Sejarah Gubernur Pertama Provinsi Jawa Timur, Tokoh Sentral Pertempuran Surabaya

Sejarah Gubernur Pertama Provinsi Jawa Timur, Tokoh Sentral Pertempuran Surabaya

Novia Aisyah - detikEdu
Sabtu, 24 Sep 2022 11:00 WIB
saksi bisu pertempuran 10 november 1945 di surabaya
Ilustrasi Gubernur Pertama Jawa TImur yang merupakan tokoh sentral pertempuran Surabaya. Foto: Deny Prastyo Utomo
Jakarta -

Daerah di Indonesia dahulunya dibagi menjadi delapan provinsi berdasarkan keputusan sidang Panitia Kemerdekaan tanggal 19 Agustus 1945. Setiap provinsi tersebut dipimpin oleh seorang gubernur.

Mengutip Sejarah Daerah Jawa Timur yang disusun Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, mereka yang pertama-tama menjadi gubernur ini adalah Mr. Teuku Mohammad Hasan, Sutardjo Kartohadikusumo, R. Pandji Suroso, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo, I Gusti Ktut Pudja, Mr. J. Latuharhary, Dr. G.S.S.J. Ratulangie, dan Ir. Pangeran Mohammad Noor.

Dari sederet tokoh di atas, siapakah gubernur pertama Jawa Timur?

Gubernur Provinsi Jawa Timur

Gubernur pertama Provinsi Jawa Timur adalah Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo atau yang lebih dikenal sebagai Gubernur Soerjo. Dia lahir di Magetan, 9 Juli 1898.

Disebutkan dalam laman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim, R.M. Tumenggung Ario Soerjo adalah anak kedua dari sepuluh bersaudara. Dia putra dari Raden Mas Wiryosumarto yang bertugas sebagai Ajun Jaksa di Magetan dan Raden Ayu Kustiah.

Dijelaskan melalui Magetan 360 Derajat karya Agung Setiyo Wibowo, Soerjo pernah menduduki jabatan sebagai Bupati Magetan sejak 1938 sampai 1943 dan Su Cho Kan atau Residen Bojonegoro,

Soerjo merupakan tokoh sentral dalam Pertempuran Surabaya pada Oktober 1945. Saat itu, ia berhadapan langsung dengan pemimpin pasukan Inggris yang berada di Surabaya.

Priyayi asal Magetan itu membuat perjanjian gencatan senjata dengan komandan Inggris, Brigadir Jenderal Mallaby di Surabaya, tanggal 26 Oktober 1945. Meski pada akhirnya pertempuran tetap pecah selama tiga hari pada 28-30 Oktober 1945.

Gubernur Jatim pertama ini sempat berpidato di RRI dengan menegaskan bahwa, "Arek-arek Suroboyo akan melawan ultimatum Inggris sampai darah penghabisan."

Pidato Soerjo mampu membakar semangat juang rakyat. Pengaruhnya itu tampak melalui pecahnya pertempuran melawan Inggris di Surabaya pada 10 November 1945.

Gubernur Ario Soerjo wafat pada 10 September 1948. Dia juga ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional.

Sosok tersebut diabadikan dalam Monumen Suryo untuk mengenang jasa-jasanya. Monumen ini berlokasi di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.

Adapun pemilihan Kecamatan Kedunggalar dipilih bukan tanpa alasan. Gubernur pertama Provinsi Jawa Timur itu tewas akibat insiden PKI 1948. Ia dibunuh di tengah hutan, tidak jauh dari lokasi monumen.



Simak Video "Farel Prayoga Nyanyikan Lagu Khusus Buat Ganjar Pranowo"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia