Daftar Operasi Penumpasan G30S PKI, dari Jakarta sampai Jatim

Daftar Operasi Penumpasan G30S PKI, dari Jakarta sampai Jatim

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 28 Sep 2022 13:30 WIB
7 Pahlawan Revolusi Korban G30S/PKI, Ini Profil Lengkapnya
Ilustrasi operasi penumpasan G30S PKI. Foto: Zaki Alfarabi/detikcom
Jakarta -

Operasi penumpasan G30S PKI dilancarkan mulai tanggal 1 Oktober 1965. Operasi ini dipimpin oleh Soeharto yang pada waktu itu menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Soeharto mengambil alih Komando Angkatan Darat karena belum ada kepastian nasib Letjen Ahmad Yani yang pada waktu itu merupakan Menteri Panglima Angkatan Darat. Di samping itu, Kolonel Sarwo Edhie Wibowo yang menduduki posisi Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) mengumpulkan pasukan lain, termasuk Divisi Siliwangi dan Kavaleri.

Dijelaskan melalui IPS Terpadu SMP Kelas IX Semester Kedua tulisan Anwar Kurnia, operasi penumpasan G30S PKI menyasar beberapa tempat penting yang sudah dikuasai pendukung PKI. Salah satunya diarahkan ke sekitar Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta yang menjadi pusat gerakan. Wilayah sekitar Bandara Halim Perdanakusuma direbut kembali tanggal 2 Oktober 1965.

Daftar Operasi Penumpasan G30S PKI

Mengutip 99% Lulus UN SMP 2010 oleh Randi Renggana, Dewi Rossalia, dan Tutuk Rukmono, untuk mengikis sisa gerakan G30S PKI, dilakukanlah sejumlah operasi penumpasan, yaitu:

1. Operasi Merapi di Jawa Tengah yang dipimpin Kolonel Sarwo Edhie Wibowo dan dilakukan RPKAD.

2. Operasi Trisula di Blitar Selatan, Jawa Timur yang dipimpin Mayjen M. Yasin dan Kolonel Witarmin dan dilaksanakan Kodam VIII/Brawijaya.

3. Operasi Kikis di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Disebutkan dalam buku Sejarah SMP Kelas IX karya Anwar Kurnia dan H. Moh. Suryana, penumpasan mulai menunjukkan hasil pada November 1965. DN Aidit dikabarkan tewas pada 24 November 1965.

Dua hari sebelumnya, DN Aidit tertangkap bersama para tokoh PKI yang lain, seperti Nyono, Syam Kamaruzaman, Sudisman, Oetomo Ramelan, Wiryomartono, Mayor Mulyono, dan Kolonel Sahirman.

Berikutnya pada tanggal 14 Februari 1966, para tokoh PKI yang tertangkap dihadapkan pada sidang Mahmilub atau Mahkamah Militer Luar Biasa. Dalam sidang ini, para tokoh PKI yakni Letkol Untung, Brigjen Soepardjo, Laksamana Omar Dhani, dan Dr. Soebandrio memperoleh hukuman berat berupa hukuman seumur hidup, hukuman mati, atau dibuang ke Pulau Buru.

Itulah sejumlah operasi penumpasan G30S PKI dan akhir dari tokoh-tokoh PKI.



Simak Video "Lukas Tumiso, Eks Tapol Penyintas Pulau Buru"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia