5 Fakta Trenggiling, Hewan Dilindungi yang Sisiknya Banyak Diburu

5 Fakta Trenggiling, Hewan Dilindungi yang Sisiknya Banyak Diburu

Devi Setya - detikEdu
Minggu, 25 Sep 2022 09:00 WIB
China: Trenggiling dihapus dari daftar obat tradisional Tiongkok, pegiat perlindungan satwa: Ini yang kita tunggu-tunggu
Ilustrasi trenggiling Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Trenggiling adalah mamalia bersisik. Hewan ini memiliki 8 jenis spesies yang tersebar di Afrika dan Asia. Trenggiling masuk dalam daftar hewan dilindungi namun saat ini banyak pemburu liar yang mencoba membunuh trenggiling demi sisik di tubuhnya.

Trenggiling termasuk mamalia pemakan serangga. Makanan utama hewan ini adalah semut, itulah sebabnya trenggiling memiliki lidah yang sangat panjang untuk menjangkau semut.

Seluruh tubuh trenggiling diselimuti sisik yang terus tumbuh. Sisik ini mengandung keratin yakni zat semacam protein yang disebut-sebut memiliki khasiat sebagai obat. Sisik inilah yang kemudian diburu untuk diolah menjadi obat, lantas dijual dengan harga mahal.

Sayangnya, anggapan soal khasiat obat dari sisik trenggiling ini hanyalah mitos semata. Belum ada penelitian yang membuktikan manfaat dari sisik trenggiling sebagai obat.

Fakta Seputar Trenggiling

1. Terdiri dari 8 jenis spesies

Dilansir dari CTSS IPB, trenggiling terbagi menjadi 8 jenis species. Seluruhnya tersebar di Afrika dan Asia. Untuk trenggiling di Asia terdiri dari 4 spesies yaitu Chinese Pangolin, Indian Pangolin, Philippine Pangolin, dan Sunda Pangolin (Manis Javanica).

Sunda Pangolin adalah jenis yang paling banyak tersebar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Habitat trenggiling adalah hutan hujan tropis dataran rendah.

Beberapa jenis trenggiling termasuk dalam daftar hewan dilindungi. Keberadaannya di alam liar yang semakin sedikit menjadikan perburuan trenggiling dianggap sebagai kegiatan ilegal.

Jenis trenggiling Sunda saat jni tercatat sebagai hewan berstatus kritis (CR) dan masuk dalam Daftar Merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN). Status ini bahkan sudah disematkan sejak tahun 2017.

2. Satwa dilindungi di Indonesia

Di Indonesia, trenggiling adalah satwa yang dilindungi. Hal ini tercantum dalam Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990. Meskipun peraturan yang ada sudah jelas menyatakan bahwa trenggiling adalah satwa yang dilindungi, namun perburuan dan perdagangan illegal masih marak terjadi.

Dilansir dari laman resmi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), kasus perburuan dan penjualan trenggiling secara ilegal semakin meningkat dengan jumlah perburuan yang semakin besar.

3. Diburu daging dan sisiknya

Banyak orang memburu trenggiling untuk mengambil bagian daging dan sisiknya. Daging trenggiling kerap diolah dan disajikan sebagai hidangan mewah. Harga makanan berbahan daging trenggiling terbilang selangit karena sulitnya proses mendapatkan daging hewan ini.

Lain lagi dengan bagian sisinya. Sisik trenggiling tidak langsung dikonsumsi sebagai makanan, melainkan diolah sebagai obat tradisional. Banyak orang percaya bahwa sisik trenggiling ini mampu meningkatkan kesehatan tubuh.

Sisik trenggiling dipercaya mengandung zat aktif Tramadol HCl yang merupakan analgesik untuk mengatasi nyeri, serta merupakan partikel pengikat zat pada psikotropika atau obat terlarang.

Tramadol HCI juga merupakan zat aktif yang merupakan salah satu obat analgesik yang digunakan untuk mengatasi nyeri hebat akut atau kronis dan nyeri pasca operasi.

4. Khasiat sisik trenggiling hanyalah mitos

Banyaknya orang yang memburu trenggiling menjadikan U.S. Fish and Wildlife Service melakukan penelitian terhadap kemotipe sisik trenggiling pada 2019 lalu. Penelitian ini melibatkan 104 individu trenggiling yang mewakili semua spesies.

Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa tak satu pun dari spesimen menunjukkan keberadaan tramadol. Berita ataupun anggapan bahwa sisik pangolin mengandung analgesik tramadol telah dipatahkan oleh hasil penelitian ini. Artinya khasiat sisik trenggiling hanyalah sebuah mitos belaka.

5. Jadi komoditas perdagangan ilegal

Berdasarkan data pada tahun 1999 hingga 2017 atas kasus yang ditemukan menunjukkan terdapat sekitar 192.567 ekor trenggiling menjadi spesies kunci yang diperdagangkan dalam aksi perdagangan ilegal.

Jumlah tersebut berasal dari 1.557 insiden penyitaan global dan mencakup semua jenis trenggiling. China menjadi negara tujuan terbesar untuk proses penjualan trenggiling secara ilegal.



Simak Video "Lingkungan Kian Memburuk, Hewan-hewan di Australia Terancam"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia