Di Baiat Instruktur Nasional PMKNU, Gus Yahya Pesankan Hal Ini

Di Baiat Instruktur Nasional PMKNU, Gus Yahya Pesankan Hal Ini

Erwin Dariyanto - detikEdu
Senin, 17 Okt 2022 20:40 WIB
Ketum PBNU Gus Yahya dan Rais Aam PBNU KH Miftahul Achyar
Ketum PBNU Gus Yahya (berpeci hitam) dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saat Baiat Instruktur Nasional PMKNU ( Foto: Dokumentasi PBNU)
Jakarta -

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan sebagai jam'iyah keagamaan dan kemasyarakatan, NU harus dijalankan laksana penyelenggaraan pemerintahan. Hal itu dikatakan Gus Yahya saat memberikan amanat dalam baiat para instruktur nasional Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya 164 Jakarta, Senin (17/10).

Selain Gus Yahya, hadir dalam baiat instruktur nasional PMKNU tersebut Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Wakil Ketua Umum PBNU Nusron Wahid. "Kita harus mengoperasionalisasikan NU sebagai imarah," kata Gus Yahya.

Menurut Gus Yahya, sangat penting bagi kader PMKNU memahami NU secara akurat dan menyeluruh. Eksistensi NU harus bisa menjadi solusi bagi bermacam persoalan yang dihadapi oleh umat dan masyarakat.

"NU ini harus kita pahami dengan akurat. Dipahami seluruhnya, fungsinya, dan kedudukannya di tengah-tengah umat dan masyarakat harus menjadi solusi," kata dia.

Ada tiga hal yang harus dipahami untuk menggambarkan NU, yakni NU sebagai imarah,ri'ayah, dan thariqah. "Pertama, NU ini adalah imarah, yaitu bahwa NU ini adalah entitas aktor yang memegang urusan orang banyak. Ini termasuk kategori ulil amri (pemerintah)," tutur Gus Yahya.

Saat ini, terang Gus Yahya, NU sedang berusaha mengembangkan maknaimarahnya secara lebih substansial dan luas jangkauannya. Hal kedua yang harus dipahami adalah NU sebagai ri'ayah yang bertugas mengayomi dan memelihara umat. Ri'ayah menegaskan bahwa kehadiran NU sebagai imarah itu memiliki peran dan tujuan yang jelas dalam mengurusi urusan umat dan masyarakat.

"Kita ingin supaya operasionalisasi dari NU mengurus urusan masyarakat ini dengan konkrit dan nyata. Supaya kita betul-betul hadir sebagaimana seharusnya imarah," kata dia.

Gus Yahya menegaskan kesadaran yang tengah dibangun kepada para kader NU adalah tanggung jawab kepada imarah bahwa NU bertanggung jawab kepada jamaah-jamaahnya dalam berbagai aspek. NU sedang membangun sistem nasional laksana pemerintah.

"Nation system of government. Jika klaim kader itu urusan dakwah maka tanggung jawab kita kepada jamaah adalah tentang dunia perdakwahan. Begitu pun dengan klaim-klaim lainnya," kata Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini.

Menurut Gus Yahya, kemaslahatan umat menjadi tanggung jawab bersama. Tujuan NU yang pokok adalah terwujudnya kemaslahatan umat, untuk kebaikan, memurnikan faham ajaran Islam sebagai pedoman ibadah kepada Allah SWT, yakni faham ahlussunnah wal jamaah, mencerdaskan ummat secara mandiri, dan menjalankan usaha memperoleh rizqi yang halal.

"Jadi, maslahat mereka menjadi tanggung jawab kita," kata dia.

Gus Yahya menambahkan, NU sebagai thariqah yang diwariskan dengan jaminan orang-orang yang secara estafet memegang sanad sampai Nabi Muhammad saw. Sanad yang terhubung itu harus dipraktikkan dan dirasionalisasikan ketersambungannya.

"NU sebagai thariqah untuk menjalani agama Islam. Maka kita harus menjalani agama ini dalam satu thariqah yang jelas. Sebab soal itu tidak bisa ngarang sendiri. Kita ikut NU ini karena kita hati-hati dalam soal agama sebagaimana peringatan, jangan sembarangan memilih (ajaran) agama," tutup Gus Yahya.



Simak Video "Gus Yahya Soal Qariah di Banten Disawer: Tidak Sopan, Tolong Hentikan!"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia