Ini Tokoh Batik Indonesia Asal Tionghoa, Cari Inspirasi sampai ke Makam Sunan

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 03 Okt 2022 14:00 WIB
Google Doodle K.R.T. Hardjonagoro atau Go Tik Swan
Go Tik Swan, tokoh batik Indonesia keturunan Tionghoa. Foto: dok. Google
Jakarta -

Batik di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari nama Go Tik Swan. Keturunan ningrat Tionghoa asal Surakarta, Jawa Tengah itu adalah pelopor batik di negeri ini.

Go Tik Swan atau yang juga dikenal sebagai Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Hardjonagoro, merupakan putra priyayi asal Solo bernama Go Dhiam Ik dan Tjan Ging Nio. Dia lahir pada 11 Mei 1931.

Semenjak masih kecil, kehidupan Go Tik Swan memang tak jauh-jauh dari batik. Kakek dan nenek dari ibunda mengelola tiga perusahaan batik.

Dia kaya dengan pengalaman melihat para tukang cap, anak-anak yang melepas lilin dari kain, orang yang menggambar kain dengan canting, dan orang yang membubuhkan warna. Latar belakang yang demikian ditambah dengan bakat di kesenian, Go Tik Swan pun tertarik mengolah batik.

Dulu Mahasiswa UI

Pengetahuan Go Tik Swan akan budaya Jawa dan apa yang diketahuinya dari para pengrajin batik lokal membuat dirinya semakin jatuh cinta dengan kebudayaan Jawa. Dia lantas belajar sastra dan tari Jawa di Universitas Indonesia.

Mengutip arsip detikNews, semasa mengenyam studi di UI, Presiden Sukarno yang mengetahui latar belakang K.R.T Hardjonagoro, memberi arahan supaya laki-laki asal Surakarta ini menciptakan gaya batik baru. Gaya yang diyakini bisa mengatasi perpecahan dan mempersatukan bangsa Indonesia.

Pada 1950-an, Go Tik Swan pun memenuhinya dengan menggabungkan teknik batik daerah. Sukarno kemudian menamai batik tersebut sebagai 'Batik Indonesia' oleh Sukarno.

Cari Inspirasi hingga ke Makam Sunan

Pada proses pencarian ide, Go Tik Swan tak cuma mengunjungi berbagai sentra batik seperti Pekalongan, Tuban, atau yang lainnya. Dia juga mengunjungi makam orang-orang suci, misalnya makam Sunan Kalijaga, Sunan Gunung Jati, Sunan Bayat, dan Ki Ageng Tambakbaya.

Inspirasi yang dia cari itu pada akhirnya ketemu saat menginap di kediaman seorang seniman bernama Walter Spies di Campuhan, Ubud. Berdasarkan inspirasi yang dia dapatkan, Go Tik Swan membuat batik dengan perpaduan gaya batik klasik keraton dengan pesisir utara Jawa Tengah terutama Lasem, Pekalongan, dan Juwana.

Dari segi warna, pria yang memperoleh gelar Panembahan dari Keraton Surakarta ini menggabungkan teknik pewarnaan soga pada batik Surakarta dan Yogyakarta, kemudian dikombinasikan dengan pewarnaan mutiwarna ala batik pesisir.

Go Tik Swan juga menambahkan motif tenun Bali pada batik yang lantas disebut sebagai Batik Indonesia itu.



Simak Video "Wanita Indonesia Ini Konsisten Kenalkan Batik ke Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia