Siapa Bapak Sejarah Indonesia? Berikut Biografi dan Karyanya

Siapa Bapak Sejarah Indonesia? Berikut Biografi dan Karyanya

Cicin Yulianti - detikEdu
Kamis, 06 Okt 2022 15:00 WIB
Buku karya Bapak Sejarah Indonesia Sartono Kartodirdjo
Buku karya Bapak Sejarah Indonesia Sartono Kartodirdjo (Dok. FIB UGM)
Jakarta -

Sartono Kartodirdjo merupakan salah satu pakar sejarah Indonesia yang terkenal dengan sebutan Bapak Sejarah Indonesia. "Gelar" itu disandang karena Sartono merupakan pelopor penulisan sejarah lewat pendekatan multidimensi dan ilmu-ilmu sosial serta kiprahnya di bidang ilmu sejarah .

Sartono menjadi sejarawan pertama yang mendapat gelar doktor ilmu sejarah dari luar negeri. Disertasinya yang membahas tentang pemberontakan petani Banten tahun 1888 menjadikan ia sebagai lulusan dengan predikat cumlaude dari Universitas Amsterdam pada 1966.

Pemikiran-pemikiran Sartono sangat berpengaruh pada sistem pendidikan sejarah di beberapa kampus di Indonesia. Oleh karena itu, ia dijuluki sebagai Bapak Sejarah Indonesia, karena merupakan begawan sejarah dari generasi pertama yang pemikirannya masih dipakai hingga kini.

Pendidikan

Saat Sartono berusia enam tahun, ia mengenyam pendidikan di sekolah formal HIS, Wonogiri. Diketahui, sejak kecil Sartono telah ditanami prinsip kedisiplinan.

Dalam bukunya yang berjudul Membuka Pintu Bagi Masa Depan, ia mengatakan bahwa dirinya sudah dispilin sejak masa sekolah di HIS. Selain bersekolah, saat itu Sartono sudah melakoni banyak pekerjaan seperti mengisi bak mandi, mencuci pakaian hingga mengepel lantai.

Pada tahun 1934, Sartono melanjutkan pendidikannya ke sekolah MULO di Surakarta. Saat bersekolah di sana, Sartono memiliki kegemaran dalam membaca, menulis hingga bahasa.

Selanjutnya pada tahun 1936, Sartono pindah ke HIK yakni sekolah menengah guru. Setelah itu, ia memulai kariernya sebagai guru di sekolah Schakel School (Sekolah Peralihan) di Muntilan.

Setelah Sartono tamat Sekolah Guru Xaverius pada tahun 1941, ia pun menjadi guru di HIS swasta di Salatiga. Lalu, ia berpindah mengajar di Sekolah Rakyat Salatiga.

Belum puas mengenyam pendidikan yang akhirnya menjadikannya seorang guru, Sartono melanjutkan pendidikannya di Universitas Indonesia. Ia mengambil Jurusan Sejarah Fakultas Sastra di Universitas Indonesia.

Lulus dari Universitas Indonesia, Sartono terbang ke Amerika untuk melanjutkan studinya di Yale University. Di bawah bimbingan dari Prof. Dr. H. J. Benda, Sartono mendapat tawaran untuk melanjutkan pendidikannya kembali di Amsterdam, Amerika.

Karya-Karya Sartono

Masa pasca Sartono lulus dari Universitas Indonesia adalah masa ketika kemerdekaan Indonesia masih berusia dini. Belum banyak referensi ataupun pengetahuan sejarah yang diketahui masyarakat.

Saat gelar akademik tertinggi sudah diraih oleh Sartono, ia tidak lantas berpuas diri. Setelah kembali ke Indonesia, Sartono melakukan pembenahan dan pengembangan ilmu di jurusan Sejarah Universitas Gadjah Mada.

Berkat upayanya dalam mengembangkan pendidikan sejarah di kampus tempatnya mengajar, ia mendapatkan penghargaan bergengsi yakni Benda Prize sebagai apresiasi dari H.J Benda pada tahun 1977.

Selain penghargaan, Sartono memiliki banyak karya yang reputasinya diakui secara nasional maupun internasional. Sebagai sejarawan generasi pertama, Sartono aktif membuat karya-karya terobosannya.

Karya-karya yang berhasil ia tulis di antaranya adalah Agrarian Radicalism, Culture and Politics, Protest Movement in Rural Java A Study of Agrarian Unrest in the Nineteenh and Early Twentieth Centuries, Modern Indonesia Traditional & Transportation A Social-History perspective, Masyarakat Kuno dan Kelompok-kelompok Sosial, Elite dalam Perspektif Sejarah, Ratu Adil, Ungkapan-ungkapan Filsafat Sejarah Barat dan Timur.

Selain itu karya-karya terkenal yang ditulis oleh Sartono berkaitan dengan sejarah antara lain: Indonesian Historiography, Pengantar Sejarah Indonesia Baru Jilid I, Pengantar Sejarah Indonesia Jilid II, Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia, Sejarah Sosial (Konseptulasi, Model dan Tantangannya), Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah, dan Sejak Indische Sampai Indonesia.

Karya-karya monumental dalam ilmu sejarah di atas membuat Sartono Kartodirdjo layak menyandang sebutan Bapak Sejarah Indonesia.



Simak Video "Deretan Tahun Paling Mengerikan dalam Sejarah Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia