Sejarah Fitur Copy Paste, Ditemukan oleh Lulusan Kampus Ini

Sejarah Fitur Copy Paste, Ditemukan oleh Lulusan Kampus Ini

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 23 Nov 2022 15:00 WIB
Ilustrasi menggunakan komputer
Foto: Pinterest/ilustrasi penggunaan copy paste pada laptop
Jakarta -

Bagaimana jadinya jika dunia teknologi tidak mengenal fitur 'copy' dan 'paste'? Mungkin akan menghambat sebuah penulisan, penyusunan tugas, daftar pekerjaan, atau kesulitan lainnya.

Beruntunglah ada ilmuwan bernama Lawrence Gordon Tesler atau dikenal juga dengan Larry Tesler. Ia berhasil menerapkan fitur 'copy-paste' pertama antara tahun 1973-1976.

Bekerja sebagai User Interface Design

Dikutip dari BBC, Tesler mulai bekerja di pusat inovasi terbesar Amerika Serikat yakni Silicon Valley pada awal 1960-an. Pada masa itu, ia juga belajar ilmu komputer di Stanford University.

Setelah lulus, Tesler fokus pada spesialisasi dalam User Interface Design atau desain antarmuka pengguna.

Karena saat itu komputer belum dapat diakses oleh sebagian besar orang. Maka Tesler mulai fokus pada bidang yang bisa membuat sistem komputer lebih mudah digunakan.

Dengan tujuannya itu, ia memulai karier di bidang teknologi bersama perusahaan Xerox Palo Alto Research Center (Parc), sebelum akhirnya bergabung dengan perusahaan Apple milik Steve Jobs.

Di perusahaan Apple, lulusan ilmu komputer Stanford itu menghabiskan 17 tahun dan berhasil meraih posisi sebagai kepala ilmuwan.

Ditemukannya Fitur Copy Paste

Melansir India Today, fitur copy-paste atau salin dan tempel pertama diimplementasikan oleh Tesler pada tahun 1973-1976.

Saat itu, Tesler bersama dengan ilmuwan lain bernama Tim Mottsaat mengerjakan pemrograman smalltalk-76 di ALC (Alto Research Center) Xerox Corporation.

Namun, fungsi fitur tersebut menjadi sangat terkenal di bawah dua sistem operasi Apple Lisa (1983) dan Macintosh (1984) di mana fungsi Cut (x), Copy (c) dan Insert (p) digunakan.

Tesler memiliki keyakinan bahwa sistem komputer harus berhenti menggunakan 'mode', yakni sistem yang umum dalam desain perangkat lunak pada saat itu.

Mode tersebut memungkinkan pengguna untuk beralih antara fungsi pada perangkat lunak dan aplikasi tetapi membuat komputer memakan waktu dan rumit.

Oleh karena itu, dia akhirnya mengenalkan copy paste sebagai fitur praktis untuk meningkatkan produktivitas dunia secara eksponensial.

Kini, berkat inovasinya, termasuk fitur 'cut' atau potong, penggunaan komputer menjadi lebih mudah dipelajari dan dimanfaatkan.



Simak Video "Sejarah Camilan Wingko Babat"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia