Daftar Anggota BPUPKI dan Tugas Pokoknya untuk Indonesia Merdeka

Daftar Anggota BPUPKI dan Tugas Pokoknya untuk Indonesia Merdeka

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 27 Sep 2022 13:30 WIB
sidang bpupki
Sidang BPUPKI 1945. Siapa saja anggota BPUPKI dan tugas pokoknya.? Foto: Dok. Wikipedia Commons
Jakarta -

Rencana pendirian Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau di Dokuritsu Zyumbi Choosakai diumukan pada 1 Maret 1945. Ada sekitar 60 anggota BPUPKI yang rencananya akan bergabung.

Tanggal 29 April 1945, BPUPKI dibentuk Seikou Sisikan. BPUPKI dipimpin Ketua (Kaicou) Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat, Ketua Muda (Fuku Kaicou) Ichbangsase yang merupakan orang Jepang, dan Ketua Muda R.P. Soeroso yang merupakan orang Indonesia, seperti dikutip dari Pancasila Dasar Negara Paripurna oleh Prof. Dr. Tukiran Taniredja, M.M. dan Prof. Dr. Suyahmo, M.Si.

BPUPKI dilantik pada 28 Mei 1945, bertepatan dengan hari lahir Kaisar Jepang Tenno Haika. BPUPKI dilantik oleh Letnan Jenderal Kumakichi Harada, Panglima Tentara Keenam Belas Jepang di Jawa.

Berikut daftar anggota BPUPKI:

Siapa Saja Anggota BPUPKI?

  1. Soekarno
  2. Mohammad Yamin
  3. R. Kusumah Atmadja
  4. R. Abdulrahim Pratalykrama
  5. R. Aris
  6. Ki Hadjar Dewantara
  7. Ki Bagoes Hadikoesoemo
  8. BPH Bintaro
  9. Abdul Kahar Moezakkir
  10. BPH Poeroebojo
  11. RAA Wranatakoesoema
  12. R. Asharsoetedjo Moenandar
  13. Oeij Tiang Tjoei
  14. Mohammad Hatta
  15. Oei Tjong Hauw
  16. H. Agoes Salim
  17. M. Soetardjo Kartohadikoesoemo
  18. R.M. Margono Djojohadikoesoemo
  19. K.H. Abdoel Halim
  20. K.H. Masjkoer
  21. R. Soerdirman
  22. PAH Djajadiningrat
  23. Soepomo
  24. R. Roeseno
  25. R. Singgih
  26. Ny. Maria Ulfah Santoso
  27. RMTA Soerjo
  28. R. Roeslan Wongsokoesoemo
  29. R. Soesanto Tirtoprodjo
  30. Ny. RSS Soenarjo Mangoenpoespito
  31. Boentaran Martoatmodjo
  32. Liem Koen Hian
  33. J. Latoeharhary
  34. R. Hindro Martono
  35. R. Soekardjo Pandji Wirjopranoto
  36. H. Ah. Sanoesi
  37. A.M. Dasaat
  38. Eng Hoa
  39. M.P Soerachman Tjokroadisoerjo
  40. RAA Soemitro Kolopaking Purbonegoro
  41. KRMTH Woerjaningrat
  42. Ahmad Soerbardjo
  43. R. Djenal Asikin Widjojokoesoemo
  44. Abikoesno Tjokrosoejoso
  45. Parada Harahap
  46. RM Sartono
  47. KHM Mansjoer
  48. KRMA Sosrodiningrat
  49. R. Soewandi
  50. K.H. A. Wahid Hasjim
  51. P.F. Dahler
  52. Soekiman
  53. KRMT Wongsonagoro
  54. R. Otto Iskandar Dinata
  55. A. Baswedan
  56. Abdul Kadir
  57. Samsi
  58. A.A. Maramis
  59. R. Samsoedin
  60. R. Sastromoeljono


Anggota tambahan antara lain:

  1. K.H. Abdul Fatah Hasan
  2. R. Asikin Natanegara
  3. BKPA Soerjo Hamidjojo
  4. Ir. Pangeran M. Noer
  5. Mr. M. Besar
  6. Abdul Kaffar

Adanya penambahan anggota sebanyak orang pada sidang kedua BPUPKI tanggal 10-16 Juli 1945 dimaksudkan untuk menampung suara, dukungan, atau keinginan masyarakat tertentu, seperti dikutip dari Tokoh-tokoh Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia oleh MPB Manus dkk.

Penambahan ini menurut Radjiman, "Menguatkan kegiatan Badan Penyelidik," dan "menambah pendirian," dalam "menjalankan tugas badan Penyelidik ini."

Secara sederhana, keseluruhan anggota BPUPKI dinilai mewakili masyarakat atau penduduk Indonesia saat itu. Penambahan anggota baru yang sebagian besar merupakan orang terdidik di masyarakat Indonesia juga dianggap sebagai keterbukaan pihak Jepang.

Komposisi anggota BPUPKI sebagian besar merupakan anggota Tjhuo Sangi-in, dewan pertimbangan pusat pemerintahan Jepang. Di samping anggota asal lembaga bentukan Jepang itu, terdapat juga anggota BPUPKI yang semula merupakan penasihat pemerintah saat itu.

Dari sudut ini, para anggota BPUPKI tersebut dinilai mempunyai kualitas terbaik dan cakap di bidangnya, sebab para penasihat pemerintahan Jepang merupakan orang terpilih. Ada juga jumlah pegawai kantor pemerintah yang bekerja di zaman pemerintahan Hindia Belanda.

BPUPKI juga diisi tokoh yang berpengaruh luas di masyarakat, seperti tokoh-tokoh Islam, lalu representasi realitas pembagian masyarakat di zaman Hindia Belanda, yakni tokoh keturunan Indo-Belanda, China, dan Arab, sehingga mewakili penduduk Indonesia saat itu yang berpendidikan menengah atas dan yang setara bagi kalangan ulama Islam.

Tugas BPUPKI

Tugas pokok BPUPKI adalah menyelenggarakan pemeriksaan dasar tentang hal-hal penting, rancangan-rancangan, dan penyelidikan yang berhubungan dengan usaha mendirikan negara Indonesia yang merdeka.

Sehari setelah dilantik, BPUPKI mengadakan sidang BPUPKI pertama tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945. Agenda sidang pertama adalah merumuskan dasar negara bagi negara Indonesia merdeka dengan membahas berbagai usul dari peserta sidang.

Usulan dasar negara disampaikan Muh. Yamin pada tanggal 29 Mei 1945, lalu oleh Prof. Dr. Soepomo pada tanggal 31 Mei 1945, dan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945.

Sidang BPUPKI kedua dilaksanakan pada 10-16 Juli 1945. Pada sidang ini, BPUPKI menindaklanjuti rancangan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.



Simak Video "Gerindra Tak Sepakat dengan PDIP Terkait Negara Harus Minta Maaf ke Bung Karno"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia