Siapa Penemu Lampu Lalu Lintas? Ini Sejarahnya

Siapa Penemu Lampu Lalu Lintas? Ini Sejarahnya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 09 Nov 2022 06:30 WIB
Ilustrasi lampu lalu lintas
Foto: iStock/monticelllo/ilustrasi lampu lalu lintas
Jakarta -

Lampu lalu lintas berwarna merah, hijau, dan kuning dipakai oleh kota di seluruh dunia sebagai pengatur persimpangan. Tapi tahukah kamu siapa yang pertama kali menemukan lampu lalu lintas?

Melansir laman Live Science, ide lampu lalu lintas sudah dicetuskan sejak 1860-an. Saat itu, seorang manajer kereta api Inggris, John Peake Knight, menyarankan lampu dengan mengadaptasi metode kereta api untuk mengendalikan lalu lintas.

Ide tersebut dicetuskan lantaran kemacetan lalu lintas seperti kereta kuda dan pejalan kaki menjadi masalah karena memadati jalan-jalan di London, demikian seperti ditulis BBC.

Pada saat itu, rel kereta api menggunakan sistem semaphore dengan lengan kecil memanjang dari tiang untuk menunjukkan apakah kereta api bisa lewat atau tidak.

Dalam adaptasi Knight, semaphore akan menandakan "berhenti" dan "pergi" pada siang hari, dan pada malam hari lampu merah dan hijau akan digunakan.

Sinyal Lalu Lintas Pertama

Pada 9 Desember 1868 sinyal lalu lintas pertama di dunia dipasang. Pemasangan dilakukan di persimpangan Bridge Street dan Great George Street di wilayah Westminster London, dekat Gedung Parlemen dan Jembatan Westminster.

Namun, hanya berselang satu bulan proyek tersebut dibatalkan. Penyebabnya karena seorang petugas polisi yang mengendalikan sinyal terluka parah ketika kebocoran pipa gas menyebabkan salah satu lampu meledak di wajahnya.

Penemuan Lampu Lalu Lintas Otomatis

Setelah kecelakaan itu, sekitar empat dekade berlalu, inovasi lampu lalu lintas terus dilakukan. Pada tahun 1912, lampu lalu lintas listrik pertama yang menggunakan lampu merah dan hijau ditemukan oleh Lester Farnsworth Wire, seorang petugas polisi di Salt Lake City, Utah.

Bentuk lampu lalu lintas Wire menyerupai rumah burung bersisi empat yang dipasang di tiang tinggi. Lampu tersebut kemudian ditempatkan di tengah persimpangan dan ditenagai oleh kabel troli di atas kepala. Seorang petugas polisi harus secara manual mengubah arah lampu.

Meski Wire menemukan sistem listrik pertama, namun, penghargaan penemuan lampu lalu lintas diberikan kepada James Hoge. Dia menciptakan sebuah sistem yang dipasang pada 5 Agustus 1914 di Cleveland dan menerima paten untuk sistem tersebut pada tahun 1918.

Lampu lalu lintas yang diciptakan Hoge menggunakan kata-kata yang menyala bergantian dengan tanda "berhenti" dan "bergerak".

Lampu tersebut dipasang pada satu tiang di masing-masing dari empat sudut persimpangan. Sistem ini disambungkan sedemikian rupa sehingga polisi dan pemadam kebakaran dapat menyesuaikan ritme lampu jika terjadi keadaan darurat.

Penggunaan Lampu Merah, Hijau, dan Kuning

Inovasi terus berlanjut hingga William Ghiglieri dari San Francisco mematenkan sinyal lalu lintas otomatis pertama yang menggunakan lampu merah dan hijau pada tahun 1917. Desain Ghiglieri memiliki opsi untuk otomatis atau manual.

Kemudian pada tahun 1920, William Potts, seorang perwira polisi Detroit, mengembangkan beberapa sistem lampu lalu lintas otomatis, termasuk sinyal tiga warna pertama, yang menambahkan lampu "hati-hati" berwarna kuning.

Setelah itu, pada tahun 1923, Garrett Morgan mematenkan sinyal lalu lintas otomatis elektrik. Desain Morgan menggunakan unit tiang berbentuk T dengan tiga posisi.

Selain tanda "Berhenti" dan "Pergi", sistem ini juga terlebih dahulu menghentikan lalu lintas ke segala arah untuk memberi waktu bagi pengemudi untuk berhenti atau melewati persimpangan. Sistem Morgan ini yang kemudian diterapkan seperti lampu lalu lintas yang sering dijumpai di seluruh dunia.



Simak Video "Mengunjungi Museum, yang Menyimpan Sia-sisa Peninggalan Perang Dunia II, Morotai"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia