Lari Cepat, Apakah Sama dengan Lari Jarak Pendek?

Nikita Rosa - detikEdu
Minggu, 09 Jan 2022 12:00 WIB
Pelari Nusa Tenggara Barat Lalu Mohammad Zohri (tengah) dan Sudirman Hadi (kiri) serta pelari Kalimantan Tengah Eko Rimbawan berpose usai bertanding dalam final nomor lari 100 meter putra PON Papua di Stadion Atletik Mimika Sport Center, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (6/10/2021). Zohri meraih medali emas, sementara Sudirman meraih medali perak dan Eko meraih medali perunggu. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom.
Ilustrasi lari cepat. Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA
Jakarta -

Salah satu cabang olahraga atletik adalah lari cepat. Lari cepat adalah berlari dengan kecepatan penuh sepanjang jarak yang harus ditempuh atau hingga jarak tertentu.

Lari cepat juga dikenal dengan sprint atau lari jarak pendek. Jarak yang harus ditempuh dalam lari cepat sejauh 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Dalam lari cepat penting untuk menghemat penggunaan tenaga. Hal ini karena semakin jauh jarak yang ditempuh, semakin banyak energi yang dibutuhkan.

Sejarah Lari Cepat

Sejarah lari cepat dimulai pada tahun 776 SM. Dalam buku Atletik Dasar & Lanjutan oleh Zikrur Rahmat, diceritakan bahwa Yunani menyelenggarakan pesta olahraga yang dinamakan Olimpiade Kuno. Olahraga yang dipertandingkan dalam olimpiade tersebut di antaranya lomba lari, pentathlon, pankration, gulat, tinju, dan pacuan kuda.

Juara pentathlon (lari cepat, lompat jauh, lempar cakram, lempar lembing dan gulat) pada olimpiade akan dinobatkan sebagai juara olimpiade. Kemudian pada 1855 diterbitkan buku pertama yang membahas tentang lari cepat.

Dalam lari cepat, mengatur tumpuan merupakan hal yang penting. Tumpuan kaki pada lari cepat terdapat pada bagian dalam kaki. Pasalnya, jika tumpuan berada pada jari-jari kaki dapat mengakibatkan langkah terhenti di tanah. Hal ini juga dapat mengakibatkan nyeri punggung.

Teknik start pada lari cepat menggunakan start jongkok dan harus menggunakan start block. Aba-aba untuk start ini dilakukan dalam tiga fase, yaitu "bersedia", "siap" dan "ya" atau tembakan start pistol. Gerakan lari cepat dibagi menjadi tiga tahap yaitu start, gerakan lari cepat (sprint), dan gerakan finis.

Cara Melakukan Lari Cepat

Lari cepat yang baik dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Ambil sikap awal start yang tepat.
  • Bergerak ke dalam dan pertahankan posisi start yang optimal.
  • Tinggalkan block dan siapkan untuk langkah yang pertama.
  • Akselerasi, yaitu tingkatkan kecepatan dan buat gerakan transisi yang efisien ke gerakan lari.

Itulah penjelasan tentang lari cepat. Lari cepat biasa dijadikan ajang lomba formal maupun hiburan. Berlatih lari dengan lari cepat juga bagus bagi kesehatan tubuh dan berlatih mengatur tenaga.



Simak Video "Bamsoet Ungkap Kondisinya Usai Mobil Terguling di Ajang Sprint Rally"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/kri)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia