Sejarah Bus Sekolah, Bermula dari Kereta Kuda hingga Penggunaan Warna Kuning

Sejarah Bus Sekolah, Bermula dari Kereta Kuda hingga Penggunaan Warna Kuning

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Minggu, 09 Okt 2022 20:00 WIB
PTM 100 persen di sekolah DKI Jakarta telah dilaksanakan sejak Senin (1/3/2021). Bus sekolah pun kembali wara-wiri mengantarkan para siswa.
Sejarah Bus Sekolah. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Bus sekolah merupakan transportasi khusus yang digunakan untuk mengangkut para siswa sekolah. Tiap-tiap negara memiliki bus sekolah, termasuk Indonesia.

Mengutip laman resmi JakGo, Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui unit Pelayanan Angkutan Sekolah melayani setidaknya 32 rute (20 rute reguler dan 12 rute zonasi) dengan 176 bus sekolah.

Layanan bus sekolah diberikan kepada pelajar di DKI Jakarta, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK. Berkaitan dengan itu, tahukah detikers bagaimana kisah dibalik munculnya armada kuning tersebut?

Awal Mula Kemunculan Bus Sekolah

Pada tahun 1852, Massachusetts mengesahkan undang-undang mengenai pendidikan wajib dengan diikuti oleh 31 negara lainnya pada tahun 1900, sebagaimana dijelaskan dalam laman Smithsonian Magazine.

Berkenaan dengan itu, terdapat sejumlah permasalahan terkait pengesahan undang-undang tersebut, menurut masyarakat apabila negara mewajibkan anak-anak untuk bersekolah maka harus dipikirkan juga mengenai transportasi menuju ke sekolah.

Akhirnya, sekolah memfasilitasi para siswa dengan alat angkut semacam kereta yang ditarik oleh kuda, mereka menyebutnya dengan "school wagons", kendaraan tersebut bertahan selama beberapa dekade.

Pada bulan Mei 1897, salah satu orang tua yaitu W.B. Ashley dari Fall River, Massachusetts mengatakan kondisi anaknya kurang sehat dan mengalami sakit perut akibat guncangan dari kendaraan tersebut.

Kebutuhan akan transportasi sekolah di Amerika memunculkan solusi yang beragam. Di tahun 1892, sebuah perusahaan otomotif Indiana, yaitu Wayne Works mengembangkan "School Car" atau mobil sekolah yang ditarik oleh kuda.

Beberapa tahun setelahnya, tepatnya pada 1914 di mana industri otomotif mulai berkembang pesat, Wayne Works mulai menciptakan kendaraan lain dengan desain yang sama seperti sebelumnya, namun siswa bisa duduk di sepanjang dinding bus sambil menghadap ke dalam.

Kemudian, di tahun 1927, Albert Luce Sr., selaku pemilik dealer Ford mulai menciptakan bus sekolah pertamanya. Namun, penggunaan kerangka kayu pada badan bus membuat sejumlah bagian terlepas ketika melewati jalanan yang rusak dan kurang rata.

Lalu, di tahun 1935 Luce mulai menggunakan baja sebagai kerangka badan bus. Di awal 1940-an, perusahaan Luce, yaitu Blue Bird menjadi produsen bus sekolah AS yang terkemuka dan telah menjual 550.000 bus sejak tahun 1927.

Penggunaan Warna Kuning pada Bus Sekolah

Dr. Frank Cyr menilai standar bus sekolah masih kurang. Ia lantas menyelenggarakan konferensi di Universitas Manhattan untuk mengembangkan standar tersebut.

Pada konferensi tersebut, Frank menetapkan standar nasional baru untuk bus sekolah, salah satunya penggunaan warna kuning yang terkenal hingga saat ini. Menurutnya, warna kuning merupakan warna yang cerah, sehingga akan mudah membaca tulisan hitam "bus sekolah" ketika pagi hari, kuning juga disebut sebagai warna yang baik untuk keselamatan.

Undang-undang federal tidak secara eksplisit meminta bus sekolah untuk dicat kuning, namun mereka merekomendasikan penggunaan warna kuning untuk masalah keselamatan.

Hingga kini, bus sekolah banyak berubah di bagian dalam, mulai dari bangku yang awalnya menghadap ke samping kini justru menghadap ke depan. Namun, bagian luar bus sekolah Amerika tetap sama sejak tahun 1939.

Dewan Bus Sekolah Amerika memperkirakan lebih dari 25 juta anak sekolah menggunakan lebih dari 480.000 bus sekolah setiap harinya. Hal itu menjadikan bus sekolah sebagai sistem angkutan massal terbesar di Amerika.

Manfaat Naik Bus Sekolah

1. Mengurangi kemacetan dan polusi udara

Bus sekolah menjadi alternatif untuk menekan jumlah kendaraan pribadi yang beroperasi pada jam-jam sibuk. Hal itu juga berkontribusi pada indeks pencemaran udara di Jakarta.

2. Lebih aman dan nyaman

Dengan fasilitas CCTV dan on-board officer di dalam bus sekolah setiap hari, keamanan para pelajar yang menaikinya lebih terjamin, sehingga terhindar dari berbagai masalah seperti copet.

3. Menghemat waktu

Dengan bus sekolah, waktu tempuh dapat diperkirakan, sehingga lebih efisien bagi para pelajar

4. Menghemat biaya transportasi

Pelajar tidak dipungut biaya untuk menggunakan bus sekolah DKI Jakarta. Sehingga, alokasi biaya untuk membeli bensin atau ongkos transportasi umum lainnya bisa dihemat

5. Menjadi tempat bersosialisasi untuk siswa-siswi

Ketika siswa-siswi antar sekolah bertemu satu sama lain di bus sekolah, mereka mendapat kesempatan untuk mengenal satu sama lain.



Simak Video "Kisruh Kepengurusan Taekwondo DKI Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia