HUT TNI 2022, Pengamat UGM: TNI Perlu Kembali ke Jati Dirinya

HUT TNI 2022, Pengamat UGM: TNI Perlu Kembali ke Jati Dirinya

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 05 Okt 2022 20:00 WIB
Sejumlah prajurit TNI melakukan parade sepanjang Istana Merdeka hingga Bundaran HI, Rabu (5/10/2022).
Sejumlah prajurit TNI melakukan parade sepanjang Istana Merdeka hingga Bundaran HI di HUT TNI 2022, Rabu (5/10/2022). Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) 2022 jatuh pada tanggal 5 Oktober. Pada peringatan ini, pengamat militer UGM Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si. menuturkan, TNI harus kembali ke jati dirinya sebagai tentara rakyat dan tentara pejuang.

Armaidy menuturkan, perjalanan 77 tahun TNI dalam menjalankan tugasnya mempertahankan kemerdekaan, menegakkan kedaulatan negara, serta mempertahankan keutuhan wilayah NKRI patut diapresiasi.

Di sisi lain, prajurit TNI perlu untuk tidak melupakan tugas dan jati dirinya tersebut.

"Saya kira TNI ke depan harus kembali ke jati dirinya sebagai tentara rakyat dan tentara pejuang. Sumpah prajurit dan Sapta Marga harus diteguhkan kembali, sebab tantangan kita ke depan bukan lagi ancaman fisik, melainkan nonfisik," kata Ketua Program Studi Ketahanan Nasional Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM ini, dikutip dari laman kampus , Rabu (5/10/2022).

Menurut Armaidy, TNI lahir dari rakyat melalui pergulatan panjang merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Kemudian, TNI tumbuh dan besar bersama rakyat sehingga saat ini tetap berjuang untuk rakyat.

Ia menegaskan, kontribusi TNI untuk ikut mendukung pembangunan kesejahteraan rakyat harus didorong meskipun tugas utama TNI sebagai komponen penjaga kedaulatan negara.

Armaidy menjelaskan, tugas TNI tidak lagi semata-mata untuk menjaga keamanan dan kedaulatan semata. Namun, TNI juga perlu bertugas meningkatkan taraf kehidupan masyarakat melalui pendekatan kesejahteraan.

"Penjaga konstitusi dan penjaga ideologi negara itu adalah TNI. Karena TNI lahir dari rakyat, ia kembali pada rakyat, manunggal antara TNI dan rakyat harus didukung dari sisi kesejahteraan yang terjadi dalam masyarakat," katanya.

Berdasarkan pengamatannya, salah satu ancaman bagi bangsa Indonesia ke depan justru pada persoalan rasa keadilan sosial. Karena itu, manfaat pembangunan harus betul-betul dirasakan oleh seluruh anak bangsa.

"Jika masyarakat sejahtera, berkeadilan dan nyaman, pasti tentara kerja juga nyaman," katanya.

Sejarah TNI, Fungsi, dan Tugas

Perayaan HUT TNI ke-77 diwarnai dengan pameran sejumlah alat tempur dan kendaraan tempur dipamerkan di halaman Istana Merdeka Jakarta.

TNI bermula dari Badan Keamanan Rakyat (BKR), salah satu badan yang menjadi upaya bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan kembali dan kekerasan senjata oleh Belanda, seperti dikutip dari laman resminya.

BKR lalu menjadi menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada tanggal 5 Oktober 1945. Untuk memperbaiki susunan yang sesuai dengan dasar militer internasional., TKR lalu berubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Tentara Nasional Indonesia (TNI) lalu disahkan pada pada 3 Juni 1947. Pendirian ini dimaksudkan untuk menyatukan kekuatan bersenjata TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat.

Fungsi dan tugas TNI berubah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 seiring waktu.TNI pun berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

TNI berfungsi sebagai penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa sebagai alat pertahanan negara.

TNI juga menjadi penindak terhadap setiap bentuk ancaman di atas, serta dan pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan.



Simak Video "Jokowi ke Prajurit di Perbatasan: Benar Tunjangan Cukup? Jangan Takut Panglima"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia