Jadi Objek Riset, di Manakah Otak Albert Einstein Sekarang?

Jadi Objek Riset, di Manakah Otak Albert Einstein Sekarang?

Nikita Rosa - detikEdu
Kamis, 03 Nov 2022 12:00 WIB
German born American physicist Albert Einstein (1879 - 1955), 1946.   (Photo by Central Press/Getty Images)
Galeri detikEdu: di Manakah Otak Albert Einstein Sekarang? (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Pada 18 April 1955, ilmuwan terkemuka Albert Einstein meninggal karena aneurisma perut di University Medical Center of Princeton Plainsboro, New Jersey. Sekujur tubuhnya dikremasi dan disebar di lokasi rahasia. Kecuali untuk otaknya.

Segera setelah kematian Einstein, seseorang yang mengawasi autopsinya mengeluarkan otak Einstein dari tubuhnya. Ia adalah Thomas Stoltz Harvey, ahli patologi rumah sakit Princeton.

Harvey memotong otak Einstein menjadi 240 blok dan menyimpan sebagian besar di antaranya dalam kepemilikan pribadi untuk lebih dari 40 tahun. Hari ini, 170 bagian dari blok tersebut telah dikembalikan ke University Medical Center of Princeton.

Sementara itu, 46 irisan tipis jaringan otak Einstein lainnya dipajang di Museum Sejarah Medis Mütter di Philadelphia. Sisanya hilang tanpa jejak.

Bagaimana mungkin begitu banyak bagian dari otak orang jenius tersohor di dunia hilang begitu saja? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Harvey Membagikan Otak Albert Einstein ke Ilmuwan Lain

Menurut situs Live Science, Harvey percaya bahwa ada sesuatu yang berbeda dari otak Albert Einstein. Pada masa itu, Einstein dikenal sebagai orang jenius dengan IQ 160-180 menurut situs ZME Science. Harvey yakin bahwa analisis ilmiah yang tepat dapat menjelaskan kejeniusan Einstein.

Setelah mengeluarkan dan memotong otak Einstein pada tahun 1955, Harvey memotong otak Einsten menjadi 12 set dan 200 irisan jaringan ultra tipis. Masing-masing dipotong tidak lebih dari setengah lebar rambut manusia.

Harvey memasang irisan otak itu ke kotak penyimpanan dan mendistribusikannya ke sejumlah peneliti di Amerika dan Kanada. Semua ini ia lakukan tanpa sepengetahuan keluarga Einstein.

Meski sebagian otak Einsten sudah didistribusikan, Harvey masih menyimpan sebagian besar otak Einstein hingga tahun 1998 sebelum akhirnya mengembalikan sisa-sisanya ke University Medical Center of Princeton.

Temuan Harvey dan Ilmuwan Lain

Apakah usaha Harvey untuk mengungkap rahasia otak Einstein berhasil? Jawabannya adalah cukup berhasil. Beberapa penelitian terkait foto-foto dan sampel otak Einstein yang didistribusikan Harvey telah diterbitkan, pertama muncul pada tahun 1985.

Studi itu menemukan perbedaan kecil dalam struktur otak Einstein dibandingkan dengan kelompok otak nonjenius. Dalam lobus frontal Einstein, ada semacam alur ekstra pada bagian otak besar di bagian depan yang terkait dengan memori dan perencanaan tersebut.

Para ilmuwan juga menemukan konsentrasi neuron yang lebih besar di area tertentu. Kondisi ini memungkinkan otak melakukan pemrosesan informasi yang lebih cepat.

Banyak peneliti yang diberikan irisan otak Einstein oleh Harvey telah mengembalikannya. Namun, sebagian lainnya tidak pernah mengembalikannya.

Hingga saat ini, sebagian otak Albert Einstein masih berada di rumah sakit tempat ia meninggal. Sementara itu, sebagian lainnya tidak terdeteksi keberadaannya.



Simak Video "Dialami Indra Bekti, Simak Pengertian dan Gejala Perdarahan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia