5 Ilmuwan Perempuan Muslim, dari Ahli Aritmatika sampai Astronaut

5 Ilmuwan Perempuan Muslim, dari Ahli Aritmatika sampai Astronaut

Devi Setya - detikEdu
Rabu, 05 Okt 2022 19:02 WIB
Lahir di Iran, tapi berpaspor Amerika Serikat menasbihkan Anousheh Ansari sebagai astronaut muslim wanita pertama yang bertugas di luar angkasa. Ia melakukannya pada September 2006.
Anousheh Ansari astronaut perempuan muslim
Jakarta -

Perbedaan gender tak menjadi penghalang bagi para perempuan ini untuk menunjukkan eksistensi di dunia ilmu pengetahuan. Ada deretan perempuan muslim yang berhasil menggoncang dunia dengan menjadi ilmuwan aritmatika hingga astronot.

Banyak perempuan muslim yang namanya tercatat sebagai ilmuwan terkenal dunia. Lewat berbagai bidang ilmu pengetahuan, para perempuan ini membuktikan bahwa gender bukanlah satu halangan yang membatasi karya.

Ilmuwan Perempuan Muslim

1. Sutayta al-Mahamali

Sutayta merupakan seorang ahli aritmatika abad ke-10. Kecerdasannya ini diwariskan oleh sang ayah, Abu Abdullah Al-Hussein yang juga merupakan ilmuwan dalam bidang matematika.

Selain memperoleh ilmu dari sang ayah, Sutayta al-Mahamali juga belajar pada beberapa ahli matematika pada zamannya. Perempuan yang lahir di Irak lebih tepatnya di daerah Baghdad ini juga terkenal sebagai ahli sastra Arab.

2. Anousheh Ansari

Dikutip dari The Muslim Vibe (5/10), Ansari merupakan ilmuwan modern. Ia menekuni pendidikan di bidang Elektronika dan Teknik Komputer. Ia mendapatkan gelar BSc dari Universitas George Mason, diikuti dengan gelar Master di bidang Teknik Elektro dari Universitas George Washington.

Pada 18 September 2006 namanya disebut-sebut karena menjadi penjelajah ruang angkasa perempuan pertama. Dia juga mendapatkan tempat dalam sejarah sebagai penjelajah pribadi keempat yang mengunjungi luar angkasa dan astronot pertama keturunan Iran.

3. Mariam Al-Ijliya

Pada abad ke-10, Mariam Al-Ijliya dikenal sebagai seorang ilmuwan bidang astronom. Maria yang hidup di Aleppo, Suriah ini menemukan astrolabe yakni alat yang mampu menentukan kedudukan matahari dan planet-planet lainnya.

Bagi umat muslim, alat ini dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat, waktu salat dan juga menentukan awal Ramadan serta Idul Fitri.

4. Rufaida Al-Aslamia

Rufaida Al-Aslamia merupakan sosok perawat muslim sekaligus dokter bedah muslim pertama. Dia merupakan kaum Anshor yang diperkirakan lahir pada 570 Masehi dan tumbuh besar di Madinah, Arab Saudi. Ayahnya, Saad Al Aslami juga merupakan seorang dokter.

Rufaida hidup di zaman Rasulullah SAW, ia bahkan sering terlibat dalam berbagai perang sebagai perawat. Diantaranya Perang Badar, Perang Uhud, Khandaq dan Khaibar. Ketika Perang Khandaq, Saad bin Muaath terluka cukup serius. Nabi Muhammad SAW meminta Rufaida untuk mengobatinya dan berhasil mengobatinya hingga sembuh.


5. Dr Bina Shaheen Siddiqui

Satu lagi ilmuwan perempuan muslim modern bernama Dr Bina Shaheen Siddiqui. Ia lulus dari Karachi University Pakistan tahun 2001 dan mendapatkan gelar PhD.

Dr Bina merupakan salah satu pendiri Third World Organization for Women in Science. Tak hanya itu, ia memiliki 12 paten yang di dalamnya termasuk konstituen antikanker. Saat ini ia memegang jabatan sebagai Profesor HEJ Research Institute of Chemistry.



Simak Video "Kisah Ilmuwan yang Celaka Karena Temuannya Sendiri "
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia