10 Contoh Simbiosis Komensalisme dari Hewan dan Tumbuhan

10 Contoh Simbiosis Komensalisme dari Hewan dan Tumbuhan

Trisna Wulandari - detikEdu
Sabtu, 26 Nov 2022 07:00 WIB
Ni Wayan Sri Laba memeriksa koleksi anggreknya di Duta Orchid Garden, Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar Timur, Bali, Minggu (5/6/2022).
Ni Wayan Sri Laba memeriksa koleksi anggreknya di Duta Orchid Garden, Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar Timur, Bali, Minggu (5/6/2022). Hubungan anggrek dan pohon adalah contoh simbiosis komensalisme. Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri
Jakarta -

Simbiosis komensalisme adalah hubungan antara dua makhluk hidup dengan makhluk hidup pertama mendapat keuntungan dan makhluk hidup kedua tidak dirugikan, tetapi juga tidak diuntungkan.

Contoh simbiosis komensalisme antara lain hubungan ikan kecil remora dan ikan hiu. Ikan kecil remora (sucker fish) yang berenang dekat ikan hiu bisa mendapat sisa-sisa makanan dan perlindungan dari ikan hiu.

Sementara itu, ikan hiu tidak terganggu dengan kehadiran ikan remora, meskipun juga tidak mendapat keuntungan berada di dekat ikan remora, seperti dikutip dari Biologi Interaktif Kelas X IPA oleh Wijaya Jati.

Contoh hewan simbiosis komensalisme adalah sapi dan burung egret. Seperti apa hubungannya? Simak contoh simbiosis komensalisme berikut.

Contoh Simbiosis Komensalisme

1. Anggrek dan Pohon Mangga

Tumbuhan anggrek bisa tumbuh menempel di pohon mangga sebagai tempat hidup dan memperoleh paparan sinar matahari. Pertumbuhan pohon mangga tidak terganggu saat hidup berdampingan dengan anggrek.

2. Teritip dan Paus

Teritip dapat hidup menempel pada paus. Dengan begitu, teritip terbantu mengumpulkan makanan dari air saat pas berenang. Sementara itu, paus tidak terganggu dengan teritip yang menempel pada badannya, seperti dikutip dari laman Khan Academy.

3. Burung dan Pohon

Burung bisa memanfaatkan dahan-dahan pohon sebagai tempat mendirikan sarang. Ranting kecil pohon dan daunnya juga bisa digunakan sebagai bahan sarang. Pohon yang didiami burung secara permanen umumnya tidak terdampak negatif oleh burung dan anak-anaknya, meskipun juga tidak mendapat manfaat balik, seperti dikutip dari laman World Atlas.

4. Serigala Emas dan Harimau

Serigala emas umumnya berburu dalam kawanan. Ketika dikeluarkan atau terpisah dari kawanan, serigala emas dapat mengikuti harimau. Sisa makanan harimau dapat dimakan serigala emas. Harimau tidak terganggu dengan keberadaan serigala yang membuntutinya, selama makan setelah harimau tersebut kenyang.

5. Sapi dan Burung Egret

Saat sapi mengaduk-aduk lumpur dan tanah, akan muncul serangga dan hewan-hewan kecil dari balik tanah berlumpur. Burung egret yang hinggap di atas sapi akan terbang dan memakan serangga serta hewan-hewan kecil lainnya dari garapan sapi tersebut. Sapi sendiri tidak dirugikan oleh burung ini.

6. Kalajengking Semu dengan Mamalia dan Serangga

Pseudoscorpion atau kalajengking semu adalah hewan mirip kalajengking, tetapi tidak punya penyengat. Pseudoscorpion kerap menempel pada bulu mamalia dan kaki atau sayap serangga seperti kumbang. Dengan begitu, kalajengking semu terlindung dari pemangsa.

Di sisi lain, karena ukurannya kecil, keberadaan pseudoscorpion tidak mengganggu hewan inangnya.

7. Burung Hantu dan Pohon Berkayu

Burung hantu bisa bersarang di rongga-rongga alami pohon dan di sela cabang pohon. Burung hantu juga kadang hidup di sarang elang atau gagak yang sudah ditinggalkan dan di tebing. Kebiasaan burung hantu ini menguntungkan dirinya karena mendapat tempat tinggal, tetapi tidak merugikan pohon tempat ia berdiam.

8. Kodok dan Tanaman Berdaun Lebar

Kodok pohon memanfaatkan tanaman berdaun lebar untuk melindungi diri dari predator dan hujan lebat. Karena itu, kodok pohon bisa ditemukan hampir di semua benua, kecuali di Antartika.

9. Sirih dan Pohon

Sirih tumbuh merambat ke inangnya, contohnya seperti pohon, seperti dikutip dari laman Direktorat Jenderal SMP Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Hidup dirambati sirih tidak mengganggu pohon inangnya.

10. Udang dan Ketimun Laut

Udang bisa hidup menempel pada ketimun laut untuk mendapat sisa makanannya. Meski menempel, udang tidak merugikan hidup ketimun laut.

Bagaimana detikers, apa contoh simbiosis komensalisme yang kamu temukan sehari-hari?



Simak Video "Raisa Sempat Fobia Ikan Hiu Gegara Film"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia