Badan Roket Seberat 23 Ton akan Jatuh ke Bumi Minggu Ini, Apakah Berbahaya?

Badan Roket Seberat 23 Ton akan Jatuh ke Bumi Minggu Ini, Apakah Berbahaya?

Nikita Rosa - detikEdu
Minggu, 06 Nov 2022 17:00 WIB
Roket pembawa Long March 5B Y3 meluncur dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di Provinsi Hainan, China selatan.
Galeri detikEdu: Puing Roket Luar Angkasa Akan Jatuh ke Bumi Minggu Ini. (Foto: Li Gang/Xinhua)
Jakarta -

Sebuah potongan roket luar angkasa buatan Cina akan jatuh ke Bumi pada tanggal 4 atau 5 November 2022 mendatang. Apakah membahayakan?

Roket ini disebut sebagai bagian dari roket yang diluncurkan stasiun ruang angkasa Tiangong. Badan roket seberat 23 ton itu akan jatuh ke Bumi dalam bentuk serpihan.

Mengtian Module adalah laboratorium berbentuk kabin yang membawa eksperimen sains ke luar Bumi. Mengtian Module didorong oleh roket Long March 5B China.

Saat naik ke luar angkasa, tahap inti roket memberi Mengtian Module satu dorongan terakhir ke orbit Bumi sebelum melepaskan diri.

Biasanya, badan roket modern dirancang untuk mendorong diri mereka sendiri ke bagian terpencil Samudra Pasifik. Namun badan Long March 5B jatuh ke orbitnya sendiri di sekitar Bumi.

Menurut situs Science Alert, tidak ada yang tahu di mana badan roket Long March 5B akan jatuh dan tidak ada yang mengendalikannya. Namun, sangat kecil kemungkinannya puing-puing roket dari luar angkasa akan mengenai manusia.

Diperkirakan Ada Hujan Badan Roket

Meski tak berhasil memperkirakan lokasi jatuhnya Long March 5B, para ahli berhasil memperkirakan berapa banyak tubuh roket Long March yang akan jatuh. Jawabannya adalah seukuran bangunan 10 lantai.

Beberapa di antaranya kemungkinan akan terbakar saat melewati atmosfer. Namun, badan roket terlalu besar untuk benar-benar hancur.

Sebagian besar daerah yang dilalui puing-puing roket adalah laut terbuka atau tanah tak berpenghuni. Perkiraan ini akan meningkat dalam beberapa hari mendatang, saat badan roket semakin dekat ke Bumi.

Seberapa Besar Risiko Terkena Puing-puing Roket?

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada bulan Juli, para peneliti menghitung ada sekitar 10 persen risiko puing-puing yang jatuh dari ruang angkasa akan mengenai satu atau lebih orang dalam periode 10 tahun.

Bukan hanya badan roket Cina yang satu ini, tetapi satelit dan potongan puing tidak dikenal lainnya yang rutin jatuh dari orbit lainnya.

Ted Muelhaupt, seorang konsultan yang bekerja di Database Reentry Aerospace Corporation, mengatakan bahwa sebuah objek berbobot setidaknya 1 ton jatuh dari orbit dan masuk kembali ke atmosfer setiap minggunya.

Booster Long March 5B adalah salah satu objek terbesar yang jatuh kembali ke Bumi. Namun, ini bukan kali pertama.

Pada tahun 1979, stasiun luar angkasa Skylab NASA dengan cepat turun, menyebarkan puing-puing di atas Australia. Namun kini, jatuhnya puing-puing roket Cina akan membuat catatan sejarah sendiri.



Simak Video "Cahaya Hantu dari Bintang-bintang di Luar Galaksi"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia