Mengenal Pierre Tendean, Ajudan Jenderal AH Nasution Korban G30S PKI

Mengenal Pierre Tendean, Ajudan Jenderal AH Nasution Korban G30S PKI

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 28 Sep 2022 17:30 WIB
Kapten Pierre Tendean
Foto: Arsip Istimewa/Pierre Tendean
Jakarta -

Lettu Pierre Tendean adalah salah satu perwira militer yang menjadi korban dalam peristiwa G 30 S atau Gerakan 30 September 1965. Pierre Tendean dikenal sebagai ajudan Jenderal AH Nasution.

Dikutip dari buku Pierre Tendean karya Masykuri (Departemen P & K, 1983), Pierre Tendean memiliki nama lengkap Pierre Andries Tendean.

Pahlawan Revolusi satu ini adalah anak kedua dari Dr A L Tendean, dokter berdarah Minahasa, dan Maria Elizabeth Cornet, wanita Belanda berdarah Prancis, ini lahir di Jakarta pada 21 Februari 1939.

Pendidikan Pierre Tendean

Selepas menamatkan pendidikan formal, Pierre Tendean melanjutkan ke Akademi Militer (Akmil) Jurusan Teknik dan lulus dari pada 1962.

Setelah dari Akmil, dia menjadi Komandan Peleton Batalyon Zeni Tempur 2 Komando Daerah Militer II/Bukit Barisan di Medan.

Kemudian ia juga mengenyam pendidikan di Sekolah Intelijen di Bogor. Setelah itu, Letda Pierre kemudian ditugaskan memimpin suatu kelompok sukarelawan yang mengadakan penyusupan ke Malaysia.

Pimpin Relawan Penyusupan ke Malaysia

Pada saat Indonesia bersitegang dengan Malaysia tahun 1963-1964, Presiden Soekarno mencetuskan Dwikora (Dwi Komando Rakyat).

Sejak itu pemerintah Indonesia mengirimkan sejumlah sukarelawan dari kalangan ABRI maupun masyarakat sipil ke Malaysia. Mereka bertugas menggagalkan pembentukan federasi Malaysia.

Saat Dwikora dicetuskan, Pierre Tendean yang berpangkat Letda (Letnan Dua), ditugaskan memimpin suatu kelompok sukarelawan yang mengadakan penyusupan ke Malaysia.

Selama satu tahun, Letda Pierre Tendean bertugas di garis depan, menyusup ke daerah Malaysia dan tiga kali berhasil memasuki daerah musuh dengan sukses.

Ajudan Terbaik yang Jadi Rebutan Jenderal

Sepulang dari Malaysia, Pierre Tendean justru menjadi 'rebutan' antara Jenderal AH Nasution, Jenderal Hartawan, dan Jenderal Dendi Kadarsan.

Hal ini karena ketiga jenderal itu telah mengenal bakat dan kepribadiannya. Namun akhirnya, Pierre Tendean menjadi ajudan Jenderal A H Nasution.

Pada saat itu, Jenderal AH Nasution mempunyai empat ajudan, salah satunya Lettu Pierre Tendean yang baru berumur 26 tahun.



Simak Video "Momen Polisi di Magelang Upacara Hari Pahlawan Pakai Kostum Pejuang"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia