Diagram Garis: Contoh, Cara Membuat dan Membaca, serta Manfaatnya

Diagram Garis: Contoh, Cara Membuat dan Membaca, serta Manfaatnya

Putri Tiah Hadi Kusuma - detikEdu
Minggu, 27 Nov 2022 06:00 WIB
A woman tutors a female middle school student in the library.
Foto: Getty Images/iStockphoto/dcdebs/ Ilustrasi Diagram Garis: Contoh, Cara Membuat dan Membaca, serta Manfaatnya
Jakarta -

Diagram garis umumnya digunakan untuk menggambarkan keadaan yang berkesinambungan, sebagaimana dijelaskan dalam buku Mari Memahami Konsep Matematika oleh Wahyudi Djumanta.

Sama halnya dengan diagram batang, diagram garis pun membutuhkan sistem sumbu datar dan sumbu tegak yang saling berpotongan tegak lurus. Biasanya, sumbu datar menyajikan waktu, sedangkan sumbu tegak menyajikan data yang berubah menurut waktu.

Simak penjelasan lengkap tentang diagram garis di bawah ini.

Pengertian Diagram Garis

Diagram garis adalah penyajian suatu data dengan grafik yang berbentuk garis lurus. Pada umumnya diagram garis digunakan untuk menampilkan data yang didapatkan dari pengamatan dari waktu ke waktu secara berurutan.

Dikutip dari Kompetensi Matematika 2 oleh Johanes, S Pd, MEd, waktu pengamatan diletakkan pada sumbu horizontal (sumbu X), sedangkan nilai-nilai data yang diamati diletakkan pada sumbu vertikal (sumbu Y).

Pada waktu pengamatan tertentu (misalnya x) akan diperoleh nilai pengamatan tertentu juga (misal y) sehingga diperoleh pasangan (x,y). Himpunan dari pasangan waktu pengamatan dengan nilai pengamatan tersebut selanjutnya membentuk titik-titik pada bidang. Jika setiap dua titik yang berdekatan dihubungkan dengan garis lurus, maka hasil yang didapatkan yaitu suatu diagram garis.

Cara Membuat Diagram Garis dan Cara Membacanya

Langkah-langkah membuat diagram garis beserta cara membacanya, dikutip Statistik Penelitian Pendidikan dengan Aplikasi Ms Excel dan SPSS oleh Sinta Dameria Simanjuntak, S Si, M Pd adalah sebagai berikut:

1. Buatlah dua buah sumbu. Letakkan data tentang waktu pengamatan pada sumbu horizontal (x) dengan jarak yang sama dan sumbu vertikal (y) untuk menunjukkan nilai pengamatan atau frekuensi.

Skala pada masing-masing sumbu sebaiknya mengambil skala yang proporsional.

2. Tentukan nilai data yang bersesuaian. Caranya, dengan membuat garis bantu datar tipis dari titik sumbu vertikal (y) yang menunjukkan frekuensi sehingga berpotongan dengan garis bantu tipis tegak lurus dari titik sumbu horizontal (x) yang menunjukkan waktu pengamatan.

Apabila semua data sudah disesuaikan pada setiap sumbu, maka akan terdapat sekumpulan titik-titik.

3. Hubungkan sekumpulan titik-titik tersebut dengan menggunakan garis lurus sehingga diperoleh diagram garis.

4. Di bawah diagram garis diberi judul diagram dengan rata tengah. Judul diagram terdiri dari nomor, topik, kapan dan di mana topik itu terjadi.

Manfaat Menggunakan Diagram Garis

Beberapa manfaat penggunaan diagram garis dalam pekerjaan sehari-hari, seperti dinukil dari buku Pembuatan Jenis Grafik dan Pivot Grafik di Excel oleh Edi Winarno ST adalah:

1. Bagus untuk menyajikan nilai data tertentu, maksudnya dengan satu variabel, variabel yang lain bisa ditentukan.

2. Menampilkan tren data dengan jelas, artinya menampilkan dengan jelas bagaimana satu variabel dipengaruhi variabel lainnya, misalnya apakah naik atau menurun

3. Memungkinkan audiens untuk membuat prediksi tentang data di masa depan yang belum tercatat.

Contoh Diagram Garis

Berikut contoh diagram garis dari hasil tangkapan layar, dikutip dari buku Mathematics for Junior High School oleh University of Maryland Mathematics Project.

Diagram garisDiagram garis Foto: Dok. Mathematics for Junior High School oleh University of Maryland Mathematics Project
Diagram garisDiagram garis Foto: Dok. Mathematics for Junior High School oleh University of Maryland Mathematics Project



Simak Video "Legislator Golkar Tak Percaya Diagram Kekaisaran Polri: Upaya Pecah Belah"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia