kartu dengan kedua warna ini, maka halangan bahasa apa pun bisa terlewati. Baik pemain maupun suporter akan melihat mereka adanya peringatan atau pemain dikeluarkan.

Jadi sistem di mana wasit menunjukkan kartu kuning untuk peringatan, dan kartu merah untuk mengeluarkan pemain dari lapangan diproses pihak yang punya kewenangan untuk diperkenalkan pada turnamen Piala Dunia 1970 di Meksiko.



Simak Video "Erick Thohir: Perlu Nyali untuk Bersih-bersih Sepakbola Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia