Sifat-sifat Cahaya dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 24 Nov 2022 17:30 WIB
Pelangi terlihat dari stasiun delanggu, Klaten pagi ini.
Pelangi, salah satu contoh penerapan sifat-sifat cahaya. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Jakarta -

Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elektromagnetik kasat mata dengan panjang gelombang 380-750 nm serta tidak butuh medium sebagai media rambat.

Sifat-sifat cahaya adalah merambat lurus, dapat dipantulkan, dapat dibiaskan, dan dapat diuraikan, seperti dikutip dari Sifat-sifat Cahaya dan Pemanfaatannya oleh Saut M Simamora dan Tri Astari.

Pada bidang fisika, cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata maupun tidak.

Cahaya juga merupakan paket partikel yang disebut foton, seperti dikutip dari Cahaya dan Penerapan Sifat-sifat Cahaya oleh Ryzald Mahendra Putra.

4 Sifat Cahaya dan Contohnya

1. Cahaya Dapat Merambat Lurus

Cahaya bersifat dapat merambat lurus. Sifat ini dapat terlihat saat senter disorotkan ke depan, maka cahaya senter akan merambat lurus sesuai arah yang dituju.

Rambatan cahaya dapat menembus benda bening atau transparan, contohnya adalah seperti kaca jendela rumah.

Sementara itu, sejumlah benda lainnya dapat meneruskan rambatan cahaya yang datang dan menyebarkan sebagian lainnya. Benda ini dinamakan benda translusens. Contohnya adalah seperti kain gorden tipis dan beberapa jenis plastik.

2. Cahaya Dapat Dipantulkan

Ketika cahaya mengenai permukaan yang datar dan licin, cahaya akan mengalami pemantulan teratur, contohnya pada cermin.

Ketika bercermin di cermin datang, orang bisa melihat pantulan dirinya sama besar dengan aslinya karena cahaya dipantulkan oleh cermin tersebut.

Sementara itu, pemantulan pada cermin cekung memiliki sifat bayangan lebih besar dari ukuran benda asli. Adapun sifat bayangan pada cermin cembung yaitu lebih kecil dari ukuran asli benda.

Ketika cahaya mengenai permukaan kasar, terjadi pemantulan baur (difus). Contoh, sebuah ruangan terkena cahaya pada siang hari membuatnya tidak gelap meskipun lampu tidak dinyalakan. Sebab, cahaya Matahari dipantulkan oleh benda-benda di ruangan tersebut.

3. Cahaya Dapat Dibiaskan atau Dibelokkan

Pembiasan cahaya adalah peristiwa pembelokan cahaya saat merambat dari satu medium ke medium lain yang punya indeks bias berbeda.

Pembiasan terjadi karena ada perbedaan kelajuan gelombang cahaya saat merambat di dua medium berbeda.

Contoh sifat cahaya dapat dibiaskan yaitu saat berenang dan meletakkan sebilah tongkat ke dalam air yang terkena cahaya matahari, maka tongkat akan tampak lebih besar dari ukuran sebenarnya.

4. Cahaya Dapat Diuraikan

Sifat cahaya dapat diuraikan disebut juga dispersi cahaya. Prinsip penguraian cahaya atau dispersi adalah penguraian cahaya putih menjadi cahaya berwarna-warni, seperti dikutip dari Fisika Kesehatan oleh Dr Nana, MPd.

Contoh sifat cahaya dapat diuraikan yaitu munculnya pelangi. Saat cahaya Matahari yang tampak berwarna putih mengenai tetesan air sisa hujan pada sudut tertentu, cahaya akan merambat dari udara ke air yang lebih padat. Cahaya Matahari lalu dipantulkan dalam atmosfer dan air hujan, dikutip dari Earth Eclipse.

Cahaya Matahari sebetulnya terdiri dari beragam spektrum warna, masing-masing dengang panjang gelombang berbeda.

Beda panjang gelombang ini membuat pelangi terlihat warna-warni dari cahaya Matahari yang hanya tampak putih.



Simak Video "Tindak Lanjut Tim Film Penyalin Cahaya Atas Isu Pelecehan Seksual"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia