Sejarah Lompat Jauh, Sudah Eksis Sejak Tahun 708 Masehi

Sejarah Lompat Jauh, Sudah Eksis Sejak Tahun 708 Masehi

Cicin Yulianti - detikEdu
Minggu, 23 Okt 2022 10:00 WIB
Atlet lompat jauh Indonesia Helin Wardina mendarat di pasir setelah melakukan lompatan saat bertanding dalam cabang olahraga lompat jauh ASEAN Para Games 2022 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin (1/8/2022). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/tom.
Ilustrasi lompat jauh. (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)
Jakarta -

Olahraga lompat jauh merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang saat ini sudah banyak diadakan kompetisinya baik nasional maupun internasional. Ternyata, olimpiade kuno yang diselenggarakan di Yunani pada 708 M menjadi bagian sejarah lompat jauh, lho.

Disebut sebagai lompat jauh karena gerakan dalam olahraga ini memanfaatkan gerakan menolak dengan satu kaki. Selain dipengaruhi oleh kaki, lompat jauh pun bergantung pada usaha membawa berat badan di udara.

Olahraga ini tidak mudah dilakukan oleh semua orang dikarenakan perlu adanya latihan khusus. Selain itu, diperlukan teknik-teknik dan gaya-gaya tertentu untuk membuat lompatan yang dilakukan bisa mendarat secara jauh.

Sejarah Lompat Jauh

Mengutip buku Pandai Mengajar dan Melatih Atletik oleh Pungki Indarto dkk (2018), lompat jauh sudah ada sejak abad ke-13. Lompat jauh sudah diselenggarakan dalam olimpiade kuno di Yunani pada tahun 708 M. Saat itu, lompat jauh menjadi satu-satunya olahraga yang terdapat dalam olimpiade tersebut.

Penyelenggaraan olimpiade kuno tersebut pada awalnya dimaksudkan untuk melakukan latihan perang militer para prajurit. Kemudian, olahraga lompat jauh dipercaya untuk melatih ketangkasan prajurit perang dalam melompati rintangan seperti, parit atau jurang.

Teknol dan cara melakukan lompat jauh pada masa itu berbeda dengan yang saat ini diterapkan. Saat itu, pelompat hanya diperbolehkan menggunakan start lari pendek.

Selain itu, pelompat berlari sambil membawa beban pada kedua tangannya. Beban tersebut disebut dengan halteres yang beratnya 1 hingga 4,5 kg.

Dalam bukti sebuah lukisan pada zaman itu, lompatan dilakukan secara berkali-kali. Bentuk lompatannya pun ada yang multiple, double-triple dan quin-triple.

Atlet yang sangat terkenal pada masa olimpiade kuno itu adalah Chionis. Ia berhasil menciptakan lompatan sejauh lebih dari 7 meter dan 5 sentimeter. Angka lompatan tersebut menjadi rekor lompat terjauh pada saat itu.

Awal pengenalan lompat jauh di zaman modern bertepatan pada saat olahraga ini menjadi bagian dari kompetisi olimpiade tahun 1896. Saat itu, olahraga lompat jauh mulai dilombakan secara resmi, namun baru dilakukan oleh peserta laki-laki.

Kemudian pada 1914, Dr. Harry Eaton Stewart membuat standar lompat jauh bagi perempuan agar perempuan juga bisa mengikuti kompetisi ini pada level olimpiade. Ia merekomendasikan dibuatnya running broad jump.

Hingga akhirnya, olimpiade olahraga lompat jauh baru mulai melibatkan peserta perempuan pada 1948.

Saat ini, olahraga lompat jauh sudah dikenali semua orang di dunia meski ada perbedaan dalam penerapannya dengan sejarah lompat jauh di masa lalu. Bahkan, mulai di bangku sekolah dasar (SD), kita sudah dikenalkan olahraga ini dan langsung melakukan praktiknya.



Simak Video "Jokowi: Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036 di IKN"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia