3 Oktober 1990: Reunifikasi Jerman Barat-Timur Setelah 45 Tahun

Rahma Harbani - detikEdu
Senin, 03 Okt 2022 11:00 WIB
Tanggal 9 November 1989 jadi momen bersejarah bagi warga Jerman. Saat itu tembok Berlin runtuh dan jadi penanda awal bersatunya Jerman Barat dan Jerman Timur.
Ilustrai. 3 Oktober bertepatan dengan peristiwa bersejarah menyatunya wilayah Jerman Barat dan Jerman Timur. (Dok. Getty Images)
Jakarta -

Tanggal 3 Oktober bertepatan dengan peristiwa bersejarah dunia yakni reunifikasi Jerman Barat dan Jerman Timur setelah pecah selama 45 tahun. Peristiwa ini juga diperingati oleh masyarakat Jerman sebagai Hari Penyatuan Jerman.

Mulanya, Jerman mengalami demiliterisasi yang membuatnya terbagi ke dalam 4 wilayah. Menurut Sejarah SMA/MA Kelas XII-IPS oleh Ignas Kingkin Teja, dkk, demiliterisasi Jerman dilakukan setelah adanya perjanjian Postdam 1945 usai runtuhnya kekuasaan Soviet.

Pemisahan tersebut kemudian membawa dampak politik dan ekonomi antara Jerman Barat dan Jerman Timur. Jerman Timur yang dikuasai oleh Uni Soviet berhaluan komunis, sementara Jerman Barat berhaluan liberal-kapitalis.

Di samping itu, berada di bawah kekuasaan komunis membuat Jerman Timur melarang warganya bermigrasi ke Jerman Barat. Begitu pula sebaliknya bagi warga Jerman Barat.

Belum lagi, pada 31 Agustus 1961, dibangun Tembok Berlin. Tembok pemisah kedua wilayah yang sekaligus menjadi tanda perang dingin antara Jerman Barat dengan Jerman Timur.

Awal Hubungan Baik Jerman Barat dan Jerman Timur

Pada 1982, ketegangan di antara dua wilayah mulai mereda usai pemimpin Jerman Timur Willi Stoph melakukan kunjungan politik yang membawa dampak positif bagi kedua wilayah. Kunjungan politik tersebut sudah berlangsung sejak 1949.

Hasilnya, ada penandatanganan perjanjian kerja sama dalam ekonomi, politik, dan kebudayaan bag Jerman Barat dan Jerman Timur.

Meski demikian, warga dari Jerman Barat maupun Jerman Timur masih belum diberi kebebasan untuk saling berkunjung.

Dampak baik bagi kedua wilayah tersebut membuat Jerman Barat mengirim utusannya yakni seorang kanselir bernama Helmet Schidmit untuk melakukan kunjungan balasan. Kunjungan ini mengindikasinya perbaikan hubungan di antara keduanya.

Sinyal-sinyal hubungan baik di antara kedua wilayah membuat kurang lebih 35.000 warga Jerman Timur menjadi imigran gelap di Jerman Barat. Hingga masyarakat Jerman mulai saling melakukan pertemuan rahasia untuk menggabungkan diri.

Menyatunya Jerman Barat dan Jerman Timur

Sebelum menyatu pada 3 Oktober, jelang awal tahun 1990-an, Jerman Timur dilanda isu keterbukaan dan restrukturisasi ekonomi yang dipicu oleh kemerosotan ekonomi di sana.

Namun, sebaliknya, tengah terjadi perkembangan pesat perekonomian bagi pihak Jerman Barat.

Keadaan itu pun semakin mendorong warga dalam melakukan gerakan yang menyatukan kedua wilayah. Kondisi memuncak hingga pada 4 November 1989, lebih dari 500 ribu warga Jerman Timur berdemonstrasi di Berlin Timur.

Peristiwa ini disusul dengan bubarnya Kabinet Jerman Timur dan Politbiro Partai Komunis sebagai lembaga tertinggi di Jerman Timur.

Lima hari setelahnya, tembok Berlin dan perbatasan lainnya dinyatakan terbuka. Mulai saat itu pula, jutaan warga Jerman Timur diberi kebebasan melakukan kunjungan ke Berlin Barat.

Melansir buku Sejarah: SMA kelas XII oleh M. Habib Mustopo, hingga proses reunifikasi Jerman pertama kali dicetuskan pada Februari 1990 di Ottawa, Kanada.

Pertemuan tersebut melibatkan 4 menteri luar negeri pemenang Perang Dunia II dan wilayah Jerman Barat serta Timur dengan hasil rumusan Dua Plus Empat.

Kanselir Jerman Timur Helmut Kohl dan Hans Modrow dari Jerman Timur setuju untuk mempersiapkan penyatuan mata uang dan ekonomi kedua negara.

Sehingga pada 24 April 1990, Kohl dan de Maiziere menetapkan penyatuan ekonomi dan moneter dengan Deutsche Mark sebagai mata uang Jerman.

Mulanya, Menlu Uni Soviet Edward Shevardnadze mengajukan usulan agar Jerman bersatu dalam lima tahun pertama tetap dalam Pakta Warsawa atau netral.

Namun, usulan ini ditolak oleh NATO (North Atlantic Treaty Organization) sehingga pada 16 Juli 1990, akhirnya Moskow menyetujui Jerman bergabung dalam NATO dengan tidak lagi menilai Pakta Warsawa sebagai musuh.

Pada 12 September 1990, rumusan penyatuan Jerman di pertemuan Moskow resmi ditandatangani hingga negara Jerman secara resmi dipersatukan kembali pada 3 Oktober 1990.

Artinya, enam negara bagian Jerman Timur yaitu Brandenburg, Mecklenburg-Vorpommern, Sachesn, Sachsen-Anhalt, Thüringen, dan Berlin bersatu secara resmi dengan Federal Jerman (Jerman Barat).

Kebangkitan nasionalisme Jerman kemudian resmi direalisasikan pada upacara kenegaraan di Gedung Philharmonie, Berlin pada 3 Oktober 1990 silam. Peristiwa bersejarah tersebut diperingati tiap tahunnya oleh warga Jerman.



Simak Video "Polisi Jerman Buru Pelaku Penembakan Dekat Sekolah "
[Gambas:Video 20detik]
(rah/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia