Sejarah Hari Batik Nasional, Diperingati Setiap 2 Oktober

Sejarah Hari Batik Nasional, Diperingati Setiap 2 Oktober

Devi Setya - detikEdu
Kamis, 29 Sep 2022 17:30 WIB
Hari Batik Nasional 2022: Sejarah dan Twibbon Perayaan
Ilustrasi proses membuat batik Foto: detikcom/Thinkstock
Jakarta -

Batik menjadi bagian dari budaya kebanggaan masyarakat Indonesia. Batik bahkan telah dinobatkan sebagai warisan budaya UNESCO. Setiap tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional.

Motif batik bisa dengan mudah dijumpai, sebut saja misalnya pada motif baju, tas, kain hingga aksesoris. Di Indonesia tidak sulit menemukan pernak-pernik bermotif batik.

Sejarah Batik di Indonesia

Batik merupakan salah satu jenis karya seni rupa yang berkembang di Indonesia. Batik sendiri diprakirakan sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Dalam catatan sejarah, batik telah ditemukan sejak zaman Majapahit dan populer pada akhir abad XVIII atau permulaan abad XI.

Dikutip dari buku Mengenal Aneka Batik oleh Suerna Dwi Lestari, kata batik berasal dari bahasa Jawa. Seorang peneliti dan pustakawan asal Belanda bernama G.P Rouffaer, berpendapat bahwa teknik batik kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilanka pada abad ke-6 atau 7.

Dahulu, batik dibuat dengan cara ditulis secara manual. Batik ini dikenal dengan sebutan batik tulis. Hingga kini batik tulis yang dibuat dengan mengandalkan tulisan tangan dengan canting dan malam ini masih dibuat namun jumlahnya tak terlalu banyak.

Batik tulis dibuat dengan motif yang sederhana, proses pewarnaan pada batik ini juga masih tradisional karena mengandalkan bahan alami. Meskipun prosesnya lebih sulit dan panjang, tetapi kualitas batik tulis terbilang juara.

Setiap daerah di Indonesia memiliki motif batik yang berbeda. Motif ini menggambarkan berbagai hal, termasuk kekayaan alam. Setiap motif batik pun memiliki makna dan filosofi mendalam.

Seiring perkembangan zaman, batik kemudian dibuat dengan teknik cap. Teknik ini baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.

Batik cap menjadi produk paling banyak yang diproduksi secara pabrikan. Motif dan warna batik pun semakin beragam karena sudah mengandalkan pewarna tekstil yang bisa digunakan untuk produksi massal.

Sejarah Hari Batik Nasional

Hari Batik Nasional diperingati sejak ditetapkannya batik sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity atau Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi yang berasal dari Indonesia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Penetapan batik Indonesia sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO tersebut dilakukan sejak 2 Oktober 2009. Dikutip dari laman UNESCO, batik melambangkan kehidupan manusia mulai awal hingga akhir.

Teknik, simbol, dan kebudayaan terkait teknik mewarnai katun dan sutra dengan tangan (hand-dyed) yang dikenal sebagai batik Indonesia, menjadi simbol kehidupan masyarakat mulai awal hingga akhir. Untuk gendongan bayi, kain batik yang digunakan punya simbol keberuntungan untuk anak. Sedangkan batik yang digunakan saat ada yang meninggal menggunakan simbol berduka.

Hari Batik Nasional ditetapkan oleh Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 33 tahun 2009. Keppres ini diteken pada tanggal 17 November 2009.

Pada tanggal 1 Oktober 2019, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan Surat Edaran Nomor 003.2/10132/SJ tentang Pemakaian Baju Batik dalam Rangka Hari Batik Nasional 2 Oktober 2019. Surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemendagri, Hadi Prabowo tersebut mengimbau para pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota untuk mengenakan baju batik pada peringatan Hari Batik Nasional.



Simak Video "Ribuan Wanita Ikut Pawai Kebaya Bersama Iriana Joko Widodo"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/kri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia