Ada Mahasiswa Universitas Oxford di Balik Istilah 'Soccer'

Ada Mahasiswa Universitas Oxford di Balik Istilah 'Soccer'

Novia Aisyah - detikEdu
Sabtu, 26 Nov 2022 09:00 WIB
OXFORD, ENGLAND - AUGUST 25: Books requested by readers are placed in hygienic bags in the Radcliffe Camera at the Bodleian Libraries on August 25, 2020 in Oxford, England. The world famous libraries closed in mid-March due to the coronavirus pandemic. After putting in strict social distancing measures the Oxford University Libraries have partially opened for students and academics. A gradual reopening to the public, via online booking, begins on September 1.  (Photo by Christopher Furlong/Getty Images)
Foto: Getty Images/Christopher Furlong/ Ilustrasi Ada Mahasiswa Universitas Oxford di Balik Istilah 'Soccer'
Jakarta -

Salah satu perbedaan yang paling dikenal dalam bahasa British English dan American English adalah penggunaan football dan soccer.

Di Inggris Raya, sepakbola biasa disebut football. Sementara, Amerika Serikat (AS) menyebutnya sebagai soccer.

Olahraga ini diketahui diciptakan di Inggris, maka dari itu soccer kerap disebut bentuk Amerikanisme. Namun, dicatat dalam Encyclopaedia Britannica, istilah soccer juga diciptakan di Inggris.

Lantas, kenapa justru penduduk Amerika lebih menggunakan soccer ketimbang orang Inggris sendiri?

Mahasiswa Oxford di Balik 'Soccer'

Sepakbola sering dikatakan telah bermula sejak tahun 1863, yakni saat Football Association yang baru saja dibentuk menulis seperangkat aturan untuk permainan tersebut. Pada waktu itu, sepakbola adalah permainan yang paling banyak dilakukan di Inggris, tetapi bukan satu-satunya.

Olahraga yang turut ramai kala itu adalah rugby football atau sepakbola rugby. Sementara, permainan yang mengikuti aturan Football Association bernama association football atau sepakbola asosiasi.

Nama-nama ini mau tidak mau dipersingkat. Mahasiswa Universitas Oxford yang kreatif kemudian mempersingkat istilah rugby football sebagai 'rugger' dan association football sebagai 'assoccer'.

Istilah 'assoccer' pun diperpendek lagi menjadi 'soccer'. Kadang juga disebut 'socker'.

Kata tersebut berkembang cepat di luar kampus. Namun, 'soccer' juga tidak pernah menjadi lebih dari sekadar nama kecil di Inggris Raya.

Pada abad 20, 'rugby football' lebih dikenal sebagai 'rugby', sedangkan 'association football' memperoleh hak untuk disebut sebagai 'football' saja.

Sementara itu, di AS ada sebuah permainan sepakbola yang muncul pada akhir abad 19 dengan meminjam unsur rugby dan association football. Tak lama kemudian, permainan ini lebih populer ketimbang keduanya.

Sepakbola tersebut dikenal sebagai 'gridiron football', tetapi orang kerap mengabaikan kata pertamanya. Oleh sebab itu, asosiasi pemain-pemain sepakbola AS mengadopsi istilah 'soccer'.

Asosiasi Sepakbola Amerika Serikat atau The United States Football Association yang dibentuk pada 1910-an pun mengubah namanya menjadi The United States Soccer Football Association pada 1945 dan selanjutnya menghapus kata football di dalamnya. Pada akhirnya, istilah 'soccer' pun lebih melekat.



Simak Video "Erick Thohir: Perlu Nyali untuk Bersih-bersih Sepakbola Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia