Bagaimana Proses Terjadinya Banjir? Ini Penjelasannya

Bagaimana Proses Terjadinya Banjir? Ini Penjelasannya

fahri zulfikar - detikEdu
Rabu, 14 Sep 2022 19:30 WIB
Seorang warga berjalan saat banjir di Villa Pamulang, Pondok Petir, Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/7/2022). Tanggul aliran sungai jebol dan hujan deras yang mengguyur pada Jumat (15/7) malam hingga pagi hari mambuat air sungai di sekitar lokasi meluap menyebabkan banjir dengan ketinggian 1 meter.
Ilustrasi banjir di Indonesia, mengapa sering terjadi? Foto: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha
Jakarta -

Pernahkah bertanya bagaimana proses terjadinya banjir? Mungkin anak menjelang sekolah atau siswa sekolah dasar sering penasaran.

Dalam Panduan Edukasi Bencana Banjir Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB, dijelaskan bahwa banjir adalah bencana yang paling sering dan rutin melanda Indonesia.

Secara umum, penyebab utamanya adalah curah hujan tinggi atau karena air laut yang pasang. Penyebab lainnya bisa karena kondisi permukaan tanah yang lebih rendah dari laut, atau letak wilayah dengan pengaliran air keluar yang sempit.

Selain itu, penyebab banjir juga sering dikarenakan ulah manusia. Misalnya, penggunaan lahan yang tidak tepat, membuang sampah ke sungai, pemukiman di daerah bantaran sungai, dan sebagainya.

Adapun untuk banjir terdiri dari tiga jenis, yakni banjir, banjir bandang, dan banjir rob yang diakibatkan naiknya permukaan laut. Namun, untuk banjir yang sering terjadi dan memiliki dampak sangat merugikan adalah banjir bandang. Berikut penjelasannya.

Proses Terjadinya Banjir Bandang

Mengutip Risiko Bencana Indonesia (RBI) BNPB tahun 2016, banjir bandang adalah banjir besar yang mengalir dan menghanyutkan banyak material seperti air, pasir, tanah, batu, lumpur dan kayu yang bergerak ke dataran lebih rendah.

Volume konsentrasi material, dan kecepatan aliran banjir bandang menjadikan fenomena ini menjadi sangat berbahaya bagi manusia.

Dengan bermacam-macam material yang ikut hanyut bersama banjir bandang, aliran banjir bandang dapat merusak apa saja yang berada dalam jangkauan alirannya.

Pada kondisi morfologis dataran dengan tingkat kelerengan sedang sampai tinggi, aliran banjir bandang bahkan dapat mencapai kecepatan hingga 160 km per jam.

Banjir bandang dapat terjadi dalam waktu yang sangat cepat dan kadang sulit untuk diprediksi.

Daerah Rawan Banjir Bandang

Secara umum, banjir bandang berpotensi terjadi di kawasan aliran sungai yang terbentuk dari lembah perbukitan dengan kemiringan yang curam dan memiliki sumber air yang melimpah. Daerah aliran sungai ini juga akan semakin rawan bila terdapat banyak material pendukung longsoran dan penyumbatan sungai.

Salah satu penyebab utama banjir bandang adalah terbentuknya penyumbatan sungai berupa bendungan alami akibat longsornya tanah dari lereng-lereng di sepanjang aliran sungai.

Bendungan alami tersebut biasanya terbentuk dari berbagai material longsoran berupa batu, tanah, dan kayu di sepanjang lereng.

Kejadian longsor ini sangat dipengaruhi oleh keadaan geologi batuan/tanah pembentuk lereng, pepohonan, kemiringan lereng, tata guna lahan dan struktur geologi daerah tersebut.

Lantas bagaimana tips untuk menghadapi Banjir?

Untuk mengetahui bagaimana cara memahami dan menghadapi banjir, bisa baca selengkapnya dengan KLIK DI SINI.



Simak Video "Momen Farel Prayoga Hibur Korban Banjir Bandang di Kalibaru Banyuwangi"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia