4 Keteladanan Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam

4 Keteladanan Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam

Kristina - detikEdu
Minggu, 23 Okt 2022 06:00 WIB
Silhouette muslim dua to Allah over mosque sunset background
Ilustrasi keteladanan Nabi Muhammad SAW bagi umat Islam. Foto: Getty Images/iStockphoto/Boonyachoat
Jakarta -

Nabi Muhammad SAW adalah rasul utusan Allah SWT yang memiliki akhlak dan sifat mulia sebagaimana tercermin dalam perilaku sehari-hari beliau. Ada banyak kisah yang menggambarkan tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW ini.

Mengutip buku Sejarah Kebudayaan Islam karya Fida' Abdilah dan Yusak Burhanudin, diceritakan, pada suatu hari ada seorang lelaki meminta izin untuk berbicara kepada Nabi Muhammad SAW.

Kemudian, beliau berkata kepada Aisyah RA untuk mengizinkan orang tersebut masuk. Nabi SAW mengatakan bahwa orang tersebut dikenal sebagai orang yang paling buruk di kabilahnya.

Aisyah RA pun mengizinkannya masuk dan pria itu langsung duduk di depan Nabi Muhammad SAW. Nabi SAW kemudian berbicara dengan ramah dan penuh perhatian. Hal ini membuat Aisyah RA heran dan bertanya kepada beliau saat pria tersebut telah pergi.

Aisyah RA menanyakan mengapa Nabi SAW bertutur kata begitu lembut serta menghormati orang yang kasar dan buruk. Nabi SAW Kemudian menjawab bahwa pria itu adalah orang yang paling buruk di dunia karena tidak mau bergaul dengan orang lain dan ia menganggap orang lain lebih buruk darinya.

Selain berperilaku mulia terhadap orang lain, masih banyak keteladanan Nabi Muhammad SAW lainnya yang bisa dicontoh oleh umat Islam. Berikut di antaranya.

Keteladanan Nabi Muhammad SAW

1. Berkata Benar

Nabi Muhammad SAW selalu mengucapkan perkataan yang benar, baik benar dalam menyampaikan wahyu yang datang dari Allah SWT maupun benar dalam perkataan yang berhubungan dengan persoalan duniawi.

Berkata benar atau siddiq ini termasuk salah satu sifat wajib bagi rasul. Allah SWT berfirman dalam surah Maryam ayat 41,

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا

Artinya: "Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur'an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi."

2. Dapat Dipercaya

Nabi Muhammad SAW adalah pribadi yang dapat dipercaya atau amanah. Beliau selalu menjaga diri dari segala perbuatan dosa untuk menjaga kepercayaan umat pada dirinya.

Amanah juga menjadi salah satu akhlak utama Rasulullah SAW. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surah An Nisa ayat 58.

۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

3. Cerdas, Pandai, dan Bijaksana

Keteladanan Nabi Muhammad SAW lainnya adalah kecerdasan, kepandaian, dan kebijaksanaan yang melekat pada diri beliau. Ini juga menjadi sifat wajib rasul yang sering disebut dengan fatanah.

4. Pemimpin yang Sukses

Hal lain yang bisa diteladani dari Nabi Muhammad SAW adalah kepemimpinan beliau. Mengutip buku Pemimpin yang Bertaqwa karya Saiful Irfan, Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai pemimpin yang sukses dalam membina masyarakat Madinah kala itu.

Dijelaskan lebih lanjut, Nabi SAW selalu memutuskan semua perkara yang dihadapi dengan jalan musyawarah dan mufakat. Hal ini mengacu pada firman Allah SWT dalam surah Ali Imran ayat 159.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ ١٥٩

Artinya: "Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal."

Imam Al Garrafi dalam salah satu karyanya yang berjudul Anwar al Buruq fi Anwa'I al Furuq menyebut, setidaknya ada tiga peranan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya. Di antaranya sebagai mufti atau pembawa ajaran agama Islam (pemimpin umat), sebagai imam dan kepala negara (pemimpin masyarakat), dan sebagai qadhi atau hakim dalam setiap perkara yang terjadi di masyarakat.

Nabi Muhammad SAW berhasil menjalankan ketiga peranan tersebut dengan baik dan sempurna. Bahkan beliau dikenal sebagai Sayyidul anbiya wal mursalin atau nabi terbaik dan pilihan dari semua nabi dan rasul.

Semoga kita bisa mengambil keteladanan Nabi Muhammad SAW tersebut dalam menjalani kehidupan sehari-hari.



Simak Video "Jual Parsel Buah-buahan, Pedagang Lumajang Raih Untung 10 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia