Hewan Peralihan Asal Indonesia yang Unik, Ini Ciri-ciri dan Contohnya

Hewan Peralihan Asal Indonesia yang Unik, Ini Ciri-ciri dan Contohnya

Cicin Yulianti - detikEdu
Jumat, 07 Okt 2022 16:00 WIB
Anoa betina bernama Ana bersama dengan bayi Anoa, Anara yang baru lahir, berada di Anoa Breeding Center (Pusat Pengembangbiakan Anoa) di Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado, Sulawesi Utara, Kamis (11/1). Anoa merupakan hewan langka endemik Sulawesi yang termasuk dalam kategori terancam punah. Kelahiran Anara adalah  anak Anoa kedua yang lahir secara alami tanpa bantuan medis. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/foc/18.
Anoa betina bernama Ana bersama dengan bayi Anoa, Anara yang baru lahir, berada di Anoa Breeding Center (Pusat Pengembangbiakan Anoa) di BP2LHK Manado, Sulawesi Utara. Anoa termasuk hewan atau fauna peralihan. Foto: ANTARA FOTO/Adwit B Pramono
Jakarta -

Hewan peralihan adalah sekumpulan hewan yang berada atau dapat ditemukan di wilayah Indonesia bagian tengah. Hewan peralihan pun merupakan campuran antara hewan Australis dan hewan Asiatis atau Oriental.

Persebaran fauna peralihan di Indonesia bisa ditemukan di daerah Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Kepulauan kecil lainnya. Penamaan hewan peralihan juga dikarenakan hewan-hewan tersebut terdapat di daerah antara garis Wallace dan garis Weber.

Pada tahun 1856, seorang ahli biologi Alfred Russel Wallace saat menjelajahi Nusantara menemukan Kepulauan Indonesia dihuni oleh dua kelompok fauna yang berbeda-beda yaitu kawasan barat dan kawasan timur.

Ia kemudian memisahkan dua kelompok itu dengan membuat garis yang disebut garis Wallace. Garis Wallace adalah garis imajiner yang membatasi persebaran jenis flora dan fauna di Indonesia bagian barat (fauna Asiatis atau Oriental) dengan yang ada di wilayah bagian timur (Australis).

Setelah itu, seorang ilmuwan Belanda-Jerman bernama Max Carl Wilhelm Weber juga menjelajah ke Nusantara. Ia menemukan ragam fauna di Pulau Sulawesi berbeda dengan Kepulauan Maluku dan Papua.

Weber berpendapat Pulau Sulawesi merupakan pulau dengan hewan-hewan peralihan antara fauna Asiatis atau hewan Oriental dengan fauna Australis. Ia pun menetapkan garis khayal di sebelah barat Kepulauan Maluku hingga timur Nusa Tenggara Timur yang dinamakan garis Weber.

Garis Weber adalah garis yang memisahkan biogeografi Indonesia bagian timur dengan wilayah peralihan.

Ciri-Ciri Hewan Peralihan

Terdapat ciri-ciri dari hewan peralihan yang membedakannya dengan hewan australis dan hewan asiatis.

  • Merupakan hewan endemik atau hewan yang hanya terdapat di wilayah tertentu saja.
  • Tidak memiliki bulu yang lebat bahkan tidak memiliki bulu sama sekali
  • Hewan langka
  • Berjenis burung khas yang memiliki keunikan tertentu

Contoh Hewan Peralihan

Di Indonesia, hewan-hewan peralihan terdapat di wilayah NTT, NTB dan Sulawesi. Lalu, apa saja contoh dari hewan-hewan peralihan tersebut?

  • Komodo

Komodo merupakan hewan unik asal Indonesia. Hewan yang kerap dijuluki reptil besar ini hanya bisa ditemukan di Indonesia, yakni di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur.

Hewan peralihan dengan nama ilmiah Varanus komodoensis ini bisa memiliki panjang sampai 3 meter. Biasanya, komodo berjenis kelamin jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari betina.

Menurut laporan dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem tahun 2017, bahwasanya jumlah komodo yang bisa ditemukan di Taman Nasional Komodo berkisar 2.884 ekor.

Keunikan lain dari reptil raksasa ini adalah mereka mampu berlari dengan kecepatan 20km/jam. Dalam menunjang aktivitasnya, komodo membutuhkan sinar matahari untuh mengatur suhu di dalam tubuhnya, sehingga kita banyak menemukan komodo yang tengah berjemur.

  • Anoa

Hewan peralihan unik lain asal Indonesia adalah anoa. Hewan endemik ini termasuk ke dalam hewan yang dilindungi karena populasinya yang minim.
Keberadaan anoa dapat ditemukan di daerah Sulawesi Tengah, lebih tepatnya di kawasan dataran rendah maupun di dataran tinggi.

Hal tersebut yang menjadikan anoa terbagi menjadi dua jenis yakni anoa dataran tinggi dan anoa dataran rendah. Perawakan anoa mirip seperti seekor sapi, tapi kuku dan kaki yang menyerupai banteng. Selain itu, ciri khas dari anoa adalah memiliki tanduk.

  • Maleo

Maleo atau burung endemik khas Indonesia ini merupakan hewan peralihan yang bisa ditemukan di daerah Sulawesi. Keberadaan mereka biasa menetap di wilayah dataran rendah.

Ciri khas dari burung maleo ini adalah memiliki paruh jingga serta kulit wajah yang bewarna merah muda agak keputihan. Selain itu, seekor maleo memiliki jambul keras warna hitam.

Walaupun termasuk ke dalam jenis burung, tetapi maleo lebih suka berjalan menggunakan kakinya daripada terbang seperti burung lainnya. Oleh karena itu, hewan peralihan ini lebih mirip seperti seekor ayam dibandingkan seekor burung.



Simak Video "Main Sambil Belajar di Festival Flona Lapangan Banteng"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia