Artikulasi Adalah Pengucapan, Ini Jenis Serta Cara Melatihnya

Artikulasi Adalah Pengucapan, Ini Jenis Serta Cara Melatihnya

Putri Tiah - detikEdu
Kamis, 10 Nov 2022 06:00 WIB
Ilustrasi seorang anak yang tengah belajar bicara dan bertanya banyak hal
Apa itu artikulasi? (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Artikulasi adalah gerakan-gerakan otot bicara yang digunakan untuk mengucapkan lambang-lambang bunyi bahasa disesuaikan dengan pola-pola yang standar sehingga dapat dipahami oleh orang lain.

Istilah ini diambil dari bahasa Inggris "articulation" yang artinya pengucapan. Penjelasan tersebut dikutip dari modul Konsep Dasar Artikulasi dan Optimalisasi Fungsi Pendengaran (AOFP) dari Universitas Pendidikan Indonesia.

Adapun FX Rahyono dalam Aspek Fisiologis Bahasa menyebutkan alat bicara yang berada di rongga mulut disebut artikulator atau alat ucap. Artikulator dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu artikulator aktif dan artikulator pasif.

Artikulator aktif adalah alat ucap yang secara aktif bergerak membentuk hambatan aliran udara. Bagian dari mulut yang termasuk alat ucap ini adalah bibir bawah dan lidah.

Adapun artikulator pasif alat ucap yang diam (tidak aktif bergerak). Artikulator pasif berfungsi sebagai daerah artikulasi, yaitu lokasi tempat artikulator aktif menghambat atau menutup aliran udara.

Bagian dari mulut yang merupakan artikulator pasif adalah bibir atas, gigi atas, gusi, langit-langit keras, dan langit-langit lunak.

Artikulator berfungsi sebagai pengatur artikulasi dan volume ruang rongga mulut. Pengaturan volume ruang ini diperlukan untuk menghasilkan bunyi yang diinginkan.

Jenis-jenis Artikulasi

Masih dikutip dari Aspek Fisiologis Bahasa, secara garis besar, cara berartikulasi dapat dikelompokkan menjadi tujuh jenis artikulasi.

Perbedaan cara-cara artikulasi tersebut ditentukan oleh jenis hambatan dan tempat artikulasi dilakukan.

1. Letupan (Plosive/Stop)

Artikulasi ini dilakukan dengan cara menghambat total aliran udara oleh artikulator aktif dan dilepaskan secara meletup. Contoh bunyi letupan, antara lain [p], [b], [t], [d], [k], dan [g].

2. Geseran (Fricative)

Artikulasi ini dilakukan dengan cara menghambat aliran udara sebagian (tidak total). Udara tetap dapat mengalir melalui celah sempit yang dibentuk oleh artikulator aktif dan artikulator pasif. Contoh bunyi geseran, antara lain [s] dan [z].

3. Paduan (Affricate)

Artikulasi ini merupakan paduan antara artikulasi letupan dan geseran. Aliran udara yang dihambat secara total diletupkan melalui celah sempit yang dibentuk oleh artikulator aktif dan artikulator pasif. Contoh bunyi paduan, antara lain [c] dan [j].

4. Sengau (Nasal)

Artikulasi ini dilakukan dengan cara menghambat secara total aliran udara melalui rongga mulut oleh artikulator dan membuka jalur aliran udara menuju rongga hidung. Contoh bunyi nasal, antara lain [m] dan [n].

5. Getaran (Trill)

Artikulasi ini dilakukan dengan cara menyentuhkan artikulator aktif ke artikulator pasif secara beruntun sehingga membentuk bunyi getaran. Contoh bunyi getaran adalah [r].

6. Sampingan (Lateral)

Artikulasi ini dilakukan dengan cara menghambat aliran udara di bagian tengah dan memberikan jalan aliran udara melalui samping-samping lidah. Contoh bunyi sampingan adalah [l].

7. Hampiran (Approximant)

Artikulasi ini dilakukan dengan cara mempersempit aliran udara di rongga mulut tanpa menghasilkan geseran. Artikulator aktif bergerak ke arah artikulator pasif dan kemudian bergerak menjauh kembali di saat udara mengalir keluar. Contoh bunyi hampiran adalah [w].

Gangguan Artikulasi

Meskipun kita mengetahui bagaimana seluk beluk terbentuknya artikulasi tidak bisa disangkal seseorang bisa saja mengalami gangguan artikulasi yang menyebabkan mereka kesulitan untuk mengucapkan kalimat.

Lalu seperti apa karakteristik gangguan artikulasi?

1. Pengungkapan suara dalam bicaranya tidak sempurna, tidak konsisten atau tidak tepat.

2. Jumlah orang yang mengalami gangguan artikulasi berkisar antara 60 - 80 % dari jumlah keseluruhan orang yang mengalami gangguan bicara.

3. Mengalami kesulitan dalam mengucapkan huruf-huruf konsonan seperti R, L,K, dan S.

4. Pola-pola gangguan artikulasi pada umumnya terjadi seperti pola ucapan bayi (baby talk); tidak mampu mengartikulasikan konsonan secara tepat (lisping/pelat), atau ketidakmampuan lidah untuk mengucapkan huruf- huruf konsonan seperti: R,L,T,K, atau S

Perbaiki Artikulasi Dengan Latihan

Gangguan artikulasi membuat seseorang menjadi tidak percaya diri. Namun masih ada upaya yang bisa dilakukan untuk melatih artikulasi. Latihan ini diambil dari buku berjudul 'Sukses Berprestasi' oleh Feli Sulinta.

1. Fokus dengan Kelancaran

Syarat akan kelancaran adalah ketenangan diri untuk mengontrol emosi agar tidak panik. Mengucapkan kalimat dengan jelas dan keras dengan membaca memperkaya kosakata baru. Perhatikan tanda baca untuk jeda

2. Volume Suara

Mengatur volume suara dengan mengenali pendengar, sehingga kita bisa mengenali waktu yang tepat kapan volume suara naik atau turun serta diikuti penekanan

3. Bersikap wajar

Berbicara sopan, bereaksi sewajarnya saja, memperhatikan gestur



Simak Video "Heboh Juru Bahasa Isyarat HUT Ke-77 RI Ikut Joget 'Ojo Dibandingke'"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia