Contoh Sunnah Hammiyah dan Penjelasannya Lengkap

Contoh Sunnah Hammiyah dan Penjelasannya Lengkap

Rahma Harbani - detikEdu
Minggu, 02 Okt 2022 06:00 WIB
Al-quran
Ilustrasi. Seperti apa contoh sunnah hammiyah? (Getty Images/iStockphoto/Husam Cakaloglu)
Jakarta -

As Sunnah mempunyai fungsi sebagai penjelas maksud ayat-ayat Al-Qur'an dan berdiri sendiri dalam menentukan sebagian dari beberapa hukum. Salah satu jenis dari as sunnah ini adalah sunnah hammiyah.

Sunnah Hammiyah tersebut adalah segala sesuatu yang sudah diniatkan oleh Rasulullah SAW namun tidak jadi dilaksanakan. Dengan kata lain, segala sesuatu yang menjadi sunnah setelah menjadi angan Rasulullah SAW meskipun beliau tidak kesampaian mengerjakannya.

"Sunnah hammiyah adalah hadits yang berupa hasrat Rasulullah SAW yang belum terealisasikan," tulis Hasyim Asyʼari dalam buku Risalah Aswaja.

Sunnah sendiri merupakan sumber hukum utama dalam Islam selain Al-Qur'an. Kedudukan di antara keduanya sama dan tidak boleh dipisahkan antara satu dan lainnya.

Contoh Sunnah Hammiyah

Ada satu amalan sunnah yang termasuk masih berupa keinginan Rasulullah SAW karena belum sempat terlaksana oleh beliau. Amalan sunnah yang dimaksud adalah berpuasa sunnah pada 9 Asyura.

Keterangan tersebut didasarkan dari salah satu riwayat hadits yang dikisahkan oleh Ibnu Abbas RA. Ia berkata,

حِينَ صَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ» قَالَ: فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ، حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata: "Ya, Nabi Muhammad! Hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani." Rasulullah SAW bersabda, "Tahun yang akan datang insya Allah aku akan berpuasa pada hari yang kesembilan." (HR Muslim).

Hadits di atas menyebutkan keinginan Rasulullah SAW untuk berpuasa pada hari ke-9 bulan Asyura. Namun, keinginan tersebut gagal direalisasikan karena beliau wafat sebelum sampai pada bulan Asyura tahun berikutnya.

Untuk itulah, Imam Syafi'i dan para peringukutnya berpendapat, hammiyah menjadi salah satu kesunnahan yang setara dengan sunnah-sunnah lainnya.

Jenis-jenis Sunnah dalam Islam

1. Sunnah Taqririyah

Sunnah taqririyah sendiri adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh sahabat semasa Rasulullah SAW hidup. Dengan kata lain, beliau mengetahuinya namun hanya diam saja, tidak melarang dan juga tidak menyuruh.

Meski demikian Rasulullah SAW tidak pernah mendiamkan sesuatu yang dianggap bathil. Hal ini juga berlaku ketika suatu berita disampaikan pada Nabi Muhammad SAW.

"Beliau SAW tidak pernah mendiamkan suatu kebatilan juga tidak perna mendiamkan sesuatu kecuali sesuatu yang benar," tulis Abduh Zulfidar Akaha dalam buku 165 Kebiasaan Nabi SAW.

Jika didiamkan artinya adalah hujjah bagi seluruh umat. Syarat sah taqrir adalah orang yang mengerjakan benar-benar tunduk pada hukum Islam, bukan kafir atau munafik.

2. Sunnah Fi'liyah

Perbuatan Nabi Muhammad SAW yang menerangkan cara melaksanakan ibadah. Perilaku yang dimaksud juga membahas seputar muamalah dan sebagainya.

3. Sunnah Qauliyah

Mengutip tulisan H. Aminudin dan Harjan Syuhada dalam Al-Qur'an Hadis, sunnah qauliyah adalah bentuk perkataan atau ucapan yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam artian, sunnah tersebut berupa perkataan Nabi Muhammad SAW yang berisi berbagai tuntunan dan petunjuk syara'.

Selain itu, berisikan pula peristiwa-peristiwa atau kisah-kisah baik yang berkaitan dengan aspek akidah, syariat, maupun akhlak. Sebab itulah, sunnah jenis ini disebut menempati urutan pertama dalam hal kualitas sunnahnya dibanding jenis sunnah lain seperti sunnah hammiyah.



Simak Video "Makna Ayat Suci Al-Qur'an yang Dilantunkan di Pembukaan Piala Dunia 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia