Ilmuwan Swedia Ini Menangkan Nobel usai Teliti Gen Manusia Purba

Ilmuwan Swedia Ini Menangkan Nobel usai Teliti Gen Manusia Purba

Anisa Rizki - detikEdu
Rabu, 05 Okt 2022 09:30 WIB
Svante Paabo
Foto: AFP via Getty Images/JONATHAN NACKSTRAND/Ilmuwan Swedia Ini Menangkan Nobel usai Teliti Gen Manusia Purba
Jakarta -

Svante Paabo namanya, ilmuwan asal Swedia itu berhasil meraih Nobel tahun ini setelah melakukan penelitian di bidang kedokteran terkait evolusi manusia dari masa ke masa.

Mengutip dari Reuters, Paabo memenangkan Nobel dengan studi berjudul "concerning the genomes of extinct hominins and human evolution."

Pria usia 67 tahun itu berhasil mengurutkan genom (rangkaian kromosom pembawa materi genetik) dari hominin Denisova, spesies atau subspesies manusia purba yang telah punah dan tersebar di kawasan Asia pada zaman Paleolitik Bawah dan Tengah.

Dalam karyanya, Paabo menunjukkan adanya perubahan genom yang membedakan manusia dengan primata.

"Dengan membeberkan perbedaan genetik yang membedakan semua manusia yang hidup dari hominin yang telah punah. Penemuan dia menyediakan dasar untuk mengeksplorasi sesuatu yang unik dari manusia," ujar Komite Nobel.

Memenangkan Nobel di bidang kedokteran membuat Paabo mendapatkan hadiah 867 ribu euro atau sekitar Rp 13 miliar. Pengumumannya sendiri dilakukan di Royal Swedish Academy of Sciences di Stockholm.

Apa Itu Hominin?

Hominin merupakan sebuah istilah yang merujuk pada garis keturunan manusia yang telah punah, sebagaimana dilansir dari Britannica Encyclopedia. Contohnya yaitu seperti Homo erectus, Homo habilis, Homo neanderthalensis, dan sejumlah spesies dari Australopithecus.

Faktor pembeda antara hominin dengan primata lainnya, baik yang masih hidup ataupun yang telah punah adalah postur tubuh, otak yang lebih besar, serta karakter semisal komunikasi lewat bahasa.

Penemuan Paabo Membantu Pengobatan COVID-19

Pekerjaan Paabo dan koleganya tidak hanya dinilai mengajari para ilmuwan lebih banyak tentang Neanderthal, tetapi juga dianggap membantu pengobatan modern selama pandemi Covid-19.

"Dari genom Neanderthal, kita dapat mempelajari apa yang mendefinisikan manusia modern. Salah satu temuan besar kami adalah bahwa faktor risiko utama COVID parah adalah varian gen yang diturunkan dari Neanderthal," kata Zeberg, seorang kolega Pääbo dikutip dari DW.

"Dan kami percaya satu juta orang telah meninggal (dengan Covid) karena varian gen itu," tambahnya.

Zeberg mengungkapkan, bahwa tanpa pengurutan genom Neanderthal dari Paabo maka mereka tidak akan mengetahui varian gen COVID yang ada.

Pada tahun 2020, sebuah laporan dari Paabo dan rekannya menemukan bahwa varian gen yang diwarisi oleh manusia modern dari Neanderthal ketika mereka menikah sekitar 60.000 tahun yang lalu membuat kita lebih membutuhkan ventilasi buatan saat terpapar virus penyebab COVID.

Sejarah Singkat Penghargaan Nobel

Nobel menjadi ajang penghargaan paling prestise dan bergengsi di masing-masing bidang. Banyak tokoh terkenal yang memenangkannya seperti Ronald Ross untuk penemuannya di bidang malaria, Alexander Fleming di bidang kedokteran, dan masih banyak lagi.

Pembiayaan Nobel berasal dari kekayaan Alfred Nobel, seorang penemu dinamit asal Swedia. Ia mendapatkan hak paten atas pembuatan bahan peledak temuannya itu.

Mengutip dari CNN Indonesia, Alfred Nobel meninggal di San Remo, Italia, pada 10 Desember 1896. Dalam wasiatnya, dikatakan bahwa ia ingin kekayaannya digunakan untuk hadiah dalam bidang Fisika, Kimia, Fisiologi atau Kedokteran, Sastra dan Perdamaian.

Pelaksana wasiat Nobel adalah dua insinyur muda, Ragnar Sohlman dan Rudolf Lilljequist lantas membentuk Yayasan Nobel sebagai sebuah organisasi untuk mengurus aset keuangan yang ditinggalkan Nobel.

Hadiah Nobel pertama diberikan pada 1901, tepatnya 5 tahun setelah Nobel meninggal. Penerima hadiah nobel perdamaian pertama adalah Frederic Passy dari Prancis dan Jean Henry Dunant dari Swiss.



Simak Video "Kisah Ilmuwan yang Celaka Karena Temuannya Sendiri "
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia