Maulid Nabi 2022: Melihat Tradisi Permen Boneka Masyarakat Mesir

Maulid Nabi 2022: Melihat Tradisi Permen Boneka Masyarakat Mesir

Kristina - detikEdu
Sabtu, 08 Okt 2022 07:00 WIB
Permen boneka Maulid dalam perayaan Maulid Nabi di Mesir.
Permen boneka Maulid dalam perayaan Maulid Nabi di Mesir. Foto: Mohamed Abd El Ghany/REUTERS via Egypt Today
Jakarta -

Tradisi perayaan Maulid Nabi 2022 di berbagai negara begitu bervariasi. Orang-orang Mesir merayakannya dengan membuat permen boneka atau dikenal dengan Arouset El-Moulid.

Menurut laporan Arab News, sejak 4 hari lalu jalan-jalan di Mesir sudah dipenuhi dengan berbagai macam manisan dan permen yang meriah. Salah satu yang menonjol adalah permen boneka yang sudah menjadi tradisi turun-temurun di sana.

Permen boneka tersebut juga sering disebut permen pengantin yang biasanya dibeli orang tua untuk anak-anak perempuannya. Sedangkan untuk anak laki-laki, orang tua membelikan permen kuda yang disebut Housan Al-Maulid.

Sejarah Permen Boneka Maulid

Tradisi membuat permen Maulid Nabi di Mesir pertama kali dikenalkan pada era Fatimiyah. Sebelum era itu, masyarakat merayakannya dengan membaca Al-Qur'an saja, seperti dilansir dari Egypt Today.

Sejak pemerintahan Fatimiyah, alun-alun dan tempat-tempat umum dipenuhi dengan dekorasi. Masyarakat juga mendirikan tenda-tenda untuk nyanyian para sufi dan juga membuat permen khusus Maulid.

Menurut sejarah, tradisi pembuatan boneka Maulid dan boneka kuda berasal dari masa Fatimiyah Al Hakim Biamrillah. Namun, secara spesifik waktunya masih menjadi perdebatan.

Mayoritas percaya bahwa dalam salah satu perayaan Maulid Nabi tersebut, Biamrillah, berpakaian seperti prajurit menunggang kuda dan pergi ke kota bersama salah satu istrinya yang berjalan di sisinya. Istrinya mengenakan gaun putih glamor dengan mahkota bunga melati di atas kepalanya.

Ketika pembuat permen melihat kecantikan istrinya, mereka memutuskan untuk menggambarkannya serta menggambarkan Biamrillah di atas kudanya. Oleh karena itu, mereka memahat boneka gula yang dihias dengan warna-warna cerah dan tiga kipas melingkar yang dipasang dari belakang.

Boneka tersebut dibuat dengan menuangkan larutan gula di sekitar cetakan kacang dan melapisinya dengan lapisan gula setebal 5 cm.

Selama bertahun-tahun, tradisi ini telah berkembang dan pembuat permen telah menyempurnakan patung boneka dengan berbagai bentuk dan warna.

Cerita rakyat yang berkembang lainnya tentang asal usul permen boneka ini adalah selama era Fatimiyah, ia berjanji bahwa tentara yang kembali dari perang akan menikahi pengantin cantik sebagai hadiah atas keberanian mereka.

Permen boneka Maulid tidak hanya menjadi simbol dalam perayaan Maulid Nabi saja, tetapi juga simbol bagi pasangan yang baru menikah. Selama era Fatimiyah, orang akan membuat permen pengantin saat acara pernikahannya.



Simak Video "Jual Parsel Buah-buahan, Pedagang Lumajang Raih Untung 10 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia