7 Hewan yang Hidup Tanpa Otak, Ada Bintang Laut hingga Kerang

7 Hewan yang Hidup Tanpa Otak, Ada Bintang Laut hingga Kerang

Anisa Rizki - detikEdu
Sabtu, 26 Nov 2022 10:00 WIB
People play with starfishes as thousands of them washed ashore during low tide on Garden City Beach, S.C., Monday, June 29, 2020. Thousands of small starfish washed ashore during low tide on Garden City Beach, S.C. Residents and tourists rushed play in the mass of wriggling starfish, collecting some and putting handfuls of others back into the water. (Jason Lee/The Sun News via AP)
Bintang laut termasuk hewan yang tak punya otak (Foto: AP/JASON LEE)
Jakarta -

Otak menjadi salah satu organ yang memiliki fungsi penting pada makhluk hidup, baik manusia ataupun hewan. Bahkan, otak menjadi pusat pengendalian sistem saraf ke seluruh tubuh.

Walau begitu, ternyata ada sejumlah hewan yang tidak memiliki otak. Faktanya, mereka bisa tetap hidup dan berkembang biak meski tanpa otak.

Biasanya, hewan yang tidak memiliki otak menggunakan karakteristik biologisnya untuk bertahan hidup. Banyak dari mereka yang tidak dapat bergerak dan umumnya menggunakan saraf sensorik untuk mencari makanan serta bertahan dari bahaya yang mengintai.

Dikutip dari AZ Animals dan Wildlife in Former pada Kamis (24/11/2022), berikut 7 hewan yang hidup meski tidak memiliki otak.

7 Hewan yang Tidak Memiliki Otak

1. Bintang Laut

Bintang laut menjadi salah satu hewan yang tidak memiliki otak. Meski hidup di air, binatang ini tidak bisa berenang dan banyak menghabiskan waktunya di dasar laut.

Tanpa otak, bintang laut menggunakan sensor dasar untuk menjaga diri dari musuh dan mencari makanan. Terdapat lebih dari 2.000 spesies bintang laut dengan ragam ukuran, warna, dan bentuk di seluruh dunia.

Pada ujung lengannya, bintang laut memiliki mata kecil yang berfungsi untuk membedakan terang dan gelap.

2. Kerang

Detikers sering memakan kerang? Nah, santapan lezat ini ternyata tergolong ke dalam salah satu hewan yang tidak memiliki otak. Mereka hidup di dalam cangkang dengan mengandalkan sistem sarafnya untuk memeriksa kondisi sekitar.

Kerang memangsa zooplankton dan fitoplankton. Terdapat lebih dari 15.000 spesies kerang di dunia.

3. Bulu Babi

Bulu babi adalah hewan yang memiliki duri beracun di sekujur tubuhnya. Binatang ini berjalan dengan kaki-kaki kecil yang ada di sekitar bulu tajamnya.

Mereka memiliki mulut yang terletak di bagian bawah dan sistem ekskresi atau pembuangan di bagian atas tubuh. Sebagai pengganti otak, bulu babi mempunyai saraf berbentuk cincin yang mengelilingi mulut mereka.

4. Ubur-ubur

Ubur-ubur ternyata juga bertahan hidup tanpa otak. Jika kebanyakan hewan yang tidak memiliki otak memiliki pergerakan yang terbatas, lain halnya dengan ubur-ubur.

Hewan ini mengikuti arus laut dan menyemprotkan air dari dalam tubuhnya untuk membantu mereka bergerak ke depan. Kemampuan tersebut digunakan oleh ubur-ubur untung meraih makanannya.

Ubur-ubur hidup dengan mengandalkan jaringan saraf sensorik. Tentakelnya bereaksi terhadap benda-benda asing dan memiliki sengatan yang beracun.

5. Teripang

Teripang merupakan salah satu hewan yang dapat mengeluarkan zat beracun yang dapat membutakan mata manusia. Makhluk ini ternyata tidak memiliki otak.

Mereka menggunakan kaki di sekitar mulutnya untuk menangkap dan mengambil mangsanya. Teripang memakan alga, limbah dan invertebrata air.

Hewan ini bisa melompat hingga ketinggian 1.000 meter dan menjatuhkan tubuhnya lagi ke dasar lautan. Terdapat sebanyak 1.000 spesies teripang di seluruh dunia.

6. Karang

Sering dianggap tanaman, sebetulnya karang tergolong ke dalam jenis hewan tanpa otak. Mereka memiliki tubuh yang asimetris dan menyengat musuhnya. Karang menangkap dan memakan plankton menggunakan tentakelnya.

Terdapat sekitar 6.000 spesies dari koral. Mereka tergolong ke dalam jenis hewan dengan pertumbuhan lambat, ukuran tubuhnya hanya bertambah sepanjang 2 cm setiap tahun.

7. Tiram

Sama seperti kerang, tiram juga tidak memiliki otak. Hewan ini bertahan hidup dengan menggunakan sistem saraf, organ dalam dan hatinya. Mereka mampu menghasilkan mutiara cantik dan mengandung gizi yang lebih tinggi.

Tiram mampu menyaring air di sekitar mereka untuk memangsa plankton sebagai makanannya. Di penangkaran, hewan ini dapat hidup hingga 20 tahun dan telah ada di dunia sejak 15 juta tahun yang lalu.



Simak Video "Dialami Indra Bekti, Simak Pengertian dan Gejala Perdarahan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia