Satelit: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

Satelit: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

Putri Tiah Hadi Kusuma - detikEdu
Senin, 21 Nov 2022 13:00 WIB
Jepretan Ciamik Pesawat Menembus Bulan yang Bikin Melotot
Bulan, salah satu satelit alami di tata surya. Foto: Getty Images
Jakarta -

Mendengar kata satelit, apa yang terlintas di pikiran detikers? Mungkin banyak yang mengartikan satelit sebagai benda ruang angkasa yang dibuat manusia.

Namun, satelit rupanya tidak terbatas pada benda ruang angkasa buatan manusia. Lalu, apa yang sebenarnya dimaksud dengan satelit? Agar lebih paham, simak penjelasan di bawah ini.

Pengertian Satelit

Satelit adalah benda langit kecil yang beredar mengelilingi benda langit lebih besar (planet), serta berada dalam gaya tarik benda langit yang lebih besar.

Bersama-sama dengan planetnya, satelit beredar mengelilingi matahari dengan arah peredaran sama dengan arah peredaran planetnya. Bidang edarnya juga hampir berimpit dengan bidang edar planetnya, seperti dikutip dari buku Teori dan Aplikasi Fisika SMP Kelas X oleh Ir. Budy Prasodjo dkk.

Jenis Satelit

Satelit dibagi menjadi dua jenis, yakni satelit alami dan satelit buatan.

Satelit alami adalah satelit yang secara alami ada di dalam sistem tata surya. Dari delapan planet, hanya enam yang memiliki satelit alami, yaitu Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Planet yang tidak memiliki satelit alami yaitu Merkurius dan Venus, dikutip dari Ringkasan Materi Fisika oleh Erinda Wibianti Agustin.

Contoh satelit alami yaitu Bulan, yang merupakan satelit Bumi. Bulan melakukan 3 gerakan sekaligus, yaitu rotasi, revolusi mengelilingi Bumi, dan revolusi bersama-sama Bumi mengelilingi Matahari.

Revolusi Bulan mengakibatkan beberapa kejadian, antara lain gerhana Bulan, gerhana Matahari, dan pasang surut air laut, dikutip dari Explore Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII oleh Sadiman, SPd dkk.

Satelit buatan adalah satelit yang dibuat oleh manusia untuk suatu keperluan, dilepaskan oleh roket, dan mengorbit di sekitar Bumi, seperti dikutip dari buku Super Modul IPA SD/MI Kelas IV, V, VI oleh Fitria Lianingsih SSi.

Fungsi Satelit Buatan

Berikut beberapa fungsi penting dari satelit buatan dikutip dari buku Seri Sains: Ruang Angkasa oleh Khamim, SPd:

  1. Satelit komunikasi digunakan untuk tujuan telekomunikasi, siaran radio, dan televisi yang menggunakan frekuensi gelombang mikro. Contohnya di Indonesia yaitu satelit komunikasi pertama bernama Palapa.
  2. Satelit pantau bumi digunakan untuk memantau permukaan bumi melalui orbit untuk mengetahui kondisi cuaca atau pembuatan peta.
  3. Satelit pandu arah digunakan untuk navigasi dan pembuatan peta. Isyarat masa radio memungkinkan pengguna mengetahui posisi seseorang dengan tepat melalui sistem GPS.
  4. Stasiun ruang angkasa yang berupa bangunan memungkinkan manusia hidup di angkasa lepas, sebab dirancang khusus supaya bisa didiami beberapa bulan, bahkan beberapa tahun.
  5. Satelit astronomi digunakan untuk memantau dan mengkaji planet, bintang, dan objek-objek jauh lainnya.

Fungsi Satelit Alami

Beberapa fungsi satelit alami di antaranya:

  1. Menarik benda-benda kecil di sekitarnya agar tidak bertabrakan di pusat orbit satelit.
  2. Mengendalikan kecepatan rotasi yang diakibatkan efek gravitasi suatu planet.
  3. Menyeimbangkan siklus air laut yang bisa mengakibatkan pasang surutnya air laut.

Nah, apa saja satelit alami yang detikers ketahui?



Simak Video "Detik-detik SpaceX Luncurkan Satelit Komunikasi Intelsat"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia