Sejarah SEA Games, Pesta Olahraga di Kawasan ASEAN

Sejarah SEA Games, Pesta Olahraga di Kawasan ASEAN

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 21 Sep 2022 15:30 WIB
Lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah melakukan angkatan
Sejarah SEA Games, pentas olahraga negara Asia Tenggara. (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta -

Pesta olahraga di kawasan ASEAN dinamakan dengan SEA Games. SEA Games (South East Asian) Games adalah olimpiade olahraga yang diikuti oleh 11 negara di kawasan Asia Tenggara.

Perhelatan akbar ini diadakan setiap 2 tahun sekali pada tahun ganjil. Menurut situs Federation Equestre Internationale (FEI), Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah pada 1997 dan 2011 di Ibu Kota Jakarta.

Diadakan secara meriah, awal mula SEA Games diliputi kesulitan ekonomi dan kondisi perang pada beberapa negara. Bagaimana sejarah SEA Games? ini penjelasannya.

Sejarah Pembentukan SEA Games

Olimpiade sudah ada sejak masa Yunani kuno. Di mana para pemuda terbaik akan bertanding di Olimpia Yunani dalam berbagai ajang olahraga.

Terinspirasi dari sejarah, Laung Sukhumanaipradit Presiden dari Komite Olimpiade mengusulkan perhelatan olahraga dalam skala yang lebih kecil, yaitu negara di kawasan Asia Tenggara.

Dijelaskan dalam situs resmi Olympic Council of Malaysia, usulan tersebut akhirnya mendapat persetujuan. Alasannya, negara kawasan Asia Tenggara memiliki akar ekonomi dan budaya serta kemampuan olahraga yang sama. Tujuan lainnya juga untuk membudidayakan atlet terbaik di kawasan Asia Tenggara untuk bertanding di tingkat dunia.

Pertemuan dari 4 negara pendiri, Myanmar, Laos, Malaysia, dan Thailand menghasilkan Southeast Asian Peninsula (SEAP) Games Federation pada Juni 1959. Kemudian negara lain seperti Kamboja dan Vietnam masuk sebagai anggota.

Presiden SEAP Games Federation adalah Prabhas Charusatiara dari Thailand and Luang Mayapradit. Anggota pendiri lainnya adalah U Paing dari Burma (Sekarang Myanmar), Sisowath Essaro dari Kamboja, Nakkhla Souvannong dari Laos, Thong Poh Nyen dari Malaysia and Bguyen Phuoc Vong dari Vietnam.

Dengan pencetus SEAP Games datang dari Thailand, Thailand mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah inagurasi SEAP Games tahun 1959. Pada saat itu, olahraga yang akan dilombakan adalah atletik, badminton, bola basket, boxing, sepeda, sepak bola, tenis, menembak, tenis meja, renang, bola voli, dan angkat beban.

Kesulitan Negara Anggota Berpartisipasi

Federasi menentukan jika tuan rumah akan ditentukan berdasarkan urutan alfabetis.

Negara di urutan pertama, Kamboja, kesulitan untuk menjadi tuan rumah sebab kondisi negara yang belum stabil. Kemudian tanggung jawab berpindah ke Laos, namun mereka juga mengalami kondisi yang sama dengan Kamboja.

Akhirnya Malaysia bersedia menjadi tuan rumah dan SEAP Games digelar. Acara digelar selama 8 hari dengan 1.300 atlet berpartisipasi. Pada saat itu, SEAP Games Federation juga menambah anggota baru yaitu Singapura yang baru saja merdeka dari Malaysia pada Agustus 1965.

Meski demikian, ketidakmampuan Kamboja, Laos, dan Vietnam dalam menjadi tuan rumah menimbulkan kekhawatiran dari negara anggota lainnya. Pada saat itu, ketiga negara ini mengalami kondisi ekonomi yang belum stabil. Sehingga negara anggota lainnya, Thailand, Singapura, dan Malaysia bergantian menjadi tuan rumah.

Dari masalah ini, muncul ide untuk mengubah pondasi SEAP Games demi menyelesaikan Pada 1969, Singapura sebagai anggota termuda mengubah SEAP Games menjadi SEA Games dan mendatangkan, namun negara anggota lain menolak.

Indonesia, Filipina, dan Brunei Tergabung dalam SEA Games

Usulan Singapura tidak segera disetujui. Para negara anggota masih bersikukuh mempertahankan jumlah negara yang sedikit dalam perhelatan akbar ini.

Empat negara yang aktif dalam mengurus SEAP Games merasa keberatan. Konflik ini memuncak saat Myanmar tidak menunjukan dukungan lagi sebagai tuan rumah pada 1969 sebab kondisi ekonomi yang memburuk.

Akhirnya para negara anggota sepakat jika mereka perlu menambah anggota baru. Dengan masuknya Indonesia, Filipina, dan Brunei pada 1977, SEAP Games berubah nama menjadi SEA Games.

Masuknya Indonesia dan Filipina ke dalam SEA Games bukan tanpa alasan. Negara lain menilai Indonesia dan Filipina memiliki wawasan yang lebih maju dalam bidang olahraga tingkat internasional.

Tidak hanya membantu kekosongan negara tuan rumah tapi juga bisa meningkatkan standar perlombaan dari beberapa cabang.

Sejak saat itu, SEA Games diikuti oleh 7 negara dan bertambah hingga 11 negara. SEA Games sekarang beranggotakan Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, Vietnam, dan Indonesia.

Dari 16 cabang olahraga, naik menjadi 28 yang pada saat itu diadakan di Jakarta pada tahun 1997. Perlombaan SEA Games secara konsisten diadakan dan akan digelar pada tahun 2023 di Kamboja.



Simak Video "Ini Besaran Bonus yang Didapat Atlet Peraih Medali SEA Games"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/kri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia