Mengapa Bali Cocok jadi Lokasi Acara Internasional? Pakar UNS Beri Alasannya

Mengapa Bali Cocok jadi Lokasi Acara Internasional? Pakar UNS Beri Alasannya

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 22 Nov 2022 17:30 WIB
Monumen pertempuran di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan, Bali
4 Alasan Bali Cocok jadi Lokasi Acara Internasional. (Foto: Chairul Amri Simabur/detikBali)
Jakarta -

Bali sering kali menjadi lokasi acara internasional. Selain kekayaan alam yang indah, Bali kerap ditunjuk sebagai lokasi acara-acara penting bersifat mancanegara.

Baru-baru ini, Bali ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 15-16 November. Konferensi itu dihadiri oleh 17 kepala negara, Sekjen PBB, Dirjen WHO, termasuk Presiden FIFA.

Pulau Dewata bahkan dijadikan tempat emergency meeting kepala negara anggota G7 yang kebetulan menghadiri KTT G20 untuk membahas insiden rudal milik Ukraina yang nyasar ke Polandia.

Di pulau yang sama, dihelat pula pertemuan bilateral pertama antara Joe Biden dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Xi Jinping setelah Presiden Amerika Serikat ini dilantik pada 20 Januari 2021 yang lalu.

Berkaca dari hal tersebut, Pakar Pariwisata Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr Deria Adi Wijaya, S ST Par, M Sc membeberkan faktor apa yang membuat Bali cocok dijadikan lokasi acara tingkat internasional. Berikut daftarnya

Alasan Bali Cocok Dijadikan Lokasi Acara Internasional

1. Amenities atau Fasilitas

Dr Deria menjelaskan, salah satu faktor yang mendukung Bali sebagai lokasi acara tingkat internasional adalah amenities atau fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh siapa pun.

"Kalau kita bicara soal amenities di Bali sudah paling lengkap. Bisa dibilang Bali memiliki segala hal, berbagai macam fasilitas penunjang atau pendukung wisatawan untuk tinggal di destinasi wisata," jelas Dr Deria dalam laman UNS dikutip Selasa (22/11/2022)

Amenities sangat penting bagi destinasi wisata agar wisatawan dapat tinggal dalam waktu yang lama.

"Bali inilah salah satu destinasi wisata yang amenities-nya paling lengkap," tambahnya.

2. Attraction

Faktor lainnya yang membuat adalah attraction. Attraction yakni penarik wisatawan agar mau menyambangi destinasi wisata.

Dalam hal ini, attraction yang dimaksud meliputi hal apa pun yang ditawarkan oleh pengelola tempat wisata, mulai dari pemandangan gunung, keragaman flora dan fauna, hingga nilai historis yang tersimpan.

"Inilah mengapa Bali sering dijadikan tempat penyelenggaraan agenda atau pertemuan di tingkat internasional," ungkap Dr. Deria.

3. Accesibility

Selain amenities dan attraction, terdapat pula accesibility atau aksesibilitas. Aksesibilitas yang membantu wisatawan mencapai destinasi wisata dengan mudah.

Dr Deria mengatakan, aksesibilitas di Bali termasuk lengkap dan sudah terintegrasi. Hal ini dibuktikan dari keberadaan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, dan Pelabuhan Benoa.

"Saya rasa aksesibilitasnya tergarap dengan baik dan Bali memerhatikan hal tersebut. Dan, untuk jalur-jalur wisata juga sangat mudah. Itu yang menunjang perhelatan acara berkelas dunia. Itu sangat memungkinkan," tambah Dr Deria.

4. Ancillary

Ancillary atau kelembagaan dalam pariwisata tak kalah penting bagi wisatawan. Lewat kelembagaan, wisatawan bisa mendapat informasi yang cukup dan tepat, keamanan, dan fasilitas lain yang disediakan oleh pemerintah, pengelola tempat wisata, atau lembaga swadaya masyarakat.

Untuk hal ini, Dr Deria menilai ancillary di Bali dari tingkat atas hingga bawah mempunyai kesadaran wisata yang sangat baik. Hasilnya, mereka siap untuk menjadi tuan rumah acara tingkat internasional dan menerima kunjungan wisatawan.

Itulah empat alasan mengapa Bali cocok menjadi lokasi acara internasional. Sudahkah kamu berkunjung ke Pulau Dewata ini, detikers?



Simak Video "Jokowi Pastikan KTT G20 Hasilkan Deklarasi Pimpinan"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/nah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia