Ini Penulis Pertama di Dunia, Tulis Puisi untuk Dewi Mesopotamia Kuno

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 23 Nov 2022 13:30 WIB
Ilustrasi Buku Tua
Foto: cocoparisienne/Pixabay/ilustrasi tulisan kuno
Jakarta -

Banyak orang mungkin mengira bahwa tokoh-tokoh Yunani kuno seperti penyair Homer, Sappho atau sejarawan Herodotus sebagai penulis pertama. Tapi benarkah mereka penulis pertama yang pernah ditemukan?

Sejarah mencatat, tulisan tertua pernah ditemukan berasal lebih dari 5.000 tahun lalu di Mesopotamia kuno atau tempat yang sekarang disebut negara Irak.

Sebuah penemuan arkeologi tersebut berupa tulisan yang dikenal sebagai cuneiform. Tulisan tersebut ditandai dengan bentuk baji yang dibuat dengan menekan alat runcing ke tanah liat basah, dikutip dari Live Science.


Penulis Pertama di Dunia

Jauh sebelum tokoh-tokoh Yunani menulis, ternyata ada seorang pendeta wanita dan penyair yang dikenal sebagai Enheduanna.

Seorang Assyriologist di Yale University, Benjamin Foster, menjelaskan bahwa penulis pertama yang dimaksud adalah yang ditemukan oleh ilmuwan dan bisa dikaitkan dengan teks yang ada.

"Yang kami maksud dengan penulis pertama adalah dia adalah penulis pertama yang kami kenal namanya yang dapat kami hubungkan dengan teks yang ada," katanya.

Enheduanna sendiri adalah putri raja Akkadia Sargon, yang hidup dari sekitar 2334 SM hingga 2279 SM.

Bukti keberadaan Enheduanna tersebut diungkapkan oleh Tamur, salah satu kurator pameran tentang Enheduanna di Perpustakaan dan Museum Morgan di New York.

Menulis Puisi

Nama Enheduanna diberikan sebagai peran untuk pendeta tinggi di kota Ur di Sumeria (Mesopotamia Kuno).

"Sebagai pendeta tinggi dan perwakilan ayahnya di Ur, dia jelas merupakan sosok yang sangat penting di kota Ur," ungkap Tamur.

"Dan di atas semua tanggung jawab ini, dia menulis puisi."

Beberapa puisi Enheduanna ditulis untuk menghormati dewi Sumeria Inanna atau dikenal dengan putri Nanna.

Enheduanna Sudah Menggunakan Metafora

Dalam puisi Enheduanna, dewi Inanna disamakan dengan pasangan Akkadia Ishtar yakni dewi cinta dan perang.

Tamur menerangkan bahwa tulisan Enheduanna saat itu, sudah bisa menggambarkan Inanna yang galak dan kejam sekaligus penyayang dan baik hati.

Menurutnya, puisi Enheduanna juga kaya dengan detail otobiografi. Seperti perjuangannya melawan Lugalanne, calon raja Ur yang berusaha untuk mencopotnya dengan paksa dari jabatannya.

"Enheduanna adalah penulis pertama yang kami ketahui yang memasukkan detail otobiografi ke dalam narasinya," kata Tamur.

"Selain itu, dia adalah penulis pertama yang memberi tahu kita sesuatu tentang bagaimana dia menciptakan puisi-puisi ini. Dia menyamakan tindakan penciptaan sastra dengan persalinan, penggunaan metafora ini yang pertama kali diketahui, yang akan tetap digunakan selama ribuan tahun dalam sastra dunia."



Simak Video "Salman Rushdie Mulai Lepas Ventilator Usai Ditikam Berkali-kali"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia