Mengapa Orang Cenderung Mengantuk dan Ingin Tidur saat Hujan?

Mengapa Orang Cenderung Mengantuk dan Ingin Tidur saat Hujan?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Senin, 17 Okt 2022 14:00 WIB
Young man resting on the floor whit a book on his face while enjoying the sun coming through the window. Concept of stay at home, freedom, boredom...
Foto: iStockphoto/chee gin tan/ilustrasi mengantuk saat hujan
Jakarta -

Setiap turun hujan, tubuh seolah otomatis merasa ikut tenang hingga mengantuk dan ingin tidur. Tahukah kamu, dari mana perasaan itu datang setiap hujan tiba?

Beberapa peneliti telah mempelajari fenomena yang kerap dialami oleh banyak orang ini, baik anak sekolah saat jam belajar ataupun para pekerja yang sibuk.


Alasan Hujan Bisa Menyebabkan Mengantuk dan Ingin Tidur


Peningkatan Kandungan Ion Negatif di Udara

Melansir laman The University of Melbourne, Australia, kandungan ion negatif di udara ternyata meningkat saat hujan turun.

Hal ini terjadi karena adanya gesekan antara hujan dan udara yang dapat menghasilkan sejumlah besar ion negatif.

Peningkatan ion negatif secara signifikan ini dapat meningkatkan sistem saraf manusia, sistem kardiovaskular, sistem darah, dan sistem pernapasan.

Hal itulah yang membuat orang akan merasa lebih nyaman. Terlebih lagi, ion negatif memiliki efek menenangkan dan hipnosis. Ini adalah salah satu faktor yang membantu orang tertidur dengan mudah.

Berkurangnya Kandungan Oksigen di Udara

Saat kandungan ion negatif meningkat, kandungan oksigen di udara justru berkurang saat hujan turun. Padahal, oksigen dapat merangsang otak dan membuat tubuh merasa segar kembali.

Pada saat hujan, ada lebih banyak uap air di udara. Kondisi itu menghasilkan tekanan udara yang lebih rendah dan penurunan kandungan oksigen.

Dalam situasi seperti itu, otak mulai mengendur, dan orang akan merasa mengantuk.

Efek Suara Hujan

Beberapa peneliti mengungkapkan bahwa suara hujan adalah suara detak berirama, yang terdengar seperti lagu pengantar tidur. Suara semacam ini diketahui membantu orang tertidur dengan cepat.

Studi juga telah menemukan bahwa ketika suara hujan memasuki otak orang, maka otak secara tidak sadar rileks dan menghasilkan gelombang alfa, yang sangat dekat dengan keadaan otak ketika manusia tidur.

Lantas, mengapa suara hujan yang bisa berisik justru tidak mengganggu?

Hal ini karena suara hujan umumnya berfrekuensi antara 0 dan 20 kHz. Pada frekuensi ini, suara hujan tidak mengganggu. Sebaliknya, suara ini justru membuat orang nyaman.

Namun, beda halnya jika tiba-tiba ada suara guntur di tengah suara hujan. Sebab, suara guntur atau petir bisa membuat orang stres dan pada saat yang sama, tingkat kortisol (hormon stres) dalam tubuh orang akan tinggi.

Sekresi Hormon Melatonin Meningkat

Pada waktu tidur, otak manusia dapat mengeluarkan hormon melatonin, yang disekresikan dalam gelap atau saat terang gelap.

Sekresi hormon melatonin oleh otak akan meningkat saat hujan di mana awan gelap menghalangi matahari dan lingkungan menjadi redup.

Pada saat yang sama, protein terkait tidur juga diproduksi oleh mata. Semakin terang cahayanya, semakin sedikit protein yang akan disintesis.

Sebaliknya, semakin gelap cahaya, semakin banyak protein yang akan disintesis. Hal ini yang membuat rasa kantuk datang saat hujan.

Aktivitas Manusia Dibatasi

Di samping kondisi tubuh dan lingkungan yang mempengaruhi. Saat hujan, aktivitas manusia juga terbatas saat hujan turun, terutama untuk kegiatan di luar ruangan.

Bagi orang-orang tertentu, hujan menjadi waktu yang membuat mereka nyaman. Alhasil, tidur mungkin menjadi pilihan yang baik.

Meski orang mudah tertidur saat hari hujan, tetapi bukan berarti orang bisa menikmati kualitas tidur yang tinggi.

Sebab, saat hujan turun, kandungan oksigen di udara ikut turun. Maka dari itu, seringkali saat hujan, orang juga perlu menghabiskan lebih banyak waktu untuk bangun dari tempat tidur.



Simak Video "Waspada Ular di Musim Hujan, Begini Cara Penanganannya"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia